<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793</id><updated>2011-12-24T02:31:15.416-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Cerpen'/><category term='Cerita Pendek'/><category term='prosa'/><title type='text'>GORESAN PENA EDY NAWIR</title><subtitle type='html'>Karya-karya ini ( Cerpen dan Puisi )  sudah sangat lama sekali tersimpan pada ALBUM CLIPING yang hanya biasa dibaca oleh Istriku, Anak-anakku, Saudaraku, Keponakanku dan Cucu-cucuku serta Sahabat-sahabatku saja...............</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://edynawir.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>204</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7023140915009803623</id><published>2011-12-24T02:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T02:31:15.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERASAANKU 2</title><content type='html'>Pada pagi hari ini&lt;br /&gt;aku siapkan sebuah anak panah&lt;br /&gt;rasa dukaku yang dalam&lt;br /&gt;untuk dilepaskan keatas langit&lt;br /&gt;setelah kemarin meraih kebahagiaan&lt;br /&gt;yang tak dapat dinilai berapa besarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siang harinya&lt;br /&gt;akan aku sampaikan cerita ini&lt;br /&gt;langsung pada matahari&lt;br /&gt;saat angin mulai bergerak&lt;br /&gt;ditengah datangnya kecerahan&lt;br /&gt;hingga membuat diriku merasa lebih lega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harinya&lt;br /&gt;aku akan titipkan busur pada bintang&lt;br /&gt;agar mereka menyampaikan&lt;br /&gt;rasa kasihku yang besar&lt;br /&gt;pada rembulan yang telah pergi&lt;br /&gt;agar dapat kembali lagi dengan bulatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 04 Nopember 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7023140915009803623?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7023140915009803623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7023140915009803623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/12/perasaanku-2.html' title='PERASAANKU 2'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6960804800100152845</id><published>2011-11-03T08:57:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:59:35.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>HARAPANKU 3</title><content type='html'>Puisi : Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hujan belum mau jatuh ke bumi&lt;br /&gt;ketika aku melangkahkan kaki kecil&lt;br /&gt;meski kabut senja membuat samar mata memandang&lt;br /&gt;jauh di depan masih ada seberkas sinar&lt;br /&gt;namun keyakinan masih diserang keraguan kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bias pada lendir kelemayar memberi petunjuk&lt;br /&gt;jalan berliku kian sarat kelelahan&lt;br /&gt;mengikis habis sedikit demi sedikit&lt;br /&gt;setubuh daya raga memberi pilihan&lt;br /&gt;patah atau semangat yang hinggap&lt;br /&gt;dalam hati yang selalu ada keluh&lt;br /&gt;mengganggu benak untuk berperang&lt;br /&gt;setelah habis mengasah pikiran&lt;br /&gt;jejak-jejak dapat tertapak&lt;br /&gt;meninggalkan rasa sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerah pada langit mulai bergerak&lt;br /&gt;menandai lubang-lubang hitam&lt;br /&gt;kendati angin badai membelai jiwa putih&lt;br /&gt;menghempas memperpanjang waktu&lt;br /&gt;untuk tiba disudut ruang baru&lt;br /&gt;mengabadikan air kesedihan&lt;br /&gt;dan gelas kegembiraan&lt;br /&gt;pada dinding yang melukiskan angan&lt;br /&gt;tempat membuat cinta dan cita&lt;br /&gt;untuk dipersembahkan Sang Pencipta&lt;br /&gt;dengan harap terhingga pada kelemahan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya itu akan datang&lt;br /&gt;disetiap tarikan hembusan nafas&lt;br /&gt;disetiap detak-detak jantung&lt;br /&gt;akhir sebuah keyakinan kiranya takkan sia-sia&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 03 Nopember 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6960804800100152845?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6960804800100152845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6960804800100152845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/harapanku-3.html' title='HARAPANKU 3'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-923204599973320482</id><published>2011-11-03T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:57:28.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>BUKU SURAT CINTA KOMPASIANER</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2EUL1nVDHB4/TrK5rQ1inuI/AAAAAAAAABo/F1ERGfHN8tI/s1600/Buku%2BFSC01.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2EUL1nVDHB4/TrK5rQ1inuI/AAAAAAAAABo/F1ERGfHN8tI/s200/Buku%2BFSC01.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670799033717923554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini aku mendapatkan sebuah paket dari Yogyakarta. Sebelum aku membuka paket itu aku langsung menebak kalau isi paket itu adalah sebuah buku. Aku jadi ingat dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 13-14 Agustus 2011, ada sebuah event fiksi yang unik yang diselenggarakan oleh group facebook MPK (Malam Prosa Kolaborasi) yang saat ini namanya berubah menjadi Fiksiana Community, yaitu Fiksi Surat Cinta (FSC).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Event ini baru pertama kali diadakan di Kompasiana, karena sudah beberapa kali event-event fiksi diadakan seperti FFK (Festival Fiksi Kolaborasi) sebuah event penulisan secara kolaborasi tentang prosa, cerpen dan puisi, kemudian MPK (Malam Prosa Kolaborasi) yang isinya hampir sama. FSC justru lain dari pada yang lain, yakni membuat tulisan berupa surat cinta yang ditujukan untuk orang yang dicintai. Untuk pasangan imajinasi atau maya, maupun untuk pasangan sungguhan. Disamping itu juga boleh buat Ibu, Ayah, Kakak dan Adik serta siapapun itu atau bahkan bagi orang yang sudah tiada. Tentunya fiksi surat cinta ini harus berbentuk prosa maupun puisi atau perpaduan keduanya. Oleh karenanya aku sangat tertarik dengan event ini dan langsung mendukung sekali FSC dilaksanakan pada waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kubuka isi paket itu ternyata memang benar adalah sebuah buku Antologi Karya, ‘Fiksi Surat Cinta’, oleh Kompasianer Peserta FSC, Agustus 2011. Buku tersebut diterbitkan oleh : Penerbit Shofia masih untuk kalangan sendiri. Banyak surat cinta yang menarik terdapat didalam buku itu. Terselenggaranya penerbitan buku ini bermula dari usulan para peserta termasuk aku sendiri dengan alasan bahwa MPK bisa kenapa FSC tidak? Sebelumnya MPK berhasil membukukan hasil karya event tersebut. Namun dari hasil event FSC yang sebenarnya telah menghasilkan lebih kurang 300 surat cinta dengan sekitar 258 peserta kompasianer yang tersebar di penjuru dunia, hanya 50 karya yang baru dibukukan. Mudah-mudahan akan ada buku FSC selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam buku ‘Fiksi Surat Cinta’ ada salah satu karya kompasianer yang berhasil menjadi satu-satunya HL pada event tersebut yaitu surat cinta : ‘Sayang, Surat Ini Tak Mungkin Sampai Padamu’ (halaman 114 s/d 118), buah karya Miss Rochma, yang menggambarkan sebuah surat cinta dari seorang suami buat istrinya yang sangat romantis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku yang berisi sebanyak 176 halaman dengan 50 karya, antara lain terdapat surat cinta ‘Suratku, Tragedi 1998, 13 Tahun Silam…’ (halaman pertama) oleh Langit, ‘Surat Cinta Kepada Ma Jingga’ (halaman 40) oleh Bowo bagus, ‘Dear My Airen’ (halaman 97) oleh Moussycha, ‘Untuk Gadis Berpesona Purnama’ (halaman 101) oleh Granito Ibrahim, ‘Tak Berhenti Mencintaimu’ (halaman 125) oleh Selsa, dan ‘Untuk Belahan Jiwaku’ (halaman 146) oleh Nenny Silvana dsb. Surat-surat cinta tersebut sangat asyik untuk dibaca.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ‘Aku Selalu Rindu’ (halaman 83 s/d 87) adalah karyaku sendiri dengan tampilan yang agak berbeda dari yang lainnya (pada postingan kompasiana), merupakan perpaduan antara prosa dan puisi yang lumayan menariknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ‘Fiksi Surat Cinta’ disusun secara apik dan menarik oleh : Mbak Langit, sebagai Koordinator Tim, Mbak Dyah Restiyani sebagai Penata Letak, Granito Ibrahim sebagai Desain Sampul. Ketika buku ini dikirim ke masing-masing kompasianer yang memesan, Fiksiana Community baru saja melakasanakan event Festival Puisi Kolaborasi (FPK) yang telah diikuti oleh lebih kurang 252 peserta. Dari event-event yang telah dilaksanakan terlihat selalu ada peningkatan. Dengan telah terbitnya buku FSC tersebut diharapkan akan selalu ada lagi event-event fiksi lainnya dan tentunya akan lebih menarik lagi sehingga Fiksiana Kompasiana akan selalu ramai dengan karya-karya yang gemilang. Semangat berkarya. Salam Fiksiana.-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Pondok Petir, 02 Nopember 2011)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-923204599973320482?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/923204599973320482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/923204599973320482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/buku-surat-cinta-kompasianer.html' title='BUKU SURAT CINTA KOMPASIANER'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2EUL1nVDHB4/TrK5rQ1inuI/AAAAAAAAABo/F1ERGfHN8tI/s72-c/Buku%2BFSC01.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-161464278250144435</id><published>2011-11-03T08:47:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:48:42.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>DIPERKOSA PUISI</title><content type='html'>Puisi : Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sosok seksi bertubuh padat&lt;br /&gt;penuh coretan hitam&lt;br /&gt;terurai panjang menggemaskan&lt;br /&gt;tergambar jelas dilembar daun kuning nan kering&lt;br /&gt;terlihat membentang merangsang&lt;br /&gt;tiada terbalut sehelai benang&lt;br /&gt;tampak buah yang ranum menantang telanjang&lt;br /&gt;meronta-ronta mengelak menggelinjang&lt;br /&gt;ketika kelopak keriput dibelai puisi&lt;br /&gt;lalu tangan-tangan menyusuri kembang&lt;br /&gt;bunga di taman merekah disiram&lt;br /&gt;tanpa perduli pena tajam mengancam&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 02 Nopember 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-161464278250144435?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/161464278250144435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/161464278250144435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/diperkosa-puisi.html' title='DIPERKOSA PUISI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3965484177647816317</id><published>2011-11-03T08:44:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:00:29.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[FF] JENNIFER, JANGAN DUA-DUANYA</title><content type='html'>Cermin : &lt;b&gt;Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jennifer seorang mahasiswi semester satu, baru saja duduk di bangku sebuah Perguruan Tinggi di Bandung mengirimkan surat kepada kedua orang tuanya di Desa Rangkat, sebuah desa terpencil di Indonesia :”Bapak dan Ibu, alhamdulillah, saat ini saya sudah mulai kuliah di Bandung. Kuliahnya dari pagi sampai sore. Teman-temanku di sini baik-baik semua, malah banyak juga yang berasal dari Desa Rangkat. Saya juga sudah kost, biayanya agak mahal sedikit enam ratus ribu rupiah per bulan. Oh ya, Bapak dan Ibu, nilai IP saya semester satu ini sudah keluar, yaitu 3,8. Doakan saya semoga kerasan tinggal di Bandung.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;—————&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sebulan kemudian, Jennifer menerima balasan surat dari orangtuanya :”Anakku, alhamdulillah kamu sudah mulai kuliah. Kami berdua mengharapkan kau cepat lulus dan membantu menyekolahkan adik-adikmu. Mohon maaf bila bulan depan uang kiriman kami agak telat, soalnya harga gabah sedang turun, kata orang-orang desa akibat Indonesia import beras dari luar negeri.Cuma kami agak sedikit kecewa melihat nilai kamu. Waktu di Ibtidaiyah, Tsanawiyah hingga Aliyah, nilai kamu kan tidak pernah di bawah 8, malah sering 9. Kok sekarang cuma 3,8 ? Ayo nak, rajin-rajinlah belajar. Jangan-jangan ini karena kamu tidak fokus ke kuliahmu ya ? Mungkin karena kamu ikut-ikutan kost yang bayarnya mahal itu ? Makanya nak, jangan diikuti semua, kalo mau kuliah ya kuliah, kost ya kost, jangan dua-duanya….”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(Pondok Petir, 31 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3965484177647816317?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3965484177647816317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3965484177647816317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/jennifer-jangan-dua-duanya.html' title='[FF] JENNIFER, JANGAN DUA-DUANYA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1394329282345888715</id><published>2011-11-03T08:42:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:44:11.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PADA HUJAN DIAWAL NOPEMBER</title><content type='html'>Puisi : Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kutatap matamu&lt;br /&gt;tergambar ada cinta tertahan&lt;br /&gt;menanti indikasi luapan mendung&lt;br /&gt;tanpa terucap peluklah daku&lt;br /&gt;leburkan aku dalam hujanmu&lt;br /&gt;sebuah kebimbangan di depan pintu hati&lt;br /&gt;yang masih terkunci rapat&lt;br /&gt;ketika kita memegang lilin&lt;br /&gt;kolaborasi akhir Oktober lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku tahu kau tak tahu&lt;br /&gt;telah datang rintik-rintik kesejukan&lt;br /&gt;yang terbaring diatas mega kelabu&lt;br /&gt;tertahan turun oleh kegalauan&lt;br /&gt;dalam benak nan kacau&lt;br /&gt;sebuah ketidaktahuan yang mendebarkan&lt;br /&gt;yang membuat sirna rasa sakit&lt;br /&gt;lama membenam tahun-tahun lalu&lt;br /&gt;sebelum pertemuan itu tiba kemarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akhirnya titik-titik air berjatuhan&lt;br /&gt;terasa deras hati ini tersiram&lt;br /&gt;ketenangan telah menyelimuti&lt;br /&gt;jiwa yang terbanjiri kehangatan&lt;br /&gt;oleh tujuh pasang mata nan indah&lt;br /&gt;sebuah kenangan cinta abadi&lt;br /&gt;takkan terlupakan selama-lamanya&lt;br /&gt;tercatat pada langit biru&lt;br /&gt;pada hujan diawal Nopember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 01 Nopember 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1394329282345888715?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1394329282345888715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1394329282345888715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/pada-hujan-diawal-november.html' title='PADA HUJAN DIAWAL NOPEMBER'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4402517432643446459</id><published>2011-11-03T08:41:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T08:42:39.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA PEMUDA PEMUDI BANGSA</title><content type='html'>Oleh : Edy Priyatna + Febi Mutia (No.34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Akan ku kisahkan sebuah cerita&lt;br /&gt;tentang negeriku, negerimu dan negeri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri dengan masa kejayaan membentang&lt;br /&gt;seisi negeri gegap gempita, bersukacita&lt;br /&gt;mabuk kepayang hingga bencana menyerang&lt;br /&gt;memporakporandakan bumi pertiwi&lt;br /&gt;hancurkan tanah leburkan air&lt;br /&gt;menebus jiwa, hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah,&lt;br /&gt;Bila kalian kerap egoistis&lt;br /&gt;sulit untuk bersatu padu&lt;br /&gt;karena kesadaran sirna&lt;br /&gt;keangkuhan terus merajalela&lt;br /&gt;bukankah segala sesuatunya perlu pakai hati nurani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah dan pikirkan&lt;br /&gt;banyak peristiwa yang telah terjadi&lt;br /&gt;musibah besar dalam negeri ini&lt;br /&gt;adalah pertanda kita semua&lt;br /&gt;sadar berbuat dan bertaubat pada Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telisiklah…banyak contoh yang baik yang bertebaran&lt;br /&gt;bangunanlah bangsa ini dengan benar&lt;br /&gt;hindari pertikaian dan jauhi kekerasan&lt;br /&gt;menjadi pemimpin jujur dan bijaksana perlu kau camkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini adalah tanah kelahiranmu&lt;br /&gt;tanah tumpah darahmu berjuang&lt;br /&gt;untuk kemajuan bangsa kita&lt;br /&gt;untuk seterang dan menderangnya sang surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah bangkit dan bekerja&lt;br /&gt;hapuskan miras dari benak&lt;br /&gt;juga tebaran narkoba jahanam&lt;br /&gt;karena semua itu racun dunia&lt;br /&gt;membuatmu saling bertikai tanpa berpikir panjang&lt;br /&gt;memacumu saling berlomba kemaksiatan&lt;br /&gt;menjadikan dirimu rajin bermalas-malasan&lt;br /&gt;menciptakan rasa resah dan gelisah&lt;br /&gt;hingga terperosok ke jurang penyesalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersemangatlah tanpa batas&lt;br /&gt;belajarlah tiada henti&lt;br /&gt;berkreativitaskah tanpa putus asa&lt;br /&gt;berjuanglah setiap saat&lt;br /&gt;berperanglah pantang mundur&lt;br /&gt;jangan pernah berhenti&lt;br /&gt;jangan pernah surut&lt;br /&gt;untuk sebuah cita-cita mulia&lt;br /&gt;memajukanlah negeri dan bangsa ini&lt;br /&gt;tempat jiwamu bersemayam di masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir-Bandung, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4402517432643446459?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4402517432643446459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4402517432643446459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/kepada-pemuda-pemudi-bangsa_03.html' title='KEPADA PEMUDA PEMUDI BANGSA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2255146396204394696</id><published>2011-11-03T08:41:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:42:38.731-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA PEMUDA PEMUDI BANGSA</title><content type='html'>Oleh : Edy Priyatna + Febi Mutia (No.34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Akan ku kisahkan sebuah cerita&lt;br /&gt;tentang negeriku, negerimu dan negeri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri dengan masa kejayaan membentang&lt;br /&gt;seisi negeri gegap gempita, bersukacita&lt;br /&gt;mabuk kepayang hingga bencana menyerang&lt;br /&gt;memporakporandakan bumi pertiwi&lt;br /&gt;hancurkan tanah leburkan air&lt;br /&gt;menebus jiwa, hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah,&lt;br /&gt;Bila kalian kerap egoistis&lt;br /&gt;sulit untuk bersatu padu&lt;br /&gt;karena kesadaran sirna&lt;br /&gt;keangkuhan terus merajalela&lt;br /&gt;bukankah segala sesuatunya perlu pakai hati nurani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah dan pikirkan&lt;br /&gt;banyak peristiwa yang telah terjadi&lt;br /&gt;musibah besar dalam negeri ini&lt;br /&gt;adalah pertanda kita semua&lt;br /&gt;sadar berbuat dan bertaubat pada Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telisiklah…banyak contoh yang baik yang bertebaran&lt;br /&gt;bangunanlah bangsa ini dengan benar&lt;br /&gt;hindari pertikaian dan jauhi kekerasan&lt;br /&gt;menjadi pemimpin jujur dan bijaksana perlu kau camkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini adalah tanah kelahiranmu&lt;br /&gt;tanah tumpah darahmu berjuang&lt;br /&gt;untuk kemajuan bangsa kita&lt;br /&gt;untuk seterang dan menderangnya sang surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah bangkit dan bekerja&lt;br /&gt;hapuskan miras dari benak&lt;br /&gt;juga tebaran narkoba jahanam&lt;br /&gt;karena semua itu racun dunia&lt;br /&gt;membuatmu saling bertikai tanpa berpikir panjang&lt;br /&gt;memacumu saling berlomba kemaksiatan&lt;br /&gt;menjadikan dirimu rajin bermalas-malasan&lt;br /&gt;menciptakan rasa resah dan gelisah&lt;br /&gt;hingga terperosok ke jurang penyesalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersemangatlah tanpa batas&lt;br /&gt;belajarlah tiada henti&lt;br /&gt;berkreativitaskah tanpa putus asa&lt;br /&gt;berjuanglah setiap saat&lt;br /&gt;berperanglah pantang mundur&lt;br /&gt;jangan pernah berhenti&lt;br /&gt;jangan pernah surut&lt;br /&gt;untuk sebuah cita-cita mulia&lt;br /&gt;memajukanlah negeri dan bangsa ini&lt;br /&gt;tempat jiwamu bersemayam di masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir-Bandung, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2255146396204394696?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2255146396204394696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2255146396204394696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/kepada-pemuda-pemudi-bangsa.html' title='KEPADA PEMUDA PEMUDI BANGSA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3370951863707281086</id><published>2011-11-03T08:40:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:41:22.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KISAH CINTA LADANG KENANGAN</title><content type='html'>Oleh : Edy Priyatna + Selsa Rengganis (No.250)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah kau kekasihku&lt;br /&gt;saat kita cengkrama di ladang tebu selepas sore&lt;br /&gt;riang temani gelak canda&lt;br /&gt;berpadu dalam pendar kemilau jingga&lt;br /&gt;syahdu tersibak kuncup bunga tebu yang melambai&lt;br /&gt;sang senja merambat menemui cintanya pada malam&lt;br /&gt;dan rembulan hadir memayungi kita&lt;br /&gt;dirimu mendekapku dalam rengkuhan gelora&lt;br /&gt;membaur bersama pacu detak rindu&lt;br /&gt;berpagut dalam buaian purnama yang mulai menyembul&lt;br /&gt;semesta menjadi saksi ikrar penyatuan rasa……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah kini kau kekasihku&lt;br /&gt;saat ini aku sedang berada di ladang tebu itu&lt;br /&gt;sendiri hanya ditemani senja&lt;br /&gt;yang mulai redup dalam sirnanya matahari&lt;br /&gt;melenyapkan bunga-bunga yang telah layu&lt;br /&gt;ditelan secara perlahan oleh pekat kegelapan&lt;br /&gt;membuat langit berubah deras menyaksikanku&lt;br /&gt;menulis kisah tentang kita……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir – Temanggung, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3370951863707281086?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3370951863707281086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3370951863707281086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/kisah-cinta-ladang-kenangan.html' title='KISAH CINTA LADANG KENANGAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-5658775110892309899</id><published>2011-11-03T08:37:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:39:07.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MAAFKAN KAMI WAHAI PEMIMPIN BANGSA</title><content type='html'>Oleh : Edy Priyatna + Ina (No.99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami…..&lt;br /&gt;hari ini kami hampr lupa dasar negara&lt;br /&gt;karena tiada nampak lagi dalam kehidupan bangsa&lt;br /&gt;yang keadilannya telah sirna&lt;br /&gt;hingga sumpah bangsapun tak ingat pula&lt;br /&gt;apalah daya……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami…..&lt;br /&gt;kami hanya ingat ketuhanan yang maha esa&lt;br /&gt;walaupun banyak perbedaan&lt;br /&gt;kami ingat sedikit kemanusiaan&lt;br /&gt;kendati masih belum adil dan beradab&lt;br /&gt;kami juga ingat persatuan&lt;br /&gt;tetapi masih banyak yang bercerai berai&lt;br /&gt;kami tidak mengerti kerakyatan&lt;br /&gt;yang kini dipimpin oleh wakilnya&lt;br /&gt;kami mulai benci keadilan sosial&lt;br /&gt;hingga kini telah hilang satu demi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami…..&lt;br /&gt;kemarin mungkin kami terlalu senang&lt;br /&gt;maklum……..&lt;br /&gt;karena terlalu lama bersedih&lt;br /&gt;selama 45 tahun&lt;br /&gt;kami telah lupa arti&lt;br /&gt;kami telah lupa diri&lt;br /&gt;terbuai mimpi-mimpi reformasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami…..&lt;br /&gt;besok mungkin kami tak dapat bernyanyi&lt;br /&gt;gita perkasa burung negara&lt;br /&gt;karena jarang terdengar lagi&lt;br /&gt;begitu pula bagimu negeri&lt;br /&gt;ingat lagunya lupa syairnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami…..&lt;br /&gt;dulu kami tahu telah diajarkan&lt;br /&gt;bahkan kami telah dicekoki&lt;br /&gt;apa arti dasar negara&lt;br /&gt;dengan gita semangat juang&lt;br /&gt;pada lagu pekik merdeka&lt;br /&gt;namun tak pernah merasakanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami…..&lt;br /&gt;sekarang kami tidak mengeluh&lt;br /&gt;sekarang kami bukan merengek&lt;br /&gt;karena kami tak ingin hidup sia-sia&lt;br /&gt;perkenankanlah kami mencari kembali&lt;br /&gt;tanah tumpah darahku&lt;br /&gt;yang telah tercecer dipelosok nusantara&lt;br /&gt;agar ingat lagi semua yang sirna&lt;br /&gt;agar merasa telah merdeka&lt;br /&gt;agar sadar dasar negara&lt;br /&gt;agar kami ingat telah berjanji&lt;br /&gt;bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir - Hongkong, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-5658775110892309899?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5658775110892309899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5658775110892309899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/maafkan-kami-wahai-pemimpin-bangsa.html' title='MAAFKAN KAMI WAHAI PEMIMPIN BANGSA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8164883515192963579</id><published>2011-11-03T08:36:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:37:42.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SESUAI PORSI</title><content type='html'>Oleh: Edy Priyatna + Nyi Pede (No.248)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selembar senyum perih ditanam&lt;br /&gt;dari kabar orang-orang di sawah&lt;br /&gt;sungai kerontang kelam menghitam&lt;br /&gt;langit cerah terlihat tiada ingin tumpah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pencuri datang mengoyak-ngoyak&lt;br /&gt;melihat padi yang mulai tumbuh&lt;br /&gt;petani memburu jejak-jejak pijak&lt;br /&gt;mempertahankan hasil panen nan utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini aku pergi ke desa&lt;br /&gt;membawa pesan dari sahabat&lt;br /&gt;kabar indah dari semesta&lt;br /&gt;air jatuh membawa nasihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagung-jagung milik petani&lt;br /&gt;subur dihujani terik mentari&lt;br /&gt;sementara kulihat tikus-tikus mati&lt;br /&gt;mereka telah diracun bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan senantiasa membagi sesuai porsi&lt;br /&gt;dengan modal kebersamaan hati&lt;br /&gt;saling memberi dan berbagi&lt;br /&gt;agar tercipta kerukunan abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila ada sepetak harap&lt;br /&gt;inginku tanam kebahagiaan&lt;br /&gt;agar anak cucu dapat mencecap&lt;br /&gt;indahnya keselarasan dari Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir - Denpasar, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8164883515192963579?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8164883515192963579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8164883515192963579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/sesuai-porsi.html' title='SESUAI PORSI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8034079521904309291</id><published>2011-11-03T08:35:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:36:26.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SUMPAHKU</title><content type='html'>Edy Priyatna + Ningwang Rozi (No.102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku sumpah pemuda pada waktu itu adalah ; Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku sumpah pemuda pada waktu itu adalah ; Pemuda dan pemudi itu bersumpah demi persatuan, demi lahirnya sebuah bangsa dan demi sebuah kemerdekaan walaupun nyawa taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku sumpah pemuda pada hingga kini sudah 83 tahun berlalu dan sumpah itu masih tetap berbunyi ; Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sekarang aku jadi tahu bahwa ; Angin semakin deras menderu tak ada cara lain untuk mewujudkannya. Aku harus membuat pemuda bersatu. Aku harus menghilangkan rasa ego dihati, demi sebuah sumpah persatuan. Sumpah Pemuda untuk Indonesia senantiasa tetap bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bondowoso - Pondok Petir, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8034079521904309291?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8034079521904309291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8034079521904309291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/sumpahku.html' title='SUMPAHKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4288964082170576799</id><published>2011-11-03T08:33:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:34:52.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SEPOTONG KEBISUAN CINTA [FPK]</title><content type='html'>Oleh : Tanti Sri Hartantie + Edy Priyatna (No.32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Perempuan……..&lt;br /&gt;Kau pasti tahu betapa sakitnya cinta dalam diam&lt;br /&gt;dawai-dawai indah cinta yang terbalut dalam bungkam&lt;br /&gt;diam yang berarti emas tidak berlaku disini&lt;br /&gt;bagi cinta, diamnya adalah neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembaliku tersungkur di sudut-sudut perih&lt;br /&gt;mengebiri rindu yang terbungkus sepi&lt;br /&gt;sunyi… sunyi sendiri aku bosan&lt;br /&gt;bagaimana mungkin aku melewati setiap duri kehidupan ini&lt;br /&gt;sedang penantianku telah ditelanjangi oleh waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak jantungku selalu mengejar waktu&lt;br /&gt;Tatkala jalanku tidak searah lagi&lt;br /&gt;Mengingat kalbu telah tertitip jauh&lt;br /&gt;Benakku kini sudah hampir penuh bayang-bayang rasa&lt;br /&gt;Mestinya keheningan tak membuatku sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah di setiap mata lelaki itu mengandung binar liar serigala&lt;br /&gt;dan di setiap lekuk tubuh wanita mampu meliarkannya&lt;br /&gt;aliran meridian energi yang semakin membahana&lt;br /&gt;untukmu yang selalu diam mencintaiku&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;(Cilacap – Pondok Petir, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4288964082170576799?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4288964082170576799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4288964082170576799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/sepotong-kebisuan-cinta-fpk.html' title='SEPOTONG KEBISUAN CINTA [FPK]'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8616239918408930114</id><published>2011-11-03T05:30:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:35:18.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>AKU ADALAH OKTOBER [FPK]</title><content type='html'>Oleh : Rieya MissRochma + Edy Priyatna (No.240)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku sepenuh hati.&lt;br /&gt;Tetaplah pada jalur dadaku. Agar kita mampu bercumbu.&lt;br /&gt;Mesra, tanpa paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku.&lt;br /&gt;Walau hanya sekejap waktuku dan waktumu.&lt;br /&gt;Di pagiku dan pagimu. Di siangku dan siangmu. Di malamku dan malammu.&lt;br /&gt;Sebab nanti akan selamanya : berdetik-detik, bermenit-menit, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Sembari menulis diujung daun yang mulai menghijau karena rengekan langit.&lt;br /&gt;Aku pun menulis dengan ujung pena di ujung senyum hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ;&lt;br /&gt;Diriku, Oktober nan indah.&lt;br /&gt;Sejuk.&lt;br /&gt;Siap menangkapmu dengan titik-titik lelehan es yang jatuh memberi kedamaian jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ;&lt;br /&gt;Diriku, Oktober nan damai.&lt;br /&gt;Meski berkelabatlah jasadku bagai halilitar menggelegar.&lt;br /&gt;Tapi tangkap sinar yang terpancar dari jasadku,&lt;br /&gt;Untuk menemanimu terlelap dengan pelukan gelap yang pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ;&lt;br /&gt;Diriku, Oktober tiada gersang.&lt;br /&gt;Maka jadilah kemarau hujanku. Atau hujan kemarauku.&lt;br /&gt;Uaplah embun dan terangi panas. Atau lepaslah panas dan siram airmu.&lt;br /&gt;Hembuskan badai yang deras. Leburlah diriku dengan gunturmu,&lt;br /&gt;Hingga mendidih dan meluap. Meletus hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa :&lt;br /&gt;Diriku, Oktober. Yang masih tetap Oktober di tepian tahun.&lt;br /&gt;Maka jadilah takdirku.&lt;br /&gt;Sedialah engkau, rekatkan aku dipunggungmu. Tariklah dengan kencang tali yang menjulur di sela-sela kulit kasarku.&lt;br /&gt;Lumatlah diriku dengan irama-irama,&lt;br /&gt;Bagaikan alu-alu menari diatas lesung. Menari bersama padi kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku.&lt;br /&gt;Seperti gunung yang menumpahkan kasihnya pada petani pasir.&lt;br /&gt;Seperti mati yang ditunggu pemuja Tuhan karena takut tersandung duniawi.&lt;br /&gt;Seperti hidup yang meringis karena kelaparan memenuhi koran-koran harian.&lt;br /&gt;Seperti tsunami yang berlari-lari menjemput bibir pantai yang seksi.&lt;br /&gt;Seperti bangun dari lumpur kubangan,&lt;br /&gt;kemudian hujan deras menusuk kelopak batas.&lt;br /&gt;Memukul punggung kalbu, mengerang kenikmatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku.&lt;br /&gt;Entah bagaimana maumu. Dan aku yakin itulah maumu.&lt;br /&gt;Karena malu tak kan menyakitimu. Karena takut tak kan menjatuhkanmu.&lt;br /&gt;Dan ragu tak kan menyesakkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku sepenuh hati.&lt;br /&gt;Tetaplah pada jalur jiwaku.&lt;br /&gt;Cintailah aku, walau hanya sebentar.&lt;br /&gt;Pagi siang malam. Sebab nantinya akan abadi.&lt;br /&gt;Berdetik-detik, bermenit-menit, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun, berabad-abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku.&lt;br /&gt;Dengan kesucian. Dengan keindahan. Dengan kesejukan. Dengan kedamaian. Dengan kelembutan.&lt;br /&gt;Dan bukalah hatimu.&lt;br /&gt;Lalu belahlah dadaku. Raihlah hati yang telanjang.&lt;br /&gt;Agar dapat bersanggama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku telah mencintaimu,&lt;br /&gt;Berwaktu-waktu lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gresik-Pondok Petir, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8616239918408930114?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8616239918408930114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8616239918408930114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/aku-adalah-oktober.html' title='AKU ADALAH OKTOBER [FPK]'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1780906155944483084</id><published>2011-11-03T04:59:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T04:59:55.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA PEMUDA BANGSA</title><content type='html'>Yang dulu telah berjuang&lt;br /&gt;yang kemudian menjadi pahlawan&lt;br /&gt;yang kini telah mewarisi&lt;br /&gt;janji sumpah yang senantiasa bergema&lt;br /&gt;tiada henti di seluruh penjuru nusantara&lt;br /&gt;kami putra dan putri Indonesia berjanji,&lt;br /&gt;akan menjaga untuk tetap bersatu&lt;br /&gt;akan mengabadikan lentera nusantaramu&lt;br /&gt;akan melebur semangat 28 Oktober menjadi pedang yang tajam&lt;br /&gt;untuk selalu menjaga Sumpah Pemuda tetap bergema&lt;br /&gt;kami putra dan putri Indonesia,&lt;br /&gt;mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia&lt;br /&gt;mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia&lt;br /&gt;mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia&lt;br /&gt;sampai mentari tenggelam di seberang timur……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 28 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1780906155944483084?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1780906155944483084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1780906155944483084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/kepada-pemuda-bangsa.html' title='KEPADA PEMUDA BANGSA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3498739598771161818</id><published>2011-11-03T04:56:00.002-07:00</published><updated>2011-11-03T04:57:00.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>WAKTUKU</title><content type='html'>Puisi : Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(…..jarum jam di dinding terus berputar tak pernah berhenti…..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat selalu putaran itu&lt;br /&gt;geraknya begitu cepat&lt;br /&gt;padahal belum sempat berkata maaf&lt;br /&gt;pada mereka semua……..&lt;br /&gt;orang tuaku&lt;br /&gt;keluargaku&lt;br /&gt;saudaraku&lt;br /&gt;sahabatku&lt;br /&gt;atas kesalahan yang melimpah dalam hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah sebentar!&lt;br /&gt;aku ingin menyampaikan……..&lt;br /&gt;aku akan mengatakan sesuatu&lt;br /&gt;“ampunilah dosa-dosaku ya Allah”&lt;br /&gt;“ampunilah dosa-dosaku ibu…..”&lt;br /&gt;“ampunilah dosa-dosaku ayah……”&lt;br /&gt;“ampunilah dosa-dosaku istriku, anakku…….”&lt;br /&gt;“ampunilah dosa-dosaku adik-adikku, kakak-kakakku……..”&lt;br /&gt;“ampunilah dosa-dosaku saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku………”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah menunggu barang sejenak?&lt;br /&gt;mengapa kau tak menjawab pertanyaanku……..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(..…jarum jam di dinding terus berputar tak pernah berhenti…..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 27 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3498739598771161818?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3498739598771161818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3498739598771161818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/waktuku_03.html' title='WAKTUKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2955413907413693144</id><published>2011-11-03T04:56:00.001-07:00</published><updated>2011-12-24T01:56:30.926-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SAJAK BUAT DEWA</title><content type='html'>Cerpen : Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…….Ketika rembulan bertengger di atas gunung&lt;br /&gt;bintang-bintang mulai bertebaran di langit terang&lt;br /&gt;dua ekor burung senja berkejar-kejaran&lt;br /&gt;mengusik rasa di malam hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……Seorang gadis berpakaian batik merah muda&lt;br /&gt;duduk sendiri di pos ronda desa&lt;br /&gt;kedua tangannya memegang sebuah buku&lt;br /&gt;membuang-buang waktu……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu Rizal, aku menyusuri teras Villa Lacitra yang membujur sepanjang kamar-kamar. Hari itu aku baru saja selesai membantu dekorasi di Aula Serba Guna persiapan Hari Ulang Tahun Desa Rangkat. Teman-teman yang ikut membantu menuju kekamarnya masing-masing, sedangkan aku keluar kea rah depan menanti kedatangan sahabatku yang lain. Ketika melewati taman samping dekat kolam ikan, kulihat Dewa, salah satu kembang desa, duduk sendiri di pos ronda desa, asyik dengan buku ceritanya. Namanya sangat unik tapi orangnya berwajah manis dan ayu. Perlahan-lahan ku hampiri dia. Tapi tiba-tiba saja jantungku terasa berdenyut lebih cepat. Hatiku berdebar manakala langkahku semakian dekat. Ada sesuatu yang tidak kumengerti, mengapa tiba-tiba jadi begini. Ah, entahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, asyik bener nih ?”&lt;br /&gt;“Hai! Bikin kaget saja mas,” Dewa tersenyum mengurut dada.&lt;br /&gt;“Koq tumben ada disini, bukannya membantu bunda Yanti di dapur umum?” tanyaku sambil duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;“Sudah selesai. Mas ngapain?” dia berbalik bertanya.&lt;br /&gt;“Aku nungguin Rizal nih!”&lt;br /&gt;“Ada urusan penting ya! Koq sampai ditunggu segala.”&lt;br /&gt;“Dia yang minta aku tunggu di pintu gerbang, katanya takut nyasar. Eh, buku apaan tuh?”&lt;br /&gt;“Perawan Desa.”&lt;br /&gt;“Wah hebat! Itu buku cerita pendek lama. Aku menggumi pengagum Putu Wijaya.”&lt;br /&gt;“Hmmmm….”Dewa Cuma tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak suasana hening. Persis kaya setan lewat kata orang-orang. Sementara hatiku deg-degan (dag-dig-dug). Entahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari ini dingin sekali ya?” kataku memecah kesunyian.&lt;br /&gt;“Iya nih, padahal aku sudah pakai baju tebal dua rangkap, lho,” Dewa mengiya setuju.&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau kita bandrek bajigur, sambil menunggu Rizal datang?”&lt;br /&gt;“O…. ide yang bagus, tuh. Yuk…!” Dewa tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua berjalan menuju cafeteria di depan Villa. Terus terang hatiku masih saja berdebar tak keruan. Di sana kelihatan sepi, tak ada pengunjung yang lain. Aku mengambil tempat berhadapan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O, iya kapan sih Festival Prosa Kolaborasi di Desa Rangkat dimulai?”&lt;br /&gt;“Mungkin seminggu lagi. Ini baru mau di urus sama Rizal. Dewa ikut ya!”&lt;br /&gt;“Nggak ah, Dewa baca aja deh,” katanya sambil tertawa. Aku juga ikut tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah tahu kalau Dewa pernah ikut Festival Fiksi Kolaborasi. Barangkali dia juga sudah tahu kalau aku sudah mengerti, sehingga ia menjawab pertanyaanku dengan seloroh. Gila juga nih cewek!&lt;br /&gt;Pesanan kami datang, lalu kami minum bersama menghangatkan badan karena dinginnya udara malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, aku kemarin baca puisimu di Kompasiana.”&lt;br /&gt;“O, iya.”&lt;br /&gt;“Bagus deh! Sering buat puisi ya?” tanyanya sambil tersenyum. Oh senyumnya manis sekali. Aku senang sekali jika ia tersenyum seperti itu.&lt;br /&gt;“Tidak selalu sering,” kataku sedikit bangga.&lt;br /&gt;“Tapi kata mas Lala, mas Relly sering nulis puisi di majalah-majalah.”&lt;br /&gt;“Ah, nggak juga.Ngaco tuh si Lala. Lalu kamu percaya?” tanyaku pura-pura.&lt;br /&gt;“Iya! Tapi benar kan?”&lt;br /&gt;“Hmmmm…, kalau benar, lalu kenapa?” akhirnya aku mengalah.&lt;br /&gt;“Bagaimana sih caranya bikin puisi? Ajari aku dong?” tanyanya serius. Aku tertawa.&lt;br /&gt;“Gampang koq, nggak diajari juga bisa.”&lt;br /&gt;“Untuk sukses mesti diajari dulu sama yang sudah bisa. Nanti sesudahnya dikasih tahu, baru deh kerja keras sendiri!” bantahya&lt;br /&gt;“Oke, sebenarnya sangat mudah sekali,” kataku merasa kalah. Si cantik ini memang cerdik.&lt;br /&gt;“Mudah bagaimana? Kasih tahu dong!” rengeknya.&lt;br /&gt;“Lho, koq jadi manja gitu sih!” godaku setelah kulihat lagaknya seperti anak kecil saja.&lt;br /&gt;“Aaaaa!” Dewa mencubit lenganku. Aku meringis.&lt;br /&gt;“Eeee….ee, aduh …..ampun deh lepaskan dong! Sampai biru begini deh!”&lt;br /&gt;“Ayo dong, ntar cubit lagi nih!” katanya sambil menggerakkan tangannya mau cubit lagi.&lt;br /&gt;“E…. iya… iya begini, ya. Pokok utama kamu mesti pilih mau menulis apa. Mau menulis tentang kelinci kesayanganmu atau mau nulis bunga keq. Menulis pohon, rumah, bintang dan apa saja deh! Tapi yang sedang dalam pikiran Dewa pada saat kamu mau menulisnya,” kataku sambil meminum bandrekku.&lt;br /&gt;“Lalu?” Dewa tak sabar.&lt;br /&gt;“Kalau sudah pasti apa yang mau ditulis, maka dengan satu kata….”&lt;br /&gt;“Kasih contoh dong!” potongnya.&lt;br /&gt;“Tunggu dulu, koq nggak sabaran sih?” aku pura-pura marah.&lt;br /&gt;“Maaf deh pak guru,” Dewa tersenyum lebar. Mau nggak mau aku tersenyum juga. Gombal!&lt;br /&gt;“Sebentar ya, aku buat dulu sedikit untuk contoh soal,” kataku sembari mengambil kertas dan pulpen di tas pinggang ku. Setelah itu baru aku menulis ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……Malam hari di cafeteria&lt;br /&gt;sepasang remaja sedang berbincang-bincang&lt;br /&gt;tentang cinta…..&lt;br /&gt;dengan segelas bandrek bajigur ditangan&lt;br /&gt;sang pemuda bilang: -aku cinta padamu-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis menunduk&lt;br /&gt;mempermainkankan gelas minumannya&lt;br /&gt;dengan wajah yang merah dadu&lt;br /&gt;ia berbisik: -aku juga-……………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah ini contohnya baca deh!” kataku menyodorkan kertas itu tadi.&lt;br /&gt;Belum sempat aku mengambil napas, Dewa sudah menyemprot.&lt;br /&gt;“Aa…..ini sih ngaco!” dan sebuah cubitan lagi mendarat dilenganku.&lt;br /&gt;“Lho, kan cuma contoh. Dibuang juga nggak apa-apa. Atau kamu merasa hal itu benar-benar terjadi?” Muka Dewa jadi merah seketika. Tapi cuma sebentar.&lt;br /&gt;“Aaaa….!Ngaco! Ngacoooooo!” Dewa memulai lagi serangannya bertubi-tubi. Aku kewalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bercanda itupun berakhir. Kemudian setelah kumembayar bandrek bajigur pesanan kami tadi, kami jalan kedepan kembali. Ketika di pintu gerbang Villa Dewa bilang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti mau nggak buatkan puisi untuk Dewa?”&lt;br /&gt;“Biasanya kalau cewek minta di buatkan puisi sama cowok, itu ada maunya sama sicowok” kulirik reaksi Dewa, tapi sialnya keburu kepergok. Aku tertawa.&lt;br /&gt;“Ngaco lagi deh!” katanya cemberut.&lt;br /&gt;“Habis mukamu merah sih!” aku menggoda lagi.&lt;br /&gt;“Aaaaa! Jangan konyol ah!” kembali dia menyerangku.&lt;br /&gt;“Ah, kalau gitu Dewa nggak cinta lagi ya?”&lt;br /&gt;“Emangnya kapan aku bilang cinta. Hmmm, enak aja,” Dewa mencibirkan bibirnya.&lt;br /&gt;“Kan, tadi….” wajahnya tambah merah, belum selesai aku melanjutkannya, Dewa sudah mengayunkan tangannya ke arahku. Aku mengelak. Kelihatannya dia betul-betul jengkel rupanya.&lt;br /&gt;“Jangan marah nona manis. Aku kan cuma bercanda,” aku menangkap lengannya.&lt;br /&gt;“Habis mas jahat sih…”&lt;br /&gt;“Iya deh. Aku sayang sama Dewa,” kembali aku menggoda. Dewa diam saja. Seperti orang bisu. Akhirnya kami duduk di pos ronda dekat pintu gerbang Villa. Kami berdua sama-sama membisu.&lt;br /&gt;“Kamu marah ya?” tanyaku coba-coba, tapi Dewa tidak menjawab. Dia menatapku sebentar. Tatapan yang sukar diterka artinya. Lalu ia menghela nafas.&lt;br /&gt;“Kalau marah, aku minta maaf deh!” kataku memohon dengan hormat. Tapi kulihat Dewa tetap acuh tak acuh. Setelah agak lama, baru ia menoleh dan menatapku.&lt;br /&gt;“Lupakan saja” katanya ketus. Aku menelan ludah. Sombongnya!&lt;br /&gt;“Tapi nggak marah kan?” kataku lagi.&lt;br /&gt;“Nggak,” dia menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;“Benar…..”&lt;br /&gt;“Benar, nggak bohong koq!” katanya serius, seolah-olah mengumumkan perang. Tiba-tiba dia tersenyum. Aku merasa lega. Siasatku berhasil.&lt;br /&gt;“Hei, koq ngelamun, mas?” tanyanya mengejek masih dengan senyum. Aku menelan ludah. Dan ikut tersenyum.&lt;br /&gt;“O, iya kalau kamu benar-benar ingin puisi-puisiku, ini baru ada segini. Terimalah. Memang sudah dari semalam aku buat, khusus untukmu,” kuserahkan 4 lembar kertas ukuran A4. Kertas itu sudah semalam menginap di tasku, menanti kesempatan baik.&lt;br /&gt;“Aku tahu kalau kamu itu suka koleksi puisi-puisi” Dewa menatapku dengan pandangan ngerti dan tidak. Tapi akhirnya dia bilang :&lt;br /&gt;“Terima kasih sahabatku yang baik. Mas Relly terlalu baik amat sih?” tanyanya lagi sambil membuka kertas puisiku tadi.&lt;br /&gt;“Aku selalu ingat kamu Dewa,” Dewa menatapku lagi. Kali ini kulihat jelas matanya bersinar kebahagiaan. Lalu tersenyum lagi. Sudah jelas dan pasti buatku seorang.&lt;br /&gt;“O, iya nanti akan kukirim yang lebih bagus lagi ke rumahmu. Boleh kan?”&lt;br /&gt;“Boleh! Aku senang deh kalau mas mau main ke rumahku tapi jangan dihina ya! Sebelumnya terima kasih lho!” katanya sambil melipat kertas puisi itu tadi dan memasukkannya kedalam sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini aku sempat menangkap perubahan wajahnya yang cantik itu. Mungkin setelah membaca puisi-puisiku ia mulai merasakannya. Lalu lama kami saling membisu. Sampai akhirnya tak terasa tiba-tiba datang sebuah angkot warna kuning berhenti di depan pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu pasti Rizal.”&lt;br /&gt;“Iya, benar…tuh mulai nampak kacamatanya,” kataku sambil melambaikan tangan.&lt;br /&gt;“Halo, Relly!…Eh ini siapa?” sapa Rizal menyalamiku. Sementara Dewa tersenyum lebar.&lt;br /&gt;“Aku Dewa mas Rizal…” Dewa menyalami Rizal.&lt;br /&gt;“Oh, Dewa….akhirnya kita bisa bertemu juga. Apa kabarnya?” tanya Rizal sambil menyalami Dewa.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, baik mas Rizal,” sahut Dewa. Aku hanya tersenyum diam.&lt;br /&gt;“Jadi kalian berdua sengaja menungguku disini ya?” tanya Rizal.&lt;br /&gt;“Lho, katanya minta ditunggu di depan, karena aku nggak ada teman, aku minta ditemani Dewa saja….” sahutku kemudian.&lt;br /&gt;“Wah, sesuatu bangetz nih…..” Kami berdua tertawa lepas mendengar pernyataan Rizal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kamipun masuk kedalam Villa menuju kamar tempat kami menginap. Saat itu di langit terlihat banyak bintang-bintang berkelap-kelip diterangi cahaya rembulan. Aku merasa bahagia sekali pada malam itu. Walaupun rasa dingin telah menusuk jantungku, namun hatiku tetap terasa hangat. Malam itu aku langsung membuat kenangan yang indah dalam puisi di Ulang Tahun Desa Rangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………..Selamat datang kenangan&lt;br /&gt;kau muncul dalam sekejap&lt;br /&gt;membuat kuingat setiap saat&lt;br /&gt;kini kau ciptakan kebahagiaan&lt;br /&gt;kebahagian yang tak ternilai harganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin jujur padamu&lt;br /&gt;aku ingin katakan&lt;br /&gt;bahwa kali ini aku merasa&lt;br /&gt;benar-benar bahagia……..…&lt;br /&gt;bahagia sekali……………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Petir, 24 Oktober 2011&lt;br /&gt;(Cerpen : Edy Priyatna)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2955413907413693144?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2955413907413693144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2955413907413693144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/waktuku.html' title='SAJAK BUAT DEWA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2995645705691237299</id><published>2011-11-03T04:54:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T04:55:50.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PESAN BUAT SAHABAT 2</title><content type='html'>Sahabat……..&lt;br /&gt;hari pertama mulai berkesan&lt;br /&gt;penantian mendebarkan hati&lt;br /&gt;menyentak rasa suka citaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat……..&lt;br /&gt;pagi terlihat sangat cerah&lt;br /&gt;embunnya menguap pancarkan sinar&lt;br /&gt;membangunkan jiwa pelangiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;siang datang begitu pesat&lt;br /&gt;serupa terang mentari melayang&lt;br /&gt;menembus batas rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat……..&lt;br /&gt;malam masih tetap terjaga&lt;br /&gt;bagai gelap yang telah sirna&lt;br /&gt;menghilang dibalik rembulanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat……..&lt;br /&gt;goresanmu telah melingkari hati&lt;br /&gt;melepas semua rindu pada malammu&lt;br /&gt;bayangmu biaskan jiwa yang tenggelam&lt;br /&gt;menciptakan mimpi-mimpi indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat……..&lt;br /&gt;kenangkan di dada tentang jiwa&lt;br /&gt;teteskan kesejukan dalam damai&lt;br /&gt;torehkan keindahan dalam ramai&lt;br /&gt;hingga tembus dalam ruang dan waktu&lt;br /&gt;dan akan kuterbangkan angan&lt;br /&gt;tentang lukisan senjamu&lt;br /&gt;kunyanyikan kidung-kidung malam&lt;br /&gt;untuk penutup langitmu&lt;br /&gt;lalu kutulis dalam lembar-lembar hati ini&lt;br /&gt;tentang cerita malam serta pesan dan kesan&lt;br /&gt;agar tetap dapat tersimpan semua cita-cita kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok petir, 23 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2995645705691237299?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2995645705691237299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2995645705691237299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/pesan-buat-sahabat-2.html' title='PESAN BUAT SAHABAT 2'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7719065302300637958</id><published>2011-11-03T04:53:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T04:53:41.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MELEPAS SENJA</title><content type='html'>Raga ini mulai ringkih&lt;br /&gt;setelah melangkahkan kaki&lt;br /&gt;pada malam tak bergairah&lt;br /&gt;kemudian……..&lt;br /&gt;dibiarkannya langit hitam nan kosong&lt;br /&gt;daun-daun tak bersuara&lt;br /&gt;ketika datang hampa udara&lt;br /&gt;menunda turunnya hujan&lt;br /&gt;dibiarkannya lembar goresan beku&lt;br /&gt;dengan setangkai pena kaku&lt;br /&gt;tertulis tajam dalam sajak&lt;br /&gt;menusuk dada yang sesak&lt;br /&gt;dibiarkannya matahari melumat tubuh&lt;br /&gt;memancarkan cahaya sinar&lt;br /&gt;yang melepaskan isi jiwa&lt;br /&gt;sambil menghitung dengan pasti&lt;br /&gt;panggilan yang mampir di ruang diri&lt;br /&gt;padahal kematian bukan sekedar kepindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 21 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7719065302300637958?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7719065302300637958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7719065302300637958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/melepas-senja.html' title='MELEPAS SENJA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3017179195492702691</id><published>2011-11-03T04:51:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T04:52:13.194-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA DESA RANGKAT</title><content type='html'>Bangunlah dengan semangat kebahagiaan&lt;br /&gt;lupakan keresahan-keresahan&lt;br /&gt;bercahayalah dengan keseimbangan&lt;br /&gt;cerahlah dengan senyum matahari&lt;br /&gt;berawan putih di langit biru&lt;br /&gt;berpadi kuning di sawah hijau&lt;br /&gt;di tanah merah berlapis coklat&lt;br /&gt;lapisi abu-abumu dengan jingga&lt;br /&gt;lalu hujanlah untuk melepas segala kerinduan&lt;br /&gt;keindahan hati…..&lt;br /&gt;kesejukan ruang……&lt;br /&gt;kedamaian jiwa…….&lt;br /&gt;keramaian desa……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari telah lewat walau perlahan tapi amat pasti&lt;br /&gt;kenangkan pertemuan-pertemuan&lt;br /&gt;simpanlah dengan rasa kasih&lt;br /&gt;sayangilah dengan cinta suci nan abadi&lt;br /&gt;berkesan indah di dalam sejuk&lt;br /&gt;berpesan damai di dalam ramai&lt;br /&gt;di atas segala bentuk isi jantungmu&lt;br /&gt;kibarkan bendera semangat&lt;br /&gt;lalu beningkan mata airmu untuk kebersamaan&lt;br /&gt;sahabat sehati………&lt;br /&gt;sahabat seruang……….&lt;br /&gt;sahabat sewaktu………..&lt;br /&gt;sahabat sejati…………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah lembaran baru bagimu&lt;br /&gt;jejak langkah-langkah mulai tertanda lagi&lt;br /&gt;akan ada banyak pelangi yang menghiasi sawahmu&lt;br /&gt;senantiasa memberikan nikmat para petaninya&lt;br /&gt;perkenankanlah aku menuturkan goresan hati&lt;br /&gt;semangat ulang tahun……..&lt;br /&gt;tolong catat dihatimu&lt;br /&gt;aku juga penanam di desamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 20 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3017179195492702691?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3017179195492702691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3017179195492702691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/kepada-desa-rangkat.html' title='KEPADA DESA RANGKAT'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2782350787847019167</id><published>2011-11-03T04:49:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T04:51:10.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>TANAMAN KORUPSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dari akar-akar kemunafikan pada lembaga keserakahan syaitan pasti akan melahirkan tunas kejahatan memberi kesempatan batang berkarat menggantung dahan bergelimang debu tumbuhkan ranting getas nan kotor merangkai tangkai lunglai bergetah membuat daun-daun hijau menjadi hitam kembang-kembang merah menjadi kuning kerap disirami airmata putih insan jelata hingga membiru berbunga dusta menghasilkan buah dosa-dosa.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(Pondok Petir, 18 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2782350787847019167?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2782350787847019167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2782350787847019167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/tanaman-korupsi.html' title='TANAMAN KORUPSI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6216059260699117358</id><published>2011-11-03T04:45:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T04:47:17.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PULANG KE DESA</title><content type='html'>Setelah waktu tersisihkan&lt;br /&gt;pada semua kenangan manis&lt;br /&gt;dan semua pahit yang hinggap&lt;br /&gt;kusapa semua sahabat tercinta&lt;br /&gt;hanya karena sahabat aku duduk&lt;br /&gt;menanti di saung sawah yang hijau&lt;br /&gt;menanti semua semangat yang datang&lt;br /&gt;membuatku kembali menulis catatan puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sengaja aku ungkapkan&lt;br /&gt;pada semua yang selalu menyapa&lt;br /&gt;dan memberikan warna kegembiraan&lt;br /&gt;karena pantas untuk diabadikan&lt;br /&gt;kau sungguh sangat luar biasa&lt;br /&gt;kau telah amat banyak berbagi&lt;br /&gt;kau selalu ingin menemani&lt;br /&gt;sementara aku hanya seorang yang biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah waktu itu datang&lt;br /&gt;maafkanlah telah meninggalkanmu&lt;br /&gt;kirimkan doa untuk keselamatan&lt;br /&gt;seperti yang aku lakukan untukmu&lt;br /&gt;ijinkan aku pulang dalam nyata&lt;br /&gt;pada semua yang pergi menyalami&lt;br /&gt;pada semua yang tiba mengasihi&lt;br /&gt;besok aku akan berangkat&lt;br /&gt;pulang ke desaku yang indah&lt;br /&gt;yang penuh kedamaian&lt;br /&gt;yang senantiasa sejuk&lt;br /&gt;yang kini mulai ramai……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 19 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6216059260699117358?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6216059260699117358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6216059260699117358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/pulang-ke-desa.html' title='PULANG KE DESA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7658172785521018261</id><published>2011-11-03T04:44:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T04:45:01.087-07:00</updated><title type='text'>SEMU</title><content type='html'>Kaki telanjangku telah menapak bukit&lt;br /&gt;terjalnya bukit hatimu&lt;br /&gt;matamu memandang seolah mendorongku&lt;br /&gt;untuk terus melangkah&lt;br /&gt;rintangan menghadang trip melelahkan&lt;br /&gt;nan penuh onak dan duri-duri&lt;br /&gt;tekadku tetap semangat&lt;br /&gt;tak akan pernah menyerah&lt;br /&gt;dari manapun…&lt;br /&gt;sampai kapanpun…&lt;br /&gt;walaupun aku tak tegas melampauinya&lt;br /&gt;walaupun kau tak tega menghendakinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tahu bahwa kau telah tahu&lt;br /&gt;datang rasa resah menghantui&lt;br /&gt;sedetik terluput oleh gundah gulana&lt;br /&gt;dalam keraguan kegelisahan kalbu&lt;br /&gt;mulut mulai kelu&lt;br /&gt;gerakan mulai lamban&lt;br /&gt;langkah mulai terhenti&lt;br /&gt;tak sampai niatan hati&lt;br /&gt;karena ada yang tiba dibelakangmu…..&lt;br /&gt;karena ada yang lain menantimu di kaki bukit…..&lt;br /&gt;aku adalah bayang-bayang&lt;br /&gt;kasih sayang semu yang nyata………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jakarta, 13 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7658172785521018261?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7658172785521018261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7658172785521018261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/semu.html' title='SEMU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2531044123057191998</id><published>2011-11-03T04:33:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T04:40:49.314-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BERITA PETANG</title><content type='html'>Dari belahan bumi paling murni&lt;br /&gt;di lahan tandus tak dendam&lt;br /&gt;di antara partikel-partikel basah&lt;br /&gt;banyak orang kehausan&lt;br /&gt;menanti tibanya sukacita&lt;br /&gt;bagi sebuah kesumat yang tertunaikan&lt;br /&gt;dari darah yang mengalir di ujung timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara……..&lt;br /&gt;di ujung yang satunya lagi&lt;br /&gt;di lahan subur yang pernah terendam&lt;br /&gt;di antara kesunyian-kesunyian kering&lt;br /&gt;banyak orang berhamburan&lt;br /&gt;karena didatangi gempa lima&lt;br /&gt;dari getaran Sinabang Tapaktuan di baratdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu……..&lt;br /&gt;di belahan lainnya&lt;br /&gt;di balik belahan dunia&lt;br /&gt;orang-orang desa mendirikan pagar keresahan&lt;br /&gt;menyusun kerangka kebencian untuk diledakkan&lt;br /&gt;di pusat kota tempat para penggerak daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian……..&lt;br /&gt;di belahan lainnya lagi&lt;br /&gt;di balik ujung yang satunya lagi&lt;br /&gt;para penonton terus menoton dan ditonton&lt;br /&gt;menyaksikan perdebatan seru masalah satu kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya……&lt;br /&gt;di sini&lt;br /&gt;di lapak puisi ini&lt;br /&gt;kita hanya dapat meraba dan membaca saja&lt;br /&gt;namun tak bisa berkaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 17 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2531044123057191998?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2531044123057191998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2531044123057191998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/berita-petang.html' title='BERITA PETANG'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2469141572504012003</id><published>2011-11-03T04:32:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T04:33:18.248-07:00</updated><title type='text'>KOMODO</title><content type='html'>Bersandar pada sebuah nusa putih&lt;br /&gt;kesunyian tidur dibalik belukar&lt;br /&gt;langkah-langkah tegap merayap&lt;br /&gt;menyusuri seluruh pantai&lt;br /&gt;tak dapat mengusik penghuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sepi menyanyi warna hitam&lt;br /&gt;munculah dengan melata seekor naga&lt;br /&gt;langkah-langkah tegap menyergap&lt;br /&gt;ombak meriak peluru menghujam&lt;br /&gt;langsung mengusik jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mencari ilmu membawa mayat&lt;br /&gt;dari timur hingga ke barat&lt;br /&gt;langkah-langkah tegap menatap&lt;br /&gt;singgah bersimpuh di kota hujan&lt;br /&gt;pulau keajaiban duniapun telah ditemukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 15 Oktober 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita dukung Pulau Komodo…..Ketik Komodo kirim ke 9818&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2469141572504012003?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2469141572504012003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2469141572504012003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/11/komodo.html' title='KOMODO'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7398843582981282661</id><published>2011-10-14T13:09:00.001-07:00</published><updated>2011-10-14T13:09:42.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERUBAHAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai para pemimpin........&lt;br /&gt;masih adakah hati berisi&lt;br /&gt;saat logika sudah mulai basi&lt;br /&gt;nurani makin terkikis&lt;br /&gt;pada gemuruh pesona yang tak kunjung padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah........&lt;br /&gt;lagu birokrat dalam melodinya&lt;br /&gt;sinetron nan selalu kejar tayang&lt;br /&gt;di episode tikus-tikus berpestapora&lt;br /&gt;sementara para pembantai santai dipantai&lt;br /&gt;terbuai dalam kesenangan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah pula, drama kolosal republik dua&lt;br /&gt;genderang tambur bertalu-talu&lt;br /&gt;ketika simak klimak dialog deras&lt;br /&gt;masing-masing saling berdebat&lt;br /&gt;di era teknologi canggih&lt;br /&gt;membisingkan ruang pada gubug-gubug rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tampak terlihat para penonton&lt;br /&gt;hanyut terbawa banjir air mata&lt;br /&gt;dalam gelap suasana mendung&lt;br /&gt;hati putihnya telah teriris&lt;br /&gt;kerap kali dihujani beban yang tak kunjung reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin........&lt;br /&gt;masih adakah rasa bersatu&lt;br /&gt;saat logika masih belum mati&lt;br /&gt;perbaiki asa hati dampak erosi&lt;br /&gt;agar nurani takkan membesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjaulah........&lt;br /&gt;fragmen usang rakyat jelata&lt;br /&gt;sahutan dialog bersahaja&lt;br /&gt;ketika didengar secara seksama&lt;br /&gt;melahirkan rahmat nan indah&lt;br /&gt;tetap semangat sebagai anak bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran nyata yang selalu sama&lt;br /&gt;karena rakyat butuh nasi&lt;br /&gt;meskipun hanya nasi basi&lt;br /&gt;nikmat dimakan dengan garam&lt;br /&gt;masih kuat bertahan menyaksikan kisah bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin&lt;br /&gt;masih adakah hati berisi&lt;br /&gt;saat logika sudah mati&lt;br /&gt;meskipun bukan basa-basi&lt;br /&gt;tapi sudahlah........&lt;br /&gt;ini hanyalah sajak&lt;br /&gt;tak perlu lagi tanggap&lt;br /&gt;tak perlu lagi risau&lt;br /&gt;tak perlu lagi resah&lt;br /&gt;karena kami telah terbiasa.......&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 14 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7398843582981282661?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7398843582981282661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7398843582981282661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perubahan_8876.html' title='PERUBAHAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6931090077087585451</id><published>2011-10-14T13:08:00.003-07:00</published><updated>2011-10-14T13:11:17.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BERUSUH HATI</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hentakan kepalan tanganku pagi ini&lt;br /&gt;memicu benak pikiran geram&lt;br /&gt;terhadap layar reportase subuh&lt;br /&gt;pada para pemimpin rakyat&lt;br /&gt;yang senantiasa berulah aneh&lt;br /&gt;menjadikan orang-orang terjaga&lt;br /&gt;berlagu bagai badut penghibur&lt;br /&gt;membuat penonton berduka tanpa ketawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kepalan tanganku siang ini&lt;br /&gt;menggores pena-pena hitam&lt;br /&gt;pada daun-daun kekeringan&lt;br /&gt;mengacak buah semangat&lt;br /&gt;meracik kata-kata menjadi kalimat resah&lt;br /&gt;dalam baris-baris sajak keras&lt;br /&gt;yang telah koyak diremas hati&lt;br /&gt;karena tak pernah menjadi jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kepalan tanganku malam ini&lt;br /&gt;telah mengoncangkan hati&lt;br /&gt;bersamaan gempa yang terjadi pada hari ini&lt;br /&gt;mencatat dengan nyata tindakan para pejabat&lt;br /&gt;yang menimbulkan banyak data&lt;br /&gt;”kemarin ratusan petani telah dirugikan…”&lt;br /&gt;”kemarin ribuan penduduk kehilangan rumah…”&lt;br /&gt;”kemarin jutaan rakyat dicuri pulsanya…”&lt;br /&gt;”kemarin semua rakyat dirampok para pejabat…”&lt;br /&gt;semua meresah-gelisahkan pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kepalan tanganku&lt;br /&gt;telah membius lentik kelopak mataku&lt;br /&gt;hingga tak dapat ditutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 13 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6931090077087585451?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6931090077087585451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6931090077087585451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perub.html' title='BERUSUH HATI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7482400147320047219</id><published>2011-10-14T13:08:00.001-07:00</published><updated>2011-10-14T13:21:35.663-07:00</updated><title type='text'>PERUBAHAN</title><content type='html'>Wahai para pemimpin........&lt;br /&gt;masih adakah hati berisi&lt;br /&gt;saat logika sudah mulai basi&lt;br /&gt;nurani makin terkikis&lt;br /&gt;pada gemuruh pesona yang tak kunjung padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah........&lt;br /&gt;lagu birokrat dalam melodinya&lt;br /&gt;sinetron nan selalu kejar tayang&lt;br /&gt;di episode tikus-tikus berpestapora&lt;br /&gt;sementara para pembantai santai dipantai&lt;br /&gt;terbuai dalam kesenangan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah pula, drama kolosal republik dua&lt;br /&gt;genderang tambur bertalu-talu&lt;br /&gt;ketika simak klimak dialog deras&lt;br /&gt;masing-masing saling berdebat&lt;br /&gt;di era teknologi canggih&lt;br /&gt;membisingkan ruang pada gubug-gubug rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tampak terlihat para penonton&lt;br /&gt;hanyut terbawa banjir air mata&lt;br /&gt;dalam gelap suasana mendung&lt;br /&gt;hati putihnya telah teriris&lt;br /&gt;kerap kali dihujani beban yang tak kunjung reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin........&lt;br /&gt;masih adakah rasa bersatu&lt;br /&gt;saat logika masih belum mati&lt;br /&gt;perbaiki asa hati dampak erosi&lt;br /&gt;agar nurani takkan membesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjaulah........&lt;br /&gt;fragmen usang rakyat jelata&lt;br /&gt;sahutan dialog bersahaja&lt;br /&gt;ketika didengar secara seksama&lt;br /&gt;melahirkan rahmat nan indah&lt;br /&gt;tetap semangat sebagai anak bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran nyata yang selalu sama&lt;br /&gt;karena rakyat butuh nasi&lt;br /&gt;meskipun hanya nasi basi&lt;br /&gt;nikmat dimakan dengan garam&lt;br /&gt;masih kuat bertahan menyaksikan kisah bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin&lt;br /&gt;masih adakah hati berisi&lt;br /&gt;saat logika sudah mati&lt;br /&gt;meskipun bukan basa-basi&lt;br /&gt;tapi sudahlah........&lt;br /&gt;ini hanyalah sajak&lt;br /&gt;tak perlu lagi tanggap&lt;br /&gt;tak perlu lagi risau&lt;br /&gt;tak perlu lagi resah&lt;br /&gt;karena kami telah terbiasa........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 12 Oktober 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7482400147320047219?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7482400147320047219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7482400147320047219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perubahan_14.html' title='PERUBAHAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-826050879940200036</id><published>2011-10-14T13:02:00.001-07:00</published><updated>2011-10-14T13:21:02.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERUBAHAN</title><content type='html'>&lt;i&gt;Wahai para pemimpin........&lt;br /&gt;masih adakah hati berisi&lt;br /&gt;saat logika sudah mulai basi&lt;br /&gt;nurani makin terkikis&lt;br /&gt;pada gemuruh pesona yang tak kunjung padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah........&lt;br /&gt;lagu birokrat dalam melodinya&lt;br /&gt;sinetron nan selalu kejar tayang&lt;br /&gt;di episode tikus-tikus berpestapora&lt;br /&gt;sementara para pembantai santai dipantai&lt;br /&gt;terbuai dalam kesenangan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah pula, drama kolosal republik dua&lt;br /&gt;genderang tambur bertalu-talu&lt;br /&gt;ketika simak klimak dialog deras&lt;br /&gt;masing-masing saling berdebat&lt;br /&gt;di era teknologi canggih&lt;br /&gt;membisingkan ruang pada gubug-gubug rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tampak terlihat para penonton&lt;br /&gt;hanyut terbawa banjir air mata&lt;br /&gt;dalam gelap suasana mendung&lt;br /&gt;hati putihnya telah teriris&lt;br /&gt;kerap kali dihujani beban yang tak kunjung reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin........&lt;br /&gt;masih adakah rasa bersatu&lt;br /&gt;saat logika masih belum mati&lt;br /&gt;perbaiki asa hati dampak erosi&lt;br /&gt;agar nurani takkan membesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjaulah........&lt;br /&gt;fragmen usang rakyat jelata&lt;br /&gt;sahutan dialog bersahaja&lt;br /&gt;ketika didengar secara seksama&lt;br /&gt;melahirkan rahmat nan indah&lt;br /&gt;tetap semangat sebagai anak bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran nyata yang selalu sama&lt;br /&gt;karena rakyat butuh nasi&lt;br /&gt;meskipun hanya nasi basi&lt;br /&gt;nikmat dimakan dengan garam&lt;br /&gt;masih kuat bertahan menyaksikan kisah bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin&lt;br /&gt;masih adakah hati berisi&lt;br /&gt;saat logika sudah mati&lt;br /&gt;meskipun bukan basa-basi&lt;br /&gt;tapi sudahlah........&lt;br /&gt;ini hanyalah sajak&lt;br /&gt;tak perlu lagi tanggap&lt;br /&gt;tak perlu lagi risau&lt;br /&gt;tak perlu lagi resah&lt;br /&gt;karena kami telah terbiasa........&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 11 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-826050879940200036?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/826050879940200036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/826050879940200036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perubahan.html' title='PERUBAHAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7794785661340346688</id><published>2011-10-14T12:58:00.001-07:00</published><updated>2011-10-15T10:33:19.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>PERTEMUAN JINGGA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerpen : Edy Priyatna&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jingga. Aku teringat ketika itu kita pernah bertemu secara tidak disengaja. Kita bertemu dalam bus malam. Rambutmu hitam pekat panjang terikat dengan ikatan rambut yang tidak terlihat. Wajahmu sejuk bening namun ada guratan kecil di pipi kanan dekat telingga, bekas jerawat. Lalu ada bekas luka dipergelangan tanganmu. Kemudian aku tidak pernah lupa pada saat itu aku bertanya secara spontan,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Wah, kamu pernah mau bunuh diri ya?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Eh…bukan! Ini luka jatuh dari motor saat aku masih SMP!” jawabnya memprotes pendapatku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Lho koq, hanya tangan saja yang luka?” aku terus menggodanya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ya nggaklah, dulu itu aku luka parah sekali, tangan dan pahaku dijahit. Waktu itu aku tidak sadarkan diri telah terluka. Bekasnya masih ada sih…”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Langsung aku menjelajahi tubuhmu dari kepala hingga ujung kaki. Namun tak ada tanda-tanda itu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Mana lukamu itu? Tidak terlihat?!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jingga melotot tajam. Namun hanya sebentar, lalu dia tersenyum.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kamu ingin melihatnya?!” tanyanya kemudian.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aku hanya menjawabnya dengan senyum sambil mengangguk-anggukkan kepalaku. Jingga mendekatkan wajahnya ke wajahku dan berkata pelan-pelan, ”Harus punya surat dulu………”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;********&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Malam itu aku berlari sekencang-kencangnya mengejar bus yang telah keluar dari terminal, tapi tidak berhasil. Jadwal bus memang tidak pernah pasti. Kadang suka menunggu penumpang lama sekali. Masih wajarlah bila bangku masih kosong sebagian. Tetapi kadang sudah penuhpun masih belum beranjak dari tempatnya. Yang lebih mengesalkan lagi, aku berlari mengejarnya sebelum meloncat ke dalam bus dan ternyata aku telah naik bus yang salah. Busnya memang tidak salah tapi salahku sendiri yang nekad menaiki bus yang akan pulang ke pool.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aku berharap bisa menjumpai Jingga kembali, setelah pertemuan beberapa waktu yang lalu. Tapi bus yang kunaiki, bangkunya masih kosong. Tiba-tiba kulihat sekelebat dirimu berada di bus yang lain. Secepat kilat aku meloncat dari busku. Bergegas aku menaiki bus yang masih berhenti. Kudapati dirinya, yang tengah tertunduk lesu. Tiada senyum yang terangkum. Hampir saja kuseru namanya, untuk meluapkan kegembiraanku. Namun entah kenapa tiba-tiba lidahku menjadi kelu. Jingga mengangkat kepalanya. Raut wajahnya cerah seketika setelah melihatku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Sayang, kemana saja? Aku hampir turun dari bus ini.“&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lalu dia langsung memelukku. Sehingga terlihat bagaikan sepasang kekasih yang saling menuntaskan kerinduan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Bus ini akan membawa mimpi-mimpi kita, sayang,” bisiknya di telingaku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kemudian aku dan Jingga duduk bersebelahan. Dia meluruskan kedua kaki dan mengangkat gaunnya yang terlihat seperti pengantin. Terlihat guratan kecil, sepanjang empat sentimeter di paha yang sebelah kiri. Aku merasa aneh.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Lho, kita kan masih belum resmi?” kataku langsung memprotes.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Sudah, sayang…kita sudah sah!” jawabnya dengan lantang. Bersamaan dengan bergeraknya bus keluar terminal.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tak lama Jingga memegang kedua tanganku, dia menggeser tubuhku, agar aku melihat ke jendela kaca.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Lihat bajumu, itu jas pengantin yang aku pilih.” Aku benar-benar tidak percaya dan masih penasaran dengan penjelasannya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Tapi, aku belum pernah mengucapkan ijab-kabul!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Aku yang telah mewakilinya, sayang. Masalahnya waktu itu kau tertidur.“&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Apa?!” aku terkejut hebat, “Tidak bisa begitu?!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Sudah yah, sayang. Kita tidak perlu berdebat lagi. Sudah terlambat………“&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Buspun melaju dengan kencangnya. Hentakan kecil mulai terasa. Benar sudah terlambat bagiku untuk meloncat keluar.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Bus aneh ini, akan pergi kemana?” kataku terdengar sedikit cemas.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ini bukan bus aneh, sayang. Ini bus malam pertama kita!” bisiknya sambil memeluk diriku dengan erat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aku terus larut dengan rasa cemas. Rasa itu telah bercampur aduk dengan rasa-rasa lainnya. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap menikmati saja semua rasa tanpa harus memikirkan masalah yang sangat rumit di negeri ini yang selalu hinggap ketika aku bekerja. Batinku hanya berharap agar diriku tetap selamat dunia akhirat, sehingga perjalananku tetap sampai pada tujuan yang senantiasa kuinginkan.-&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 10 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7794785661340346688?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7794785661340346688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7794785661340346688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/berusuh-hati_14.html' title='PERTEMUAN JINGGA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-159334696649927813</id><published>2011-10-14T12:57:00.001-07:00</published><updated>2011-12-24T02:13:03.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KOMODO</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Bersandar pada sebuah nusa putih&lt;br /&gt;kesunyian tidur dibalik belukar&lt;br /&gt;langkah-langkah tegap merayap&lt;br /&gt;menyusuri seluruh pantai&lt;br /&gt;tak dapat mengusik penghuni&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Ketika sepi menyanyi warna hitam&lt;br /&gt;munculah dengan melata seekor naga&lt;br /&gt;langkah-langkah tegap menyergap&lt;br /&gt;ombak meriak peluru menghujam&lt;br /&gt;langsung mengusik jantung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Hidup mencari ilmu membawa mayat&lt;br /&gt;dari timur hingga ke barat&lt;br /&gt;langkah-langkah tegap menatap&lt;br /&gt;singgah bersimpuh di kota hujan&lt;br /&gt;pulau keajaiban duniapun telah ditemukan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;(Pondok Petir, 15 Oktober 2011)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-159334696649927813?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/159334696649927813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/159334696649927813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/pelangi_14.html' title='KOMODO'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8963813469101881728</id><published>2011-10-14T12:51:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T13:18:07.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[FF] MALU TAMPIL PADA ULANG TAHUN RANGKAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Cermin : Edy Priyatna&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Setiap ada kegiatan yang khusus di Desa Rangkat, aku tidak pernah absen untuk mengikutinya. Pada syukuran hari ulang tahun desa yang Pertama di Villa LACITRA Desa Rangkat, aku dengan sigap membantu menyukseskannya termasuk mengatur acara yang telah menjadi kebiasaan disana. Dimana semua warga desa diwajibkan tampil ke depan podium untuk menyampaikan kesan dan pesan selama menjadi warga desa. Hal itu merupakan sebuah keunikan tersendiri yang ada di Indonesia dan hanya ada di desa ini. Mulai dari Kades Rangkat berserta perangkat desanya hingga RW, RT dan Hansip serta semua warga masyarakat desa tampil dengan gayanya masing-masing.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sudah dua kali acara unik itu dilaksanakan. Dari seluruh warga yang hadir, ada satu orang tetanggaku yang selalu menghilang ketika acara itu dimulai. Arifin Basyir namanya, dia sebenarnya warga desa yang sangat rajin. Bahkan oleh Bu Kades dia telah dijuluki ‘tukang ngurus sapi’ desa yang hebat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Setelah aku selidiki ternyata dia itu orangnya minder. Sehingga pada saat acara ulang tahun tersebut dimulai aku berusaha menjaganya agar tidak menghilang. Kemanapun dia pergi aku selalu mengikutinya. Bahkan saat dia pergi ke toilet, aku tetap menjaganya hingga dia keluar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ketika tiba giliran maju ke podium, Arifin dipanggil oleh pembawa acara Jingga dan Ibay. Namun dia sempat tidak bersedia berdiri dari bangkunya. Sementara semua warga memberi aplaus dan semangat. Lalu setelah aku membujuknya diapun bersedia tampil dan langsung aku mengantarnya naik ke atas panggung. Diatas panggung dia tersenyum dan cukup lama berdiam sambil berdiri.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Hmm……..sebenarnya besar kemaluan saya berada di depan teman-teman semua tetapi karena didorong-dorong akhirnya berdiri juga…,” kata Arifin dengan lugu. Seluruh warga desa bersorak gembira pada saat itu. Akhirnya acara syukuran itupun berlangsung dengan sangat meriah dan luar biasa.-&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 08 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8963813469101881728?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8963813469101881728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8963813469101881728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/ff-malu-tampil-pada-ulang-tahun-rangkat_14.html' title='[FF] MALU TAMPIL PADA ULANG TAHUN RANGKAT'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2971125787577869671</id><published>2011-10-13T14:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T13:19:49.472-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BERUSUH HATI</title><content type='html'>&lt;i&gt;Hentakan kepalan tanganku pagi ini&lt;br /&gt;memicu benak pikiran geram&lt;br /&gt;terhadap layar reportase subuh&lt;br /&gt;pada para pemimpin rakyat&lt;br /&gt;yang senantiasa berulah aneh&lt;br /&gt;menjadikan orang-orang terjaga&lt;br /&gt;berlagu bagai badut penghibur&lt;br /&gt;membuat penonton berduka tanpa ketawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kepalan tanganku siang ini&lt;br /&gt;menggores pena-pena hitam&lt;br /&gt;pada daun-daun kekeringan&lt;br /&gt;mengacak buah semangat&lt;br /&gt;meracik kata-kata menjadi kalimat resah&lt;br /&gt;dalam baris-baris sajak keras&lt;br /&gt;yang telah koyak diremas hati&lt;br /&gt;karena tak pernah menjadi jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kepalan tanganku malam ini&lt;br /&gt;telah mengoncangkan hati&lt;br /&gt;bersamaan gempa yang terjadi pada hari ini&lt;br /&gt;mencatat dengan nyata tindakan para pejabat&lt;br /&gt;yang menimbulkan banyak data&lt;br /&gt;”kemarin ratusan petani telah dirugikan…”&lt;br /&gt;”kemarin ribuan penduduk kehilangan rumah…”&lt;br /&gt;”kemarin jutaan rakyat dicuri pulsanya…”&lt;br /&gt;”kemarin semua rakyat dirampok para pejabat…”&lt;br /&gt;semua meresah-gelisahkan pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kepalan tanganku&lt;br /&gt;telah membius lentik kelopak mataku&lt;br /&gt;hingga tak dapat ditutup&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 07 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2971125787577869671?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2971125787577869671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2971125787577869671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/berusuh-hati.html' title='BERUSUH HATI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1289699008500133908</id><published>2011-10-10T20:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T13:19:15.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PELANGI</title><content type='html'>&lt;i&gt;Hari ini aku rindu warnamu&lt;br /&gt;datanglah ke pondokku segera&lt;br /&gt;lama sudah tak ada kesejukan&lt;br /&gt;bagai menanti sunyi di tengah kota&lt;br /&gt;setiap hari cerah benderang&lt;br /&gt;walaupun tanpa bintang&lt;br /&gt;karena matahari telah murka&lt;br /&gt;panasnya telah membias kembali&lt;br /&gt;tak terhalang mega hitam&lt;br /&gt;sehingga langit bergaris putih&lt;br /&gt;matanya kering tak berair lagi........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini aku sangat rindu warnamu&lt;br /&gt;kapankah kau akan tiba&lt;br /&gt;sementara lama namamu&lt;br /&gt;kerap dipanggil di tengah desa&lt;br /&gt;warnamu kini terjatuh di bumi&lt;br /&gt;merahmu ada di tanah kering&lt;br /&gt;kuningmu ada di daun usang&lt;br /&gt;hijaumu ada di batu karang&lt;br /&gt;sebab mentari tak dapat melukismu&lt;br /&gt;sehingga hilanglah semua&lt;br /&gt;keindahan dan kesuburan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari aku selalu mengharapkanmu&lt;br /&gt;karena sudah lama hujanpun tak pernah datang........&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 06 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1289699008500133908?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1289699008500133908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1289699008500133908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/pelangi.html' title='PELANGI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2267437849939673296</id><published>2011-10-10T03:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T13:05:12.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERJALANAN 9</title><content type='html'>&lt;b&gt;Dalam kesendirian aku melangkah&lt;br /&gt;pergi ke sudut ruang suci&lt;br /&gt;mencari sesuatu yang hilang&lt;br /&gt;entah apa aku tak tahu........&lt;br /&gt;rasa itu datang menghampiri&lt;br /&gt;menelusuri jalan kejujuran&lt;br /&gt;gelora kalbu tak bersahabat&lt;br /&gt;gelombang jiwa acap berkehendak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hujan yang turun&lt;br /&gt;tak ada angin yang menyebar&lt;br /&gt;semua tak dapat kutolak&lt;br /&gt;keringat terus mengalir deras&lt;br /&gt;membanjiri hati kering&lt;br /&gt;hingga menimbulkan jamur kerinduan&lt;br /&gt;tanggapan indra yang tak bertepi........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu hadir&lt;br /&gt;tak berbekas nyata&lt;br /&gt;dalam hening kesunyian&lt;br /&gt;namun senantiasa tergores&lt;br /&gt;pada lembar-lembar daun kering&lt;br /&gt;yang tersimpan dalam detak jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku terus menata ruang&lt;br /&gt;menyusun rapi semua anganku&lt;br /&gt;dalam lemari kasih yang besar&lt;br /&gt;di laci-laci putih yang bersih&lt;br /&gt;agar jiwa menjadi sejuk dan damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kulihat langkahku&lt;br /&gt;bertanda pada ruang&lt;br /&gt;yang pengap itu&lt;br /&gt;tiba-tiba........&lt;br /&gt;angin menyapa berbisik&lt;br /&gt;meyakini........&lt;br /&gt;peluhpun menyapu jejak luka........&lt;br /&gt;lalu kutitipkan semua ketulusanku........&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 05 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2267437849939673296?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2267437849939673296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2267437849939673296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/ff-malu-tampil-pada-ulang-tahun-rangkat.html' title='PERJALANAN 9'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8989677347902899917</id><published>2011-10-06T03:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-06T03:54:12.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[FF] KETINGGALAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hari telah sampai pada waktu fajar ketika Rizal berlari-lari kecil menuju ke rumahnya. Ia terlihat sangat terburu-buru sekali untuk segera memasuki rumahnya. Ketika sudah berada di depan pintu rumahnya ia menekan bel berkali-kali. Namun belum ada juga yang datang membukakan pintu itu. Lalu ia mencoba dengan menggedornya, tetapi masih belum juga ada respon. Kemudian dia berjalan ke samping rumah di sebelah sebuah pohon jengkol dia buang air kecil sambil berdiri. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sebenarnya Rizal tidak biasa buang air selain di kamar mandi atau toilet rumahnya sendiri, apalagi buang air besar. Baru kali ini ia terpaksa melakukannya di halaman rumahnya. Ini suatu kebiasaan yang aneh. Bahkan karena sudah menjadi kebiasaan seperti itu, ia pernah buang air besar di rumah temannya ketika tiba-tiba perutnya terasa mulas dan ia ingin buang air besar. Namun setelah dia berada dalam kamar mandi tidak keluar secuilpun. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Setelah Rizal merasa lega karena telah mengeluarkan hajatnya, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Lalu tanpa pikir panjang lagi ia langsung berlari sekencang-kencangannya menuju kearah pada saat dia datang. Tanpa berhenti ia berlari melewati jalan yang panjang, perkampungan sunyi.  Tak lelah berlari dalam kegelapan hingga melalui beberapa perempatan di lintasan yang belum ramai pada saat itu. Dalam pelarian yang sangat tergesa-gesa itu sempat mengundang perhatian seekor anjing sayur yang kebetulan sedang terbangun di tepi jalan menunggu mangsa datang. Anjingpun langsung ikut mengejar Rizal, namun karena tahu dikejar ia lebih meningkatkan lagi kecepatan berlarinya. Sehingga anjing tersebut tertinggal jauh dan langsung kembali ke tempat semula.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Akhirnya dengan nafas yang tesengal-sengal Rizal tiba juga di rumah yang dituju. Ketika sudah di depan pintu ia langsung menggedor-gedor pintu rumah itu. Cukup lama juga ia menunggu sipemilik rumah keluar. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Siapa di luar?” tanya seorang wanita dari dalam rumah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Saya Rizal…..” sahut Rizal dengan suara agak pelan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Siapa??” tanyanya lagi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Rizal, mbak….!” Jawab Rizal dengan keras.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tak lama kemudian wanita itu membukakan pintu rumahnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ada apa?!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Celana dalam ketinggalan……..”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 04 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8989677347902899917?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8989677347902899917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8989677347902899917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/ff-ketinggalan.html' title='[FF] KETINGGALAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2068074135474512293</id><published>2011-10-05T12:48:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T14:50:59.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PEREMPUANKU</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ketika kau datang hingga pertemuan itu terjadi&lt;br /&gt;aku hampir tidak percaya&lt;br /&gt;sungguh nyata adanya&lt;br /&gt;sosok sederhana&lt;br /&gt;luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau indah namun tak dapat diraih&lt;br /&gt;kau cantik tapi tak bisa dipegang tak bisa diraba&lt;br /&gt;kau menawan buah pikiranku selalu erat dalam pelukan&lt;br /&gt;bersama langkah tegapku menyusuri belantara disaat mata terlelap&lt;br /&gt;menyoroti bayangmu seperti tak pernah lenyap dari layarku yang lebar membentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Lalu kukembangkan sayapku terbang tinggi keatas awan melayang menciptakan puisi langit menggoreskan cermin mega membentuk prosa cakrawala meniti makna pelangi melewati mentari menyongsong senja meneropong bintang menikmati rembulan menelusuri jiwa  mengungkapkan rasa tersembuyi dibalik hati nan suci luapkan cinta putihku nan sejati&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 03 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2068074135474512293?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2068074135474512293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2068074135474512293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perempuanku.html' title='PEREMPUANKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3312308917433998012</id><published>2011-10-05T03:54:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T12:47:00.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERJALANAN 8</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pada lintas selanjutnya&lt;br /&gt;melewati pulau perkampungan&lt;br /&gt;ada gangguan yang mengusik dalam angan&lt;br /&gt;saat serangan menerjang dalam badai&lt;br /&gt;adalah cara hidup alami&lt;br /&gt;tak mudah dapat terbayangkan&lt;br /&gt;asa-asaan pada ikhtiar dan keyakinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah sorot matahari, kita bernaung&lt;br /&gt;diatas badai kita bertahan&lt;br /&gt;di dalam sebuah kehendak dan keyakinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana itu laksana kapal berlayar&lt;br /&gt;tak mudah dapat terbayangkan&lt;br /&gt;tak akan pernah tahu&lt;br /&gt;ada ombak menghamtam&lt;br /&gt;saat badai menerjang&lt;br /&gt;tetap berpikir dalam benak&lt;br /&gt;hanya berlayar dan berlayar&lt;br /&gt;hingga ke negeri impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ikhtiar dan kehendak&lt;br /&gt;harus dalam keyakinan&lt;br /&gt;bahwa Dia senantiasa ada saat dibutuhkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 02 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3312308917433998012?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3312308917433998012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3312308917433998012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perjalanan-8.html' title='PERJALANAN 8'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8115111264659068452</id><published>2011-10-04T14:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T14:36:48.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERJALANAN 7</title><content type='html'>&lt;b&gt;“Perpisahan bukan ujung perjalanan”&lt;br /&gt;kata hati ketika terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa peduli apapun&lt;br /&gt;kaki ini terus melangkah&lt;br /&gt;melewati bukit kesedihan&lt;br /&gt;meninggalkan jurang penyesalan&lt;br /&gt;melalui rintangan sunyi&lt;br /&gt;hingga menciptakan kasih&lt;br /&gt;kembali menanti hidup sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa apapun&lt;br /&gt;langkah terus menjadi lelah &lt;br /&gt;memerlukan pondok\teduh&lt;br /&gt;alas penuh kerindangan&lt;br /&gt;mengisi energi terbuang&lt;br /&gt;pada cinta yang tersimpan&lt;br /&gt;menyongsong masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjalanan harus diteruskan……..”&lt;br /&gt;kata hati ketika terhenti&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 01 Oktober 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8115111264659068452?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8115111264659068452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8115111264659068452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/perjalanan-7.html' title='PERJALANAN 7'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8560649529521409392</id><published>2011-10-04T11:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T11:46:34.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MALAM</title><content type='html'>&lt;b&gt;Senantiasa datang pada belahan&lt;br /&gt;saat mentari tenggelam&lt;br /&gt;ketika bumi berputar&lt;br /&gt;menghalangi sinar surya itu&lt;br /&gt;memberi batasan dibalik kehidupan&lt;br /&gt;hingga menghujani hitam kelam&lt;br /&gt;menjadikan sebuah waktu gelap&lt;br /&gt;membuat diriku……..&lt;br /&gt;harus menciptakan tidur&lt;br /&gt;yang amat indah&lt;br /&gt;lalu terlelap dalam mimpi&lt;br /&gt;sehingga menerangi jiwa dalam kegelapan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 30 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8560649529521409392?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8560649529521409392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8560649529521409392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/malam.html' title='MALAM'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3449825878658250471</id><published>2011-10-04T05:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T05:08:22.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[FF] SAHABAT BENING</title><content type='html'>Cermin : &lt;b&gt;Edy Priyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pada sebuah pantai yang gersang di sore hari seorang pemuda duduk terdiam disebuah batang pohon usang, memandangi ombak yang datang dan pergi. Wajahnya murung lesu dirundung kesedihan. Sementara itu dikejauhan ada seseorang yang mengintai sambil berusaha menghampirinya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Hidupku seperti ombak…,” kata pemuda itu ketika dia tahu kalau ada yang datang mendekatinya. Lalu ia melanjutkan kata-katanya sambil menundukkan kepala, “…..ombak itu selalu ingin menepi, tetapi pantai selalu mengusirnya kembali.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Tenanglah, Ron. Aku yakin pasti ada jalan keluarnya.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Bagaimana caranya, Ning? Seorang pengamen jalanan yang putus sekolah sepertiku bisa membiayai operasi bunda yang terbaring lemah karena kanker payudara?” katanya lemah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Sekali lagi. Janganlah pernah berputus asa, Ron. Di bumi ini masih ada orang yang mau membantu orang lemah seperti kita. Masih ada yang peduli, hanya saja mungkin mereka belum tahu keadaan ibumu. Aku yakin kita akan menemukan sosok malaikat penolong di antara mereka,” kata Bening dengan penuh semangat. Sudah tiga hari ini Bening selalu berusaha untuk memberi semangat kepada Roni dan hingga hari ini masih belum mengena. Bening juga sudah berusaha memberitahukan semua sahabatku yang lain tentang masalah itu. Bening sangat berharap kata-katanya itu mampu menenangkan hati Roni sahabatnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Terima kasih ya Ning……..,” sahut Roni tiba-tiba. “Kaulah yang selalu membangkitkan semangatku di saat-saat seperti ini. Kau sahabat terbaik yang pernah aku kenal, Ning!” lanjut Roni dengan senyum. Roni menatap mata Bening dan dia merasakan hari ini mata itu terlihat semakin bening.-&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 29 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3449825878658250471?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3449825878658250471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3449825878658250471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/ff-sahabat-bening.html' title='[FF] SAHABAT BENING'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1638551781601397976</id><published>2011-10-03T15:19:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T15:22:52.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>HASRAT</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ketika langit mengukir gelap&lt;br /&gt;berhias lembayung diufuk sana&lt;br /&gt;kurasakan hentakan malam menyelimuti&lt;br /&gt;menghitamkan relung kalbu&lt;br /&gt;pada langit kukatakan&lt;br /&gt;pada malam kedongengkan&lt;br /&gt;betapa sarat hati ini berisi ingin&lt;br /&gt;betapa penuh jiwa ini tertanam angan&lt;br /&gt;namun kurasakan hitamnya dinding itu&lt;br /&gt;yang panjang membentang&lt;br /&gt;hingga aku tak dapat memelukmu……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 28 September 2011) ft.BCJ&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1638551781601397976?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1638551781601397976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1638551781601397976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/hasrat.html' title='HASRAT'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1977018883684405466</id><published>2011-10-03T14:38:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T15:22:20.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BINTANG</title><content type='html'>&lt;b&gt;Cahayamu selalu memanggil&lt;br /&gt;di atas gubug putih&lt;br /&gt;pada setiap malamku&lt;br /&gt;terang dalam gelap&lt;br /&gt;hadir dalam sajak&lt;br /&gt;bersenandung gembira&lt;br /&gt;mengantar waktu tidur&lt;br /&gt;hingga membuatku terlelap&lt;br /&gt;di peraduan senja&lt;br /&gt;meninggalkan inspirasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 27 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1977018883684405466?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1977018883684405466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1977018883684405466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/bintang.html' title='BINTANG'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-9173836735702831344</id><published>2011-10-03T14:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T15:21:54.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KALBUKU MENJELANG SENJA</title><content type='html'>&lt;b&gt;Merah jambu itu&lt;br /&gt;terhampar nyata indahnya&lt;br /&gt;terlukis tegas garisnya&lt;br /&gt;menghias kaki bukit hijau&lt;br /&gt;pelengkap kuning putih ungu&lt;br /&gt;tak nampak mendung di langit&lt;br /&gt;bahkan mengurat awan tipis&lt;br /&gt;melayang membawaku ke bukit itu&lt;br /&gt;hingga tiba di langit biru……..&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 26 September 2011) ft.BCJ&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-9173836735702831344?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/9173836735702831344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/9173836735702831344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/10/kalbuku-menjelang-senja.html' title='KALBUKU MENJELANG SENJA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2892120560737592587</id><published>2011-09-30T09:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T09:30:35.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[FF] KEAMANAN KHUSUS PRIBADI</title><content type='html'>&lt;i&gt;Cermin : Edy Priyatna&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada minggu yang lalu pak RT Ibay yang tadinya seorang Kepala Bagian Bidang Perikanan di Desa Rangkat, dilantik oleh Kementrian Pusat di Jakarta menjadi pejabat Kepala Dinas yang di tugaskan di daerah Banten. Awalnya dia sangat terkejut dengan pengangkatan itu karena tidak dinyana sama sekali. Namun betapa bahagianya kini telah menjadi seorang pejabat yang benar-benar pejabat bukan penuh jerawat batu, kata orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pindah ke tempat yang baru pejabat Ibay sudah tidak menjadi RT lagi, karena sudah tidak tugas di Desa Rangkat lagi. Pada saat dia mengisi rumah dinas ketika baru mulai pindah, dia dikunjungi oleh seorang hansip dari daerah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak Ibay yang terhormat…” kata hansip tersebut.&lt;br /&gt;“Iya saya, bapak siapa? Ada keperluan apa?”, sahut pejabat Ibay cukup berwibawa.&lt;br /&gt;“Saya Hans pak Ibay…..,” jawab hansip Hans tegas nggak mau kalah penampilan, “Saya hanya ingin memberitahukan saja kepada bapak, bahwa sudah menjadi kebiasaan di daerah ini setiap pejabat harus memiliki seorang jaro atau centeng. Dengan begitu bapak akan aman terlindungi, termasuk semua barang-barang milik bapak. siapapun pasti tidak akan ada yang berani mencurinya.”&lt;br /&gt;Pejabat Ibay langsung tambah berwibawa dan dengan tegas pula dia berkata, “Saya tidak perlu dengan yang namanya jaro atau centeng, karena saya sudah memiliki keamanan khusus!”&lt;br /&gt;Mendengar jawaban dari pejabat Ibay, hansip Hans langsung pergi tanpa permisi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya pejabat Ibay sangat terkejut, karena pagi-pagi sekali ketika dia bangun dari tidurnya, dirinya sudah tidak di atas kasur di kamarnya, tetapi berada di sebuah lapangan rumput dengan dikelilingi barang-barang bawaannya. Kemudian dia langsung memeriksa barang-barangnya dan ternyata tidak ada satupun yang hilang. Tak lama kemudian muncullah hansip Hans yang kemarin telah mendatanginya.&lt;br /&gt;“Bagaimana kabarnya, pak Ibay…,” tanyanya.&lt;br /&gt;“Mulai hari ini kamu saya angkat menjadi Keamanan Khusus Pribadi!”, jawab pejabat Ibay tanpa mengurangi kewibawaannya.-&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 26 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2892120560737592587?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2892120560737592587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2892120560737592587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ff-keamanan-khusus-pribadi.html' title='[FF] KEAMANAN KHUSUS PRIBADI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7701492114424878179</id><published>2011-09-30T09:26:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T09:28:00.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>POTRET SAHABAT SEJATI</title><content type='html'>&lt;b&gt;Melalui relung hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;pintu ruang diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;gundah gulana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;cemas lemas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;mengenal dekat diri sejati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;resah itupun menggigit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dalam rendahnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;amat membara gejolak jiwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;sukma nan nyata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gita pekik dikumandangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;musuh terkalahkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;jiwa termenangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;semua tersandangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;makhluk paling sempurna……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akankah wajah-wajah tetap terpajang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dalam kewajaran alami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;titipan yang disampaikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;tanda yang diukurkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sang Pencipta……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;menyebar keterangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;bias cahaya ciptakan ketenangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wahai anugerah itu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;gemuruhkan dada&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;getarkan raga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;luruhkan jiwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;sudahkah menjelma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dalam langkah sehari-hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;pada amal ibadah……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melalui relung hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;pintu ruang diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;gundah gulana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;cemas lemas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;mengenal dekat diri sejati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;resah itupun menggigit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dalam rendahnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;amat membara gejolak jiwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;sukma nan nyata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nyalakan api cinta……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;cengkeram rasa dengarnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;buka mata lihatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;terang pikir akalnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;meningkah rindu hatinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bila saja engkau tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;betapa pikiran tak akan diam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;betapa ingin tak pernah dingin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;menabuh cengkram dalam benak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;atas rangkaian……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;bulat tekad menjadi tegak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;di atas nazar lepas bertindak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;melangkah dalam kehendak……..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 25 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7701492114424878179?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7701492114424878179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7701492114424878179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/potret-sahabat-sejati.html' title='POTRET SAHABAT SEJATI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1197695422485894764</id><published>2011-09-29T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T02:02:52.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ULANG TAHUN #6</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiap saat selalu saja terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada perasaan hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perasaan kehilangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada hilang rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kehilangan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap saat&lt;/span&gt;........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengenal cinta&lt;/span&gt;........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 24 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1197695422485894764?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1197695422485894764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1197695422485894764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-6.html' title='ULANG TAHUN #6'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6191356973831365995</id><published>2011-09-29T01:47:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T01:48:55.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ULANG TAHUN #5</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada hari itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku pasti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan hadir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;walaupun……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hanya dengan tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hampa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa bingkisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa hadiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa kado&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku hanya punya puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 23 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6191356973831365995?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6191356973831365995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6191356973831365995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-5.html' title='ULANG TAHUN #5'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8095145943451125555</id><published>2011-09-29T01:37:00.001-07:00</published><updated>2011-09-29T01:58:29.565-07:00</updated><title type='text'>ULANG TAHUN #4</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika ulang tahun tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di balik pintu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku mulai menyapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang datang mengetuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“siapa di luar?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“sunyi…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“siapa?!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“sunyi!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“aku tak kenal dengan yang namanya sunyi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“aku juga tak kenal dengan yang namanya pintu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 22 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8095145943451125555?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8095145943451125555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8095145943451125555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-4_29.html' title='ULANG TAHUN #4'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6817750343168727040</id><published>2011-09-29T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T01:52:24.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[ECR] PERJALANAN KEDUA DEVI (Nunil 3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Hari masih gelap ketika aku terjaga di kamarku sendiri. Setelah kulihat jam yang tergantung di dinding waktu menunjukkan pukul 04.15 WIB. Tiba-tiba aku teringat kalau telah berpesan melalui handphone-ku dua hari yang lalu.&lt;br /&gt;“Kamu berangkatnya besok sore saja Neng!” kataku via sms.&lt;br /&gt;“Benar Mas ! Neng berangkatnya besok sore,” begitu jawaban sms yang kudapat dari Nunil sahabatku di Bogor. Aku belum yakin hal itu akan terjadi apakah benar Nunil akan berangkat menemuiku di Kota ini. Sebenarnya aku sangat rindu bertemu dengannya. Aku telah berjanji akan menemuinya setelah semua tugas-tugasku selesai. Namun entah kenapa tiba-tiba dia yang ingin datang menemuiku dan aku benar-benar tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nunil akhirnya memang berangkat juga menuju Tuban Jawa Timur sesuai waktu yang telah aku sarankan. Ia berangkat dari Bogor dengan menggunakan Bus Pahala Kencana tepat pada jam 15.00 WIB. Ketika berada diatas bus dia memberitahukanku,&lt;br /&gt;“Mas, aku sudah jalan” katanya melalui sms.&lt;br /&gt;“Okay Nil, TTDJ ya” jawabku dengan sms juga.&lt;br /&gt;Sebenarnya kami berdua memang belum pernah saling bertemu sekalipun. Kami berdua secara kebetulan adalah sama-sama alumni pada salah satu SLTA di Jakarta. Berawal dari pertengahan bulan Nopember tahun lalu pada saat persiapan rencana pelaksanaan acara Reuni di sekolah tempat kami berdua dulu belajar, kami sudah saling berhubungan pertemanan di Facebook. Dan kamipun sepakat untuk bertemu pada saat Reuni diselenggarakan. Namun ketika acara tersebut berlangsung, ternyata aku dan Nunil tidak pernah bertemu. Tidak ada tanda-tanda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian waktu terus berlalu begitu cepatnya hingga pada suatu hari, Nunil sedang ikut membantu kegiatan anggota Paskibra di sekolah tersebut. Kebetulan sekolah itu akan menyelenggarakan sebuah event perlombaan. Secara tidak sengaja kamipun berhubungan kembali masih via internet yang kemudian berlanjut via telepon genggam hingga saat ini. Dan kamipun telah berjanji lagi untuk saling bertatap muka. Namun sudah setahun lebih lamanya, pertemuan itupun belum pernah terjadi!&lt;br /&gt;“Mas, aku nanti dijemput dimana?”tanya Nunil lagi via sms.&lt;br /&gt;“Nanti aku jemput di Restoran ‘Taman Sari’ Tuban, karena memang busnya akan berhenti disana Neng” jawabku menjelaskannya.&lt;br /&gt;Bus yang ditumpangi Nunil meluncur cepat hingga mencapai di pemberhentian pertama di rumah makan ‘Uun’ Subang untuk makan malam para penumpang. Tetapi waktu itu Nunil memilih untuk tidak turun dari bus dan ia tidak ikut makan malam bersama penumpang lainnya. Entah kenapa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai makan malam selama kurang lebih tiga puluh menit, bus mulai berjalan kembali menuju kearah timur melewati kota-kota di Jawa Barat hingga masuk di Pintu Gerbang Gapura daerah Jawa Tengah.&lt;br /&gt;“Sudah di kota Tegal, Mas”, Nunil sms kembali, ketika bus mulai memasuki gerbang kota Tegal.&lt;br /&gt;“Iya, kamu bobo aja Nil…” sahutku lagi.&lt;br /&gt;“Iya Mas…”, jawab Nunil. Selama ini ia belum pernah melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan bus. Biasanya dengan Kereta atau Pesawat terbang. Tetapi rasa khawatirnya tidak terlihat jelas. Untuk itu pun aku tak dapat tidur nyenyak pada malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bus melewati kota Pekalongan, Batang, Kendal dan kota Rembang, Nunil selalu memberitahukanku melalui sms bahwa ia telah melewati kota tersebut. Dan pada saat bus memasuki perbatasan daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur ia merasa sedikit gembira karena tempat tujuannya sudah hampir sampai. Namun iapun masih bingung karena memang belum pernah jalan-jalan sejauh itu.&lt;br /&gt;“Mas berapa lama lagi Nunil akan sampai di Tuban?” tanyanya lagi via sms.&lt;br /&gt;“Oh…dua setengah jam lagi Nil…”&lt;br /&gt;“Mas dimana? Kalau begitu sebentar lagi sampai ya ? Tunggu, Nunil sekarang di Taman Sari ya, Mas!”, katanya mulai merasa khawatir nantinya dia tidak di jemput.&lt;br /&gt;“Iya..iya…Nunil!”, jawabku meyakinkannya. Nunil tersenyum lebar karena merasa aku agak kesal dengan sikapnya. Selama kami saling berhubungan via internet maupun dengan handphone, keduanya selalu saling sahut menyahut dengan bahasa yang sudah sering dibicarakan. Sehingga ada kata-kata yang membuat Nunil dan aku merasa bahagia apabila disampaikan saat saling ‘berhubungan’. Aneh!&lt;br /&gt;Yang lebih aneh lagi, sebenarnya Nunil itu adalah bukan nama sebenarnya. Selama ini aku panggil dia Nunil atas permintaanku sendiri agar lebih akrab dan ia suka sekali dengan panggilan itu. Menurutnya hanya aku yang memanggilnya dengan nama Nunil. Padahal kami berdua belum pernah saling berjumpa sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bus yang ditumpangi Nunil tiba di Kota Tuban, di Restoran Taman Sari, tepat pukul 06.30 WIB pada hari berikutnya. Aku sudah menunggu selama lima belas menit di restoran itu. Pada saat Nunil turun dari bus, aku langsung menyambutnya dengan perasaan yang berdebar-debar.&lt;br /&gt;“Devi…..”, katanya menyalamiku. Ia tersenyum karena ternyata aku benar-benar telah menjemputnya di kota Tuban.&lt;br /&gt;“Lala…”, sahutku, sambil langsung mengambil tas yang dibawa oleh Nunil. Lalu kamipun langsung menuju ke Penginapan Hotel ‘Irwan’ di jalan Diponegoro No.42 Tuban Jawa Timur dengan menggunakan mobil Avanza warna hijau muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di kamar penginapan yang sudah dipesan sebelumnya, Nunil langsung mandi. Kemudian kami berdua sarapan pagi makan Pecel Madiun di jl. Sunan Kalijaga Tuban, sambil berbincang-bincang. Terlihat sangat akrab sekali walaupun kadang lebih banyak diamnya dibanding ngobrolnya, kami berdua saat itu bagaikan sahabat yang sudah lama sekali tidak berjumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempat beristirahat selama kurang lebih dua jam, aku dan Nunil berangkat menuju kota Lamongan pada jam 10.00 WIB sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Rencananya Nunil akan tinggal dua malam di kota ini. Selama berada di sini, Nunil akan aku bawa ke tempat rekreasi yang belum pernah ia kunjungi. Di dalam perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam itu, aku sempat menggagumi Nunil karena dia tidak menyangka sama sekali kalau benar-benar akan ke Tuban untuk menemuinya. Nunil sendiri merasa seperti bermimpi dapat menginjakan kakinya di kota ini dan merasa tersanjung mendapatkan pelayanan yang sangat istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya selama dalam perjalanan itu kami berdua tidak banyak bicara. Aku merasa canggung dan lidahku terasa kelu. Namun semua itu masih tertolong oleh pertanyaan yang keluar lembut dari mulut Nunil sesekali. Walaupun hanya bertanya nama daerah yang dia belum pernah tahu ketika dilewati. Sungguh aku tidak mengerti. Tiba di Lamongan, di ‘Wisata Bahari Lamongan’ pukul 11.00 WIB. Aku mengajaknya bermain di stand-stand yang ada di taman wisata itu. Disana, Nunil selalu mengikutiku kemana aku mau. Setelah puas keliling arena Nunil terlihat senang sekali. Akupun merasa bersukacita. Lalu kamipun kembali ke Tuban dengan perasaan yang bahagia sekali. Tiba di tempat penginapan aku mengantarnya dan sempat membicarakan rencana besok pagi.&lt;br /&gt;“Terima kasih ya Mas, sudah membuat Nunil senang…..,” kata Nunil terlontar bersamaan dengan senyumnya yang manis.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, aku juga ikut senang, sampai besok ya Neng,” jawabku juga dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya setelah sarapan pagi di tempat penginapan, Aku dan Nunil berangkat menuju Surabaya. Selama perjalanan yang memakan waktu kurang lebih dua setengah jam, kami berdua tetap tidak berkata selain Nunil bertanya tentang lokasi dan aku menjawab pertanyaan itu dengan baik. Seperti petugas travel yang sedang bertugas membawa costumer. Padahal semenjak Nunil datang jantungku selalu berdetak deras. Ketika tiba di Surabaya jam 10.30 WIB aku terus langsung mengantar Nunil ke tempat yang harus ditemuinya untuk urusan tugas kerjanya. Aku baru tahu ternyata karena itulah ia bersikeras ingin menemuiku, karena sebelumnya ia selalu merahasiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah urusan Nunil selesai, kami makan siang di restoran Coto Makassar jl. Mayjen Sungkono. Lalu sempat mampir ke Tunjungan Plaza Surabaya. Kemudian sore harinya ke Pulau Madura melewati jembatan Suramadu, karena Nunil ingin melihat jembatan itu pada malam hari. Setelah foto-foto di Madura, akhirnya kami kembali ke Surabaya untuk makan malam di Kedai Sop Kaki kambing ‘Dua saudara’ di Jl. Kedungdoro. Kemudian bernyanyi bersama di NAV karaoke keluarga di Jl. Dr. Soetomo sampai dengan pukul 22.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai bernyanyi bersama akhirnya kami kembali pulang ke Tuban. Selama perjalanan di Surabaya hingga kembali lagi ke Tuban, kami berdua tetap tidak banyak bicara apa-apa. Aku benar-benar tidak berdaya, padahal banyak yang ingin kukatakan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya ketika mentari mulai melumat fajar, aku kembali menemui Nunil karena siang ini ia akan kembali ke Bogor.&lt;br /&gt;“Selamat Pagi, Neng…,” sapaku di ruang tamu penginapan.&lt;br /&gt;“Selamat pagi Mas Lala,” sahutnya sambil tersenyum, “Pagi ini bisa antar Nunil membeli oleh-oleh kan Mas?”&lt;br /&gt;“Pastilah itu Neng, kamu sudah sarapan?”&lt;br /&gt;“Sudah Mas…”&lt;br /&gt;“Bagaimana tidurmu, Neng…?”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah nyenyak Mas.”&lt;br /&gt;“Bagaimana kesanmu selama di kota ini, Neng…?”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah menyenangkan sekali, terima kasih ya Mas Lala…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari mulai gelap ketika aku masih terjaga. Akhirnya Nunil pun telah kembali pulang ke Bogor. Sementara aku masih merasa bermimpi bertemu langsung dengannya. Lidahku tetap kelu, tiada kata-kata………..-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 22 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;*TTDJ = bahasa sms yg artinya : hati-hati di jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6817750343168727040?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6817750343168727040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6817750343168727040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-4.html' title='[ECR] PERJALANAN KEDUA DEVI (Nunil 3)'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2370153988008136550</id><published>2011-09-29T01:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T01:55:49.875-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ULANG TAHUN #3</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan segera datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pasti indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan amat istimewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak ada resepsinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 21 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2370153988008136550?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2370153988008136550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2370153988008136550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-3.html' title='ULANG TAHUN #3'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8599531901948667704</id><published>2011-09-29T01:18:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T01:59:27.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ULANG TAHUN #2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari-hari pasti berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cepat atau lambat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju satu anak tangga lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membuka lembaran baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sisa jatah usiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 20 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8599531901948667704?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8599531901948667704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8599531901948667704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-2.html' title='ULANG TAHUN #2'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7111756684801194412</id><published>2011-09-20T12:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T12:25:52.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>DOA UNTUK DESAKU</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kurayu umurmu&lt;br /&gt;sebelum akhir September&lt;br /&gt;“Sabarlah barang sejenak,&lt;br /&gt;langkahmu jangan kau lekaskan&lt;br /&gt;hingga usai kuberdoa sebentar……..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhanku yang maha agung……..,” ucap mulut hatiku,&lt;br /&gt;“Yang maha pengasih lagi maha penyayang&lt;br /&gt;lindungilah diriku dan seluruh sahabatku&lt;br /&gt;yang sedang merangkak menuju ke puncak&lt;br /&gt;lintasan pertemuan nan mulia,&lt;br /&gt;tenangkanlah getaran tubuhku&lt;br /&gt;berikut debaran jantung yang masih hidup&lt;br /&gt;sehingga dapat melepaskan segala rindu&lt;br /&gt;yang telah tersimpan rapih dalam kalbu&lt;br /&gt;segenap jiwa putih&lt;br /&gt;dalam niat berbuat kebersamaan&lt;br /&gt;di duniamu……..Amin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubujuk jiwamu&lt;br /&gt;sebelum bulan purnama&lt;br /&gt;hari-hari melangkahi usia&lt;br /&gt;memasuki tengah Oktober&lt;br /&gt;memburu keyakinan&lt;br /&gt;mengejar hari esokku&lt;br /&gt;“Jadilah desaku……..&lt;br /&gt;yang indah,&lt;br /&gt;yang ramai,&lt;br /&gt;yang sejuk,&lt;br /&gt;yang damai,&lt;br /&gt;bagi semua warganya……..,” ucap mulut hatiku.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Puisi khusus buat Desa Rangkat&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 19 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7111756684801194412?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7111756684801194412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7111756684801194412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/doa-untuk-desaku.html' title='DOA UNTUK DESAKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2043958140540021553</id><published>2011-09-19T10:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T10:52:23.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>ULANG TAHUNKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sesungguhnya aku tidak terlalu menunggu momen yang disebut ulang tahun. Namun hampir sebagian orang setelah berumur tujuh belas, momen ulang tahun itu sangat diharapkan sebagai sesuatu yang sangat sakral. Kali ini bagiku hari ulang tahun itu akan berlalu seperti hari biasanya. Namun untuk menghormati dan menghargai teman-teman yang nanti akan memberikan ucapan selamat padaku, tentunya aku akan menyiapkan sesuatu buat mereka.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tiba-tiba aku jadi teringat kisahku setahun yang lalu, ketika itu tanggal 20 Oktober 2010. Pagi itu dengan tergesa aku berangkat ke kantor. Sudah dua hari badanku meriang. Sisa kehujanan sepulang dari acara resepsi pernikahan sepupuku di Jakarta. Kegiatan yang full diakhir pekan, membuat badanku lunglai. Hampir kesiangan. Padahal aku harus mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari itu juga. Tak sempat kulihat handphone yang telah tertinggal di dalam laci kantor. Aku pesimis akan ada sms yang masuk untuk mengucapkan selamat hari ulang tahun padaku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kini trend memang sudah berubah. Hampir semua orang mengucapkan selamat hari ulang tahun lewat fesbuk. Pada awalnya aku berfesbuk ria, juga selalu semangat mengucapkan selamat. Namun lama-kelamaan akupun merasa bosan. Jadi sering hari ulang tahun teman-temanku pun berlalu begitu saja. Ketika sampai di kantor kubuka hanphone-ku, dan sms itu sudah ada disitu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Selamat ultah ya Acik….semoga selalu sehat, sukses dan bahagia….Amin,” kata sms itu yang dikirimkan jam enam pagi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dialah satu-satunya sahabat yang masih setia mengirimi aku ucapan via sms. Bahkan saat aku lupa dan tak pernah ingat hari ulang tahunnya. Dia tidak pernah menyinggungnya. Pernah aku berpikir kalau dia akan marah karena aku selalu lupa hari ulang tahunnya. Tapi justru tidak! Dia tidak pernah lupa dan sms ulang tahun itu tetap selalu ada di handphone-ku setiap tahun.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sudah empat tahun aku mengenalnya. Ada rasa tak enak ketika bertemu teman lama yang menuduhku menjadi penyebab dirimu sendiri sampai saat ini. Rasa tak enak yang akhirnya membuat diriku menjauh padahal sebelumnya kita sangat dekat. Karena menganggap dirimu adalah sebaik-baiknya sahabat. Dirimu baik tak hanya padaku. Dirimu perhatian tak hanya padaku. Hampir pada semua teman kamu baik dan perhatian, tapi kenapa aku merasa jadi tertuduh?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Koq, kamu nggak merasa bahwa perhatiannya yang baik selama ini adalah bentuk sayangnya padamu,” kata Mbak Jingga. Aku menggeleng lemah. terlalu shock dengan pernyataannya yang tiba-tiba.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Dia itu baik pada semua orang, mbak.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Jelas saja kamu nggak merasa, kamu punya teman dekat, kan saat itu?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Iya, mbak.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Nah karena itulah, dia merasa tidak enak untuk menyatakannya.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Bukan salahku kan mbak? Roni tidak pernah bilang apa-apa, jadi aku kan nggak pernah tahu.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Itu salahmu lah. Coba kalau dia jadian sama kamu. Pasti kalian sudah nikah sekarang.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mbak Jingga masih menyalahkan aku. Kenapa mbak Jingga tega menuduhku seperti itu? Ah…sudahlah! Itu kan, kejadian setahun yang lalu?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Karena itu, aku pernah menjauhinya. Inbox yang biasanya rutin terkirim, menjadi terlupakan. Biasanya aku rajin bercerita tentang apapun. Pekerjaan dan lain-lain, bahkan di saat waktu senggangku kumanfaatkan untuk bersms-an dengannya. Perhatiannya amat luar biasa, karena dia ada disalah satu kota di pulau Jawa, yang perlu terbang untuk sampai kekotanya. Kesabarannya untuk menampung semua cerita, mungkin itu yang membuatku betah untuk ‘berhubungan’ dengannya. Padahal untuk bicara lewat telepon, sangat jarang sekali bahkan hampir tidak pernah. Pertemuan dengannya secara langsung pun baru satu kali, yaitu pada saat kopdar pertama Desa Rangkat. Setelah itu dia tidak pernah muncul, padahal aku berharap dia hadir pada pertemuan kedua di Yogyakarta. Pada waktu sekalinya bertemu, jarang sekali mengobrol, tetapi seingatku dia selalu ada disampingku kemana saja pergi. Yang sering kulihat malah dia sering bercanda dengan teman-teman lainnya. Akrab sekali.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tetapi kenapa ketika aku telah sendiri malah menjadi ingin dekat dengannya. Sebenarnya dimana letak halangannya? Lalu kenapa hingga kini dia tak kunjung menikah? Jawaban itu tak pernah kuperoleh. Karena dia menutup rapat-rapat semua masalah yang membuatnya sedih. Sms ulang tahun selalu datang setiap tahun padaku, membuatku semakin merasa bersalah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Mas, maafkan aku yang selalu lupa pada hari ulang tahunmu.” smsku pada suatu ketika.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Nggak apa-apa Acik. Aku tahu kamu selalu repot dengan pekerjaanmu.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Namun ada yang tidak dapat aku lupakan pada saat itu. Ketika aku berusaha untuk mendekatinya. Aku mulai peduli dengan statusnya. Dia tetap tak memperlihatkan perubahan, seperti biasa saja. Hanya sms ulang tahun itulah penghubungnya. Dan aku selalu tetap merasa bersalah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Hai…Acik, apa smsku kemarin diterima?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Oh, tidak ada Mas?…Tidak ada sms…tapi aku mengirimu sms pula. Apakah sampai?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Tidak juga tuh!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kenapa ya?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Aku juga nggak mengerti, kenapa?!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Mungkin kita harus ketemu kali?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kapan?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Entah?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Suatu hari nanti…..”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kalau diijinkan…..”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“InsyaAllah…”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Itu percakapan terakhir setahun lalu dengannya pada inbox yang hingga kini masih tersimpan rapih. Saat itu aku ingat, dia telah mengirimkan lagunya Marcell ‘Takkan terganti’ dari youtube pada wall ku dengan status ‘Butuh waktu yang panjang…..’ Aku tak mengerti apa maksudnya karena semenjak itu tak pernah behubungan lagi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketika aku terjaga, langsung kubuka fesbuk-ku. Tiba-tiba aku tertarik dengan ‘undangan’ yang telah terkirim di wall-ku. Ternyata undangan itu adalah : ULANG TAHUN DESA RANGKAT dan kegiatannya (KOPDAR 3). Aku menyatakan akan hadir dan membuat status pada undangan itu : “Event terbesar abad ini…ulang tahun desa terbesar di seluruh Indonesia…dan dirayakannya pas tanggal 20 Oktober…..*ultahku juga…”.-&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Semangat Ulang Tahun Desa Rangkat!&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 19 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2043958140540021553?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2043958140540021553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2043958140540021553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahunku.html' title='ULANG TAHUNKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-9130442795313560010</id><published>2011-09-19T10:43:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T10:44:50.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ULANG TAHUN #1</title><content type='html'>&lt;b&gt;Setelah lama kuberjalan&lt;br /&gt;hatiku telah jatuh&lt;br /&gt;saat berhenti di ruangmu&lt;br /&gt;hadirmu amat mempesona&lt;br /&gt;karena wajahmu menawan hati&lt;br /&gt;membuatku menjelajahimu&lt;br /&gt;langkahku telah banyak di jalanmu&lt;br /&gt;kesejukan dan kedamaian senantiasa terlihat&lt;br /&gt;jejak-jejakku ditanahmu tak pernah hilang&lt;br /&gt;ketika kuberjalan mengamati&lt;br /&gt;sawahmu nan hijau mulai tumbuh subur&lt;br /&gt;bersama pesatnya keramaian&lt;br /&gt;gunungmu pun mulai bersahabat&lt;br /&gt;hingga menciptakan kebersamaan&lt;br /&gt;kerap kian mempengaruhi&lt;br /&gt;siapa saja yang mengetahui……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama kuberdiri&lt;br /&gt;hatiku telah terpaut&lt;br /&gt;saat menikmati cintamu&lt;br /&gt;mengukir diskusi elok&lt;br /&gt;nan sarat asah asih asuh&lt;br /&gt;dalam merangkai kata indah&lt;br /&gt;langkahku tak pernah berhenti&lt;br /&gt;keindahan dan keramaian selalu terlihat&lt;br /&gt;hari-hari desamu terus terhimpun&lt;br /&gt;ketika menit demi menit dan detik demi detik&lt;br /&gt;menelusuri lingkaran waktu&lt;br /&gt;membelah ruang tiga dimensi&lt;br /&gt;hingga setahun usiamu&lt;br /&gt;kau selalu memberi inspirasi&lt;br /&gt;sehingga kian membuat&lt;br /&gt;aku tetap mencintaimu……..&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Puisi buat Desa Rangkat&lt;br /&gt;(Pondok Petir, 18 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-9130442795313560010?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/9130442795313560010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/9130442795313560010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ulang-tahun-1.html' title='ULANG TAHUN #1'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3256316894447880637</id><published>2011-09-18T12:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T12:20:37.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>[ECR] PERJALANAN DEVI SEBELUMNYA (Nunil 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tidak terasa langkahku sudah cukup jauh untuk berjalan. Tiba-tiba diriku sudah berada di ujung jalan Malioboro. Aku baru sadar kenapa bisa berada disini. Sementara di jalan itu sudah tidak ramai lagi. Aku belum mengerti apa sebenarnya yang aku cari. Ternyata tadi aku terjaga di kamarku setelah ‘handphone’ ku berdering, sms dari seseorang menginginkanku bertemu disini sekarang juga. “Nunil, maukah kamu bertemu kembali denganku di tempat yang sama persis seperti pertama kali kita bertemu?” Aku hampir tidak percaya dengan apa yang kulakukan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sudah satu jam aku berdiri diujung jalan itu. Udara dingin malam itu mulai terasa, padahal aku sudah mengenakan jaket tebalku. Nafasku tersengal. Hampir putus asa karena tak menemukan sosok yang akan kutemui disini. Ketakutan mulai menyergapku tatkala aku sadar bahwa hanya ada aku sendiri di pertigaan jalan ini. Bagaimana bila hal buruk menimpaku. Akhirnya kuputuskan untuk kembali pulang. Namun tiba-tiba sosok tubuh dingin memelukku dari belakang. Aku hampir saja berteriak jika ia tidak membekap mulutku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ayo tebak siapa aku?” katanya membisikan telingaku. Lalu ia mulai melemahkan dekapannya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Mas…..!” kataku lemah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kenapa baru datang? Aku sudah menunggu lama. Dingin.” sahutnya memprotes.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Maafkan aku Mas….”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ah…kamu sudah datang?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ini aku membawa pesananmu Mas, makanan, minuman dan jaket…”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ia baru melepaskan dekapannya. Aku merasa lega. Sepertinya dia telah tertarik dengan apa yang ku bawa untuknya. Kami berdua langsung duduk di bawah sorot lampu jalan. Kemudian ia membuka bungkusan makanan itu dan langsung melahapnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Apa kau masih suka itu, Mas?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dia tak menjawab pertanyaanku. Sorot matanya datar. Lidahku kelu, lalu aku pandangi wajahnya. Lama kami berdiam tak bersuara. Setelah selesai makan ia baru memperlihatkan senyumnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Manstaf….ini jauh lebih enak dari saat kau bawa untuk yang pertama kalinya”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aku suka sekali dengan jawaban itu. Tanpa kusadari, akupun tersenyum.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Senyummu juga jauh lebih indah…Nunil” katanya menambahkan. Aku lebih menyukai lagi kata-kata ini karena ada kata Nunil, sebuah nama yang telah ia berikan padaku semenjak pertemuan pertama. Aku merasa bahagia sekali dengan nama itu. Aku langsung menatap ke dalam matanya. Namun aku terkejut, tiba-tiba aku merasa benar-benar kehilangan sorot mata yang dulu meneduhkanku. Ia menggenggam tanganku. Dingin. Lalu kuraih jaket yang tadi kubawa bersama makanan itu. Kupasangkan di bahunya. Ia menolak.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kenapa, Mas?” tanyaku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kembali dia menatapku diam sambil mengeluarkan rokok dari sakunya. Aku tak mengerti. Ia terus menyulut rokoknya dan menghisapnya dalam-dalam. Aku terbatuk, karena memang aku sangat peka bau rokok. Langsung kuraih rokok itu dari mulutnya dan membuangnya jauh-jauh.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Masih membenci rokok?” tanyanya dengan tenang. Aku tak menyahut. Diambilnya sebatang lagi dari bungkusnya, tapi tak disulutnya. Entah apa yang dipikirkannya saat ini.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Aku juga membenci rokok, Nunil. Tapi hanya rokok yang bisa jadi temanku. Kau tahu, aku telah kehilangan harapanku kuliah di Jawa ini. Aku terdampar di kota ini. Sudah hampir tiga tahun”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Ikutlah dengan aku, Mas…..” ajakku.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Aku tak sehancur yang kau pikirkan, Dev,” sahutnya sambil menatapku sinis. Sekarang aku tahu ternyata dia masih dengan sifatnya yang seperti dulu. Tak mau mengharap bantuan orang lain.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Bukan itu maksudku, Mas.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Kau mau aku tinggal denganmu? Apa kau sudah tidak peduli dengan apa yang akan orang katakan?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Tidak. Bukan begitu. Aku akan mencari tempat tinggal untukmu. Meskipun masih kuliah, aku juga bekerja. Kalau kau butuh sesuatu, bilang padaku.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Tak usah repot-repot, Devi. Aku bisa tinggal di mana pun aku mau,” sahutnya sinis.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aku mulai emosi, dengan kata-katanya itu. Aku mendekatinya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Mas, aku benar-benar tak mengerti apa yang kau pikirkan.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ia tambah memperlihatkan wajah sinisnya. Dengan sedikit tersenyum, dia mengeluarkan selembar kertas dari saku celananya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Nih kamu baca!”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aku tak mengerti maksudnya. Lalu aku ambil kertas itu dari tangannya. Ia mengecup pipiku. Kemudian sambil memungut jaket yang tadi kuberikan untuknya, ia langsung pergi. Aku terpaku. Langsung kubuka kertas yang tadi diserahkannya. Isinya sebuah surat yang ditulis oleh Mas Halim. Aku kenal betul tulisannya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kepada yang tercinta, Devi Nunilku……..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Mas senang bisa melihatmu lagi malam ini. Tetapi maafkan, karena malam ini juga Mas harus pergi dengan meninggalkan teka teki untukmu. Mas sangat malu padamu. Mas tak semestinya datang padamu sekarang. Mas semestinya datang dengan mobil mewah dan jas berdasi. Tapi Mas terpaksa. Mas hanya ingin memastikan kau masih milikku. Sungguh, sebenarnya diri ini sangat takut kehilanganmu. Bersabarlah, Nunilku. Saat itu akan datang. Mas akan kembali lagi untukmu. Mas sedang berusaha menjadi orang yang sukses sekarang. Mas sangat berharap kamu mau mengerti.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dari orang yang benar-benar mencintaimu,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Halim.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanpa kusadari air mataku jatuh berderai. Sesekali kuusap namun tetap menetes kembali. Aku menyesal membiarkannya pergi. Kupandangi jalan yang tadi ditempuh oleh Halim. Di ujung jalan, gelap. Namun aku masih bisa melihat jelas jejak yang ditinggalkannya. Lama aku berdiri di ujung jalan Malioboro itu. Lalu aku merasa kedinginan, padahal aku sudah mengenakan jaket tebalku. Akhirnya aku melangkah kembali pulang, bersama dengan perasaan yang tidak menentu mengikutiku…………….-&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 16 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3256316894447880637?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3256316894447880637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3256316894447880637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/ecr-perjalanan-devi-sebelumnya-nunil-2.html' title='[ECR] PERJALANAN DEVI SEBELUMNYA (Nunil 2)'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4531418631659889287</id><published>2011-09-14T02:50:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T02:54:44.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>TENTANG CAHAYA</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bulan satu melindas malam kelam gelisah&lt;br /&gt;meredam riak yang bergelombang bayu&lt;br /&gt;nyata terlihat jalin jari mengepal lunglai&lt;br /&gt;terkuak perlahan bertemu di jeda kesejukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pada siang dengan matahari&lt;br /&gt;tanah berdebu pun yang masuk dalam benak&lt;br /&gt;terkikis tanpa rasa bagai kepompong bersalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pada malam dengan bintang&lt;br /&gt;langit sedih pilu pun yang meracau galau&lt;br /&gt;terkesima kelu bagai keagungan cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merunduk berbisik menyela tanpa asa&lt;br /&gt;masuklah penuhi kerontang pada sejuk nan merusuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam terkurung dalam titik terjauh&lt;br /&gt;akan keluar urung ketidakyakinan menghadang&lt;br /&gt;tersisa debu beku yang galau membenak&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 13 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4531418631659889287?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4531418631659889287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4531418631659889287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/tentang-cahaya.html' title='TENTANG CAHAYA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3613144535305667081</id><published>2011-09-14T02:47:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T02:49:14.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BULATNYA REMBULAN</title><content type='html'>&lt;b&gt;Malam ini kulihat rembulan&lt;br /&gt;persis di atas kepala menengadah&lt;br /&gt;wajahnya yang bulat&lt;br /&gt;menyinari kampung halaman&lt;br /&gt;pondok petir……..&lt;br /&gt;lama kupandang bulatnya&lt;br /&gt;ternyata sangat berbeda&lt;br /&gt;dengan bulan yang lalu&lt;br /&gt;melintas lamban di gubugku&lt;br /&gt;mengingatkan perbincangan&lt;br /&gt;saat sinarnya memecah kesunyian&lt;br /&gt;yang lalu disambut beribu bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam larut semakin nyata&lt;br /&gt;bergerak lincah dengan senyumnya&lt;br /&gt;kepada alam nan ramai&lt;br /&gt;turun langsung ke telaga&lt;br /&gt;bentuknya menjadi lebih baik&lt;br /&gt;dihembus angin sejuk&lt;br /&gt;tiada bergeming&lt;br /&gt;tetap bulat bagai purnama&lt;br /&gt;sementara……..&lt;br /&gt;suara-suara keributan&lt;br /&gt;mendadak sirna di bawah sinar&lt;br /&gt;burung-burung malam terbang tinggi&lt;br /&gt;mengejar terang tanpa bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam cerah beri keterangan&lt;br /&gt;kini tampak lebih sempurna&lt;br /&gt;semua terkesima pada bundaran&lt;br /&gt;bulan purnama raya masuk ke bumi&lt;br /&gt;persis di atas kepala menengadah&lt;br /&gt;cahayanya masuk ke ubun-ubun&lt;br /&gt;menerangi gelap dalam benak&lt;br /&gt;menjadi terang yang gemilang&lt;br /&gt;lebih sekedar sinari kebenaran&lt;br /&gt;lebih baik terangi kedamaian&lt;br /&gt;sebuah hikmah perbedaan dalam&lt;br /&gt;bulatnya rembulan…………….&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 12 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3613144535305667081?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3613144535305667081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3613144535305667081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/bulatnya-rembulan.html' title='BULATNYA REMBULAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1379279586688534702</id><published>2011-09-13T01:23:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T01:25:02.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MALAM INDAH</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sejak mentari menarik sinarnya&lt;br /&gt;langit mulai redup kemerahan&lt;br /&gt;entah kapan semua itu mulai berubah&lt;br /&gt;detik-detiknya tak pernah kurasakan&lt;br /&gt;mega jingga tanda harus pulang&lt;br /&gt;ke pondok berlampu dian&lt;br /&gt;saat itu ngengat mencari sinarnya&lt;br /&gt;karena gelap adalah waktu&lt;br /&gt;awal kehidupan kelam……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat rembulan menampakan bulatnya&lt;br /&gt;langit hitam berwajah cerah&lt;br /&gt;detaknya berdenyut lembut&lt;br /&gt;ketika itu burung-burung menari&lt;br /&gt;bintang-bintang menjadi saksi&lt;br /&gt;kegembiraan hati di peraduan&lt;br /&gt;api unggun terus berkobar&lt;br /&gt;menyatukan rasa cinta&lt;br /&gt;dalam pertemuan kita……..&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 11 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1379279586688534702?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1379279586688534702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1379279586688534702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/malam-indah.html' title='MALAM INDAH'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-734700962642000034</id><published>2011-09-13T01:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T01:23:36.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEMARAU PANJANG</title><content type='html'>&lt;b&gt;Tanah-tanah gemeretak&lt;br /&gt;garing berserak&lt;br /&gt;sungai pun melumpur&lt;br /&gt;kental menghitam&lt;br /&gt;batu dan lumut mengerak&lt;br /&gt;ringan tanpa sarat&lt;br /&gt;sawah-sawah tinggal kotaknya&lt;br /&gt;gili-gili rata bertanda&lt;br /&gt;ladang-ladang tinggal retaknya&lt;br /&gt;garapan jadi menguning&lt;br /&gt;pohon-pohon tinggal batangnya&lt;br /&gt;rantingpun kehilangan daun&lt;br /&gt;rimba belukar gerah terbakar&lt;br /&gt;badannya membentang gosong&lt;br /&gt;langit keruh berkabut&lt;br /&gt;udara menyesakan jiwa&lt;br /&gt;hingga hawa panas mengganas&lt;br /&gt;akhirnya……..&lt;br /&gt;goresan tanpa tintapun jadi puisi&lt;br /&gt;kehidupan tinggal debu-debu&lt;br /&gt;hati perih menanti penghujan&lt;br /&gt;lama tiada tanda-tanda&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 10 September 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-734700962642000034?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/734700962642000034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/734700962642000034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/09/kemarau-panjang.html' title='KEMARAU PANJANG'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2666230789175407663</id><published>2011-08-31T20:55:00.000-07:00</published><updated>2011-08-31T20:56:42.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MAAFKAN AKU (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maafkan aku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bila selama ini aku tidak dapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi kekasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang amat baik buatmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk lebih tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk lebih sejuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk lebih nyaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelihatannya……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan lebih tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan lebih sejuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan lebih amat baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika kita tak bersama lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maafkan aku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bila selama ini kita tidak bersama lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi kekasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang tak berwujud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar lebih tentram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelihatannya……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan lebih baik lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika kita saling memaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maafkan aku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bila sajak ini mengusik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hatimu kekasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sejak kata tergores&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hingga selesai tertulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bahkan telah berkali-kali dibaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hati itu masih tetap ada……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maafkan aku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bila hari ini masih berkata lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;padamu kekasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adalah hari yang amat fitri……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 31 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semangat Iedul Fitri 1 Syawal 1432 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taqobbal Allahu Minna Waminkum Wataqabbal Ya Karim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga Amal Ibadah Kita Semua Diterima Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amin YRA.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2666230789175407663?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2666230789175407663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2666230789175407663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/maafkan-aku-2.html' title='MAAFKAN AKU (2)'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7326556539900770840</id><published>2011-08-30T07:02:00.000-07:00</published><updated>2011-08-30T07:03:53.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEMBALI KE FITRAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika rembulan mulai tampak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;malampun cerah benderang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dihiasi cahaya seribu bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diiringi gema berjuta takbir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suara-suara insan teladan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penerima rachmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan meraih pengampunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;masuk ke area pembebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kebesaran Sang Pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat mentari mulai tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melewati waktu subuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dihiasi daun berkilau embun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diiringi gema berjuta takbir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suara-suara para pemenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang sujud memohon ampun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;serentak di padang suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanah nan lapang milik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kebesaran Sang Pengasih dan Penyayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah matahari naik mengambang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sinarnya menyoroti punggung putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kupohonkan jiwa kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan suci seperti semula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk saling memaafkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ikhlas kepada sesama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;guna tunduk dan patuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada kebesaran Ilahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika rembulan mulai tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mentaripun mulai tampak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setelah disinari seribu bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat gema takbir berkumandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada yang lebih bermakna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selain membuka pintu hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang ikhlas bagi semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mohon maaf lahir dan bathin……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 30 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7326556539900770840?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7326556539900770840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7326556539900770840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/kembali-ke-fitrah.html' title='KEMBALI KE FITRAH'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6022759914141350505</id><published>2011-08-29T10:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-29T10:14:29.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERBEDAAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menunggu datangnya rembulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang dinanti dunia saat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meresahkan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mendebarkan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyedihkan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;namun dalam kesedihan ada kegembiraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap pertemuan pasti ada perpisahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menanti tibanya bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang menentukan kali ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membingungkan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengharukan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menggelisahkan…….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi dalam kegelisahan ada kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap perbedaan pasti ada hikmahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menunggu kepastian sabit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang telah ditetapkan hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meresahkan jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mendebarkan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyedihkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membingungkan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengharukan kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menggelisahkan kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;merubah semua sikap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memperkaya ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menambah nikmat tiada henti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Subhanallah……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semua itu adalah sebuah rachmat…………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 29 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6022759914141350505?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6022759914141350505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6022759914141350505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/perbedaan.html' title='PERBEDAAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6171817306970851160</id><published>2011-08-28T23:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T23:40:19.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KITA INI APA?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa telur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan ayam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa kacau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa kemarau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan penghujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa panas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan sejuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa merah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa kisruh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa jahat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa sepi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan ramai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa sakit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukan sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa miskin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa bangun?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan tidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa susah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan mudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengapa udara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada udara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kita ini apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 24 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6171817306970851160?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6171817306970851160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6171817306970851160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/kita-ini-apa.html' title='KITA INI APA?'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2862397667432638943</id><published>2011-08-28T23:36:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T23:37:14.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PULANG (MUDIK)</title><content type='html'>Bunda……..&lt;br /&gt;apa kabarmu kasih&lt;br /&gt;sejak kejenuhan mulai karam&lt;br /&gt;pada dinding langit&lt;br /&gt;rongga jantungku&lt;br /&gt;rintih terbentur kemauan diri&lt;br /&gt;telah memusnahkan rasa kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda……..&lt;br /&gt;angan-angan yang kubisikan&lt;br /&gt;ditelinga rapuhmu&lt;br /&gt;tentang indahnya sawah di tempat rantau&lt;br /&gt;hanya gambaran lagu simpony&lt;br /&gt;agar kau bisa terlelap&lt;br /&gt;tanpa lukaku dikepulasanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;bila kesedihan telah merasukmu&lt;br /&gt;maka lontarkanlah marahmu&lt;br /&gt;selaksa kau menyalin diriku&lt;br /&gt;agar sukmaku terjaga&lt;br /&gt;sadar dari segala perih&lt;br /&gt;karena doa berakhir pada takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda……..&lt;br /&gt;bila kerinduan menjadi kesejukan&lt;br /&gt;rendamlah sukmaku bersama detak&lt;br /&gt;ritme kehidupan&lt;br /&gt;yang selalu mengejarku&lt;br /&gt;untuk segera menjumpaimu&lt;br /&gt;menjadikan dosa yang pasti diampuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 23 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2862397667432638943?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2862397667432638943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2862397667432638943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/pulang-mudik.html' title='PULANG (MUDIK)'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3213931336381545321</id><published>2011-08-28T23:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T23:34:15.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>[FF] BISAKAH KITA SEGERA MENIKAH?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu kesempatan di sebuah pertemuan Rizal terlihat berusaha mendekati Kembang. Besar rasa cintanya, dia telah mengikuti aroma yang lain dari pada yang lain. Tetapi sepertinya Kembang langkahnya setengah berlari-lari kecil ketika dia diam-diam bergeser menjauhinya. Sungguh lembut perawakan Kembang dalam bergaul, dia selalu berusaha untuk tidak menyakiti semua yang ingin mendekatinya. Tak terkecuali Rizal yang senantiasa tiada pernah habis-habisnya berupaya hingga titik darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rizal sedang mengambil minuman ringan yang disediakan dalam pertemuan itu, dia melihat dan mencium aroma yang tidak asing. Ternyata tidak jauh dari tempat itu Kembang sedang berbincang-bincang dengan Acik, Asih dan Jingga. Akhirnya Rizal dapat menemukan tempat pelarian Kembang (hehe…ini terinspirasi dari kasus M Nazaruddin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangpun tak dapat menghindari ajakan Rizal untuk pergi ke taman belakang dekat pos ronda Desa Rangkat. Di taman tersebut terdapat bangku panjang menghadap danau yang hijau sejuk. Mereka berdua akhirnya duduk di bangku itu. Kedua insan tersebut saling berbincang serius tanpa ada yang menggangu. Rizalpun menggunakan waktu yang baik itu untuk menyatakan cintanya sekaligus mengajaknya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian terdengarlah teriakan orang memanggil. Ternyata Mas Hans Sip Rangkat telah memanggil Rizal mengajak untuk nonton televisi di pos ronda. Katanya ada film kartun bagus yang harus ditonton oleh mereka berdua. Akhirnya karena penasaran Rizal dan Kembangpun bergegas menuju pos ronda. Disana mereka melihat ada sebuat film kartun tentang seekor kuda yang sedang jatuh cinta pada pasangannya. Dalam film Kuda tersebut benama Rizal sedang terlibat percakapan dengan kekasihnya Kembang. Wah ini sangat menarik menurut Rizal, pantas saja Mas Hans Sip teriak-teriak memanggilnya. Koq bisa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir perbincangan, Rizal bertutur kepada Kembang,&lt;br /&gt;“Tidak bisakah engkau melihat, aku ini adalah pria yang gagah. Tubuhku berotot, dan tak ada satu pun yang mampu menandingi kecepatanku dalam perlombaan lari. Tidakkah engkau ingin menikah dengan pria seperti aku?”&lt;br /&gt;Kembangpun hanya menjawab dengan santai,&lt;br /&gt;“Tidak bisakah engkau melihat, engkau adalah seekor kuda sedangkan aku adalah seekor jerapah….”&lt;br /&gt;Akhirnya film kartun itupun tamat.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 25 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3213931336381545321?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3213931336381545321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3213931336381545321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ff-bisakah-kita-segera-menikah.html' title='[FF] BISAKAH KITA SEGERA MENIKAH?'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-5444172423485684165</id><published>2011-08-28T23:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T12:21:49.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>[ECR] PERJALANAN DEVI (Nunil 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sudah lima belas menit aku berdiri di terminal Giwangan. Saat itu waktu telah menujukkan pukul 15.00 WIB. Pesan singkat yang aku kirimkan belum pula ia balas. Aku pun bingung. Kuputuskan saja untuk tetap menunggu di sini. Toh kami sudah berjanji akan bertemu di sini tepat pukul tiga petang. Tak lama kemudian, sebuah pesan singkat masuk ke handphone yang sedang aku genggam. Ternyata dari dia. Yah, baru berangkat dari kos. Wah alamat lama aku menunggu. Biarlah… Aku keluarkan sebuah buku dari tasku. Sekedar mengisi waktu daripada hanya diam menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa sudah sembilan prosa dalam buku antalogi karya MPK yang telah kubaca ketika sosok itu muncul dengan senyumnya di pintu masuk terminal. Walau tersenyum, tetap saja masih tergurat aura kesedihan. ”Ah, siapakah laki-laki bodoh itu yang meninggalkan perempuan semanis dirimu”, tanya dalam benakku.&lt;br /&gt;”Sudah lama nunggu mas Bowo?”, itulah kata pertama yang meluncur dari bibirnya.&lt;br /&gt;”Ya…, sejak aku kirim sms tadi. Koq sudah sampai, memang kosmu dimana? Bukannya Jl. Magelang?”, jawabku.&lt;br /&gt;”Semalam Devi menginap di tempat teman mas. Cari suasana baru.”&lt;br /&gt;”Ohh…”, hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun akhirnya berjalan menuju tempat angkot. Kami putuskan untuk segera menuju Kampus. Memang hari itu dia berjanji untuk mengantarkan aku untuk mengelilingi Kampus. Ya…, sekedar alasan agar aku bisa berjalan-jalan dengannya. Tidak banyak yang kami bicarakan selama di angkot. Sesekali aku hanya mencoba mencuri pandang ke arahnya. Ah…, ternyata hanya sampai sejauh itu keberanianku. Yang seketika merasa menjadi seorang pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami sampai juga di Kampus IMY. Kampus yang cukup asri. Pohon-pohon besar ada di sana-sini. Aku langsung merasa nyaman. Suasana yang tak jauh berbeda dengan suasana kampusku. Perjalanan kami mulai dari fakultas tempat ia melanjutkan studinya, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. Kemudian kami menyusuri area Kampus sampai ke Fakultas Kedokteran dan akhirnya kembali lagi di Kompleks Fakultas ISIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya ngabuburitpun mendekati waktu berbuka puasa. Lalu kami putuskan untuk berbuka di kantin yang ada dekat kampus. Menu yang kupilih, nasi gudeg opor ayam, kolak plus es teh manis. Dia hanya memesan kolak dan minuman saja.&lt;br /&gt;”Lho kamu nggak makan?” tanyaku.&lt;br /&gt;”Nggak, Mas. Aku lagi malas makan.”&lt;br /&gt;”Lalu kapan makannya?”&lt;br /&gt;”Kalau lapar bangetz nanti jam sepuluh atau pas sahur ajah.”&lt;br /&gt;”Wah, hati-hati sakit lho…” tanpa sadar aku perhatian.&lt;br /&gt;”Iya mas……”&lt;br /&gt;”Sepertinya kamu terlihat pucat, Dev…”&lt;br /&gt;”Ah Devi nggak apa-apa koq mas…,” jawabnya sambil berusaha mengembangkan senyum. Namun masih saja kesedihan tergurat jelas di wajahnya. Masih sangat jelas.&lt;br /&gt;Seandainya aku boleh dan bisa menghapus sedih yang ada di dirimu. Apapun caranya, pasti akan kulakukan. Akupun semakin penasaran, laki-laki seperti apakah yang tega membuatmu seperti ini……&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 24 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-5444172423485684165?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5444172423485684165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5444172423485684165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ecr-peejalanan-devi-nunil-1.html' title='[ECR] PERJALANAN DEVI (Nunil 1)'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6288567705664546196</id><published>2011-08-28T23:16:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T10:05:39.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>SEBUAH PARCEL INDAH TELAH DIKIRIM KE RUMAHKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4so9xUGvSNc/TrLJp_N2EoI/AAAAAAAAACA/UtHl7RXPOSk/s1600/DSCF2133a.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4so9xUGvSNc/TrLJp_N2EoI/AAAAAAAAACA/UtHl7RXPOSk/s200/DSCF2133a.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670816603994198658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pukul 12.15 WIB pada hari Senin kemarin, saat aku baru saja selesai shalat Dzuhur tiba-tiba aku dikejutkan oleh bunyi dering handphone yang ada disaku celanaku. Ternyata mantan kekasihku yang menelepon. Cukup lama aku berpikir untuk menerimanya. Ada kabar apa sebenarnya dia meneleponku, karena hal itu diluar kebiasaannya. Akhirnya setelah lama kupertimbangkan, kuterima juga telepon itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hallo… !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, hallo…… !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Assalamu’alakum”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wa’alaikumsalam…..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayah……..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya…ada apa Bu…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini Yah….ada paket kiriman dari Yogyakarta”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa….paket parcel, ya Bu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nggak tahu nih….mungkin juga kali?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dibuka saja kalau gitu Bu…..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya deh Ibu buka sekarang…..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bingung, siapa yang telah mengirimkan parcel untukku. Yang mengherankan parcel itu dikirim dari Yogyakarta lagi. Siapa sahabatku yang tinggal di Yogyakarta itu? Seingatku temanku disana banyak sekali. Aku jadi mengingat-ingat kembali terutama sahabat-sahabatku yang pernah aku temui dua bulan yang lalu. Ketika itu aku menghadiri pertemuan ‘Desa Rangkat’ di Ganjuran, Yogyakarta. Ada Pak Emmanuel Astokodatu, Mas Odi Shalahuddin, Mas Halim malik, Bowo Bagus, Afandi Sido, Devi Juniarsih dan rekan-rekan dari grup ‘Canting’. Tak ada yang terbesit dalam benakku siapakah sahabatku yang telah mengirimkan paket parcel itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayah….isinya buku Yah….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa Bu, buku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya ini buku antologi karya, bagus sekali bukunya Yah….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wah….bagus dong Bu….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini parcel yang indah Yah…koq kita bisa mendapatkan ini sih?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayah nggak tahu….nanti saja deh ayah lihat dulu parcelnya, sudah dulu ya Bu…Ayah mau kerja lagi,” kataku mengakhiri telepon dari rumah. Sementara aku masih belum tahu siapa pengirim paket parcel itu. Lalu aku mulai lagi dengan melaksanakan tugasku dengan mulai melupakan kabar paket parcel tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;****************&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika tiba di rumah waktu itu tepat pukul 22.30 WIB aku langsung menanyakan paket parcel yang telah dikabari istriku tadi siang. Setelah aku lihat ternyata paket tersebut memang berisi sebuah buku yang indah kiriman ‘Indie Book Corner’ yang beralamatkan Gambiran Baru UH 5 Gang Ksatria II No.36 RT 45 RW 8 Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini sih buku Malam Prosa Kolaborasi Bu….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya tadi Ibu sudah membacanya…..bagus sekali isinya”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Baca yang bagian mana Bu…..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ibu baru baca ‘Sabda Semesta’ dan ‘Aku China, Kamu Jawa, Wo Ai Ni…’ bagus sekali prosanya Yah…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lho, pasti baguslah Bu…..ini karya kolaborasi yang manstaf”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oiya tadi Ayah mau memberi tahu kenapa kita mendapatkan buku ini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hehe….berarti Ibu belum membaca prosa ‘Curahan Hati Nunil’ ya…?” jawabku dengan senyum. Aku baru sadar kalau pernah menjadi peserta festival Malam Prosa Kolaborasi (MPK) di Kompasiana pada tanggal 10 - 11 Juni 2011 yang lalu. Lalu aku membuka buku itu pada halaman 125, disana terdapat tulisan prosa karya kolaborasiku dengan R-82. Aku memang telah terdaftar sebagai peserta MPK No.228 bersama dengan sahabatku R-82 (Syaroni). Kemudian aku buka halaman 735, ternyata ada sebuah puisi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prosa Kolaborasi dalam Puisi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Edy Priyatna&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angin malam kerap mengibaskan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rambutmu jadi layarku&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;arungi samudera demi laut pertemuan kita&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kerlingkan mata hingga tertutup&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bibir tipismu turuti jiwa bergetar&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menangkap rasa nan bergelora&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam raga riakpun menepati janji&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dia datang ke pantai ini&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersama jemari mengurai kembang, rambut tergerai lembut&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;serta bibir yang dahaga akan nyiur hijau&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sekelebat hilang dalam pipa putih&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dirimu seranum nyiur, diriku setajam sabit&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;begitu bisikan yang terdengar datang dari ujung laut&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;entah siapa……..&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita balik kembali setelah lama ditinggalkan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;orang-orang pinggiran yang acuh&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tempat peraduan kasih kita&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memadu rasa dan menyimpan duka kesejukan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang terancam gelombang besar bergemuruh&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tiba dari ufuk kasat penglihatan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang menelan setiap tegak disisi lautan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;membawa ikan-ikan berenang jauh&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menggulung apapun yang ia inginkan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sehingga menghasilkan sepi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan rasa sunyi yang senyap……….&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tak terpengaruh siang atau malam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tetap datang ke pantai nan selalu menyambut&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;emosi yang sama melumat ujung pangkal tubuh&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menelan tumbuh kita memuntahkan seribu petaka&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mungkin akan ada yang terlahir disini&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bagai perompak laut berambut gimbal&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berdoa memohon titipanNya&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tuhanku……….tolong kirim titipan untukku……titipan yang cocok dengan emosiku……”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu berkata kecil, sesuatu tentang kebun indah dan musim semi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;namun berubah bisikan tentang orang yang lari&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menuju lautan yang menganga melumat sesaat…..&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tak pernah gelisah menggenggam tangan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersama-sama melangkah menuju samudera&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menentang prahara gelombang dahsyat&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bagai bahtera jiwa diatas lautan luas&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan badai ganas bergelora kalbu&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memporakporandakan kerang dari titik yang dalam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hingga melarutkan sepi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;karena rasa kasih yang membatu dihati&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam ketenangan jiwa masih terdengar suara sayup-sayup&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“…dimana suaramu, masih sirnakah?”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;entah siapa……..&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita akhirnya pulang meninggalkan pantai kelam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tanpa nyiur&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tanpa bulan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tanpa bintang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tanpa sepi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tanpa sunyi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tapi dengan senyum dan dengan sinar&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;cerah dari tepi goresan pasir&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;putih lambang cinta kita&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang perlahan-lahan terhapus&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ombak-ombak mengejar kita&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menguap terbang kedalam jantung hati&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saat mentari datang mengintip&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kaupun tertunduk layu namun tetap gemulai&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;raut tampak sukacita kembali&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ketika berbenah diri&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ketika menyisir rambut&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ketika mengusap mata&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam melanjutkan perjalanan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;waktu telah memainkan cinta kita…………..&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sajak ini dipersembahkan khusus buat selingkuhanku&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan tim penggarap MPK Kompasiana.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Edy Priyatna)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pondok Petir, 10 Juni 2011&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah paket parcel yang sangat indah yang telah aku miliki dihari kedua puluh dua bulan Ramadhan 1432 H. Akan menjadi sebuah kenangan yang amat mengesankan dan takkan pernah terlupakan di dalam hidupku.-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Pondok Petir, 23 Agustus 2011)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6288567705664546196?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6288567705664546196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6288567705664546196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/sebuah-parcel-indah-telah-dikirim-ke.html' title='SEBUAH PARCEL INDAH TELAH DIKIRIM KE RUMAHKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4so9xUGvSNc/TrLJp_N2EoI/AAAAAAAAACA/UtHl7RXPOSk/s72-c/DSCF2133a.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1942897709537422720</id><published>2011-08-21T01:10:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T01:25:20.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>[FSC] AKU SELALU RINDU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada Ytc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekasihku yang selalu cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di rumah……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengan penuh rasa cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sayang, setelah kita bertemu sebulan yang lalu, hari ini tiba-tiba aku merasa sangat rindu kepadamu. Kuharap dirimu baik-baik saja sama seperti diriku saat menulis surat ini. Aku jadi teringat ketika kita saling menikmati hangatnya api unggun. Malam itu kita bernyanyi gembira sambil membakar jagung cinta yang habis kugigit dan kulumat dihadapanmu. Hatiku kau sentuh oleh belaian tanganmu yang halus. Membuatku seolah mimpi indah nan cerah tanpa harus tidur seharian penuh. Kunikmati lincahnya gurauanmu tanpa bosan. Sehingga tak terasa malampun telah larut bersama keindahan nan dahsyat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemarin…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saat malam pekat telah larut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersama rintik hujan tiada henti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semilir bayu nan sejuk dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;telah melelapkan jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menenangkan kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menentramkan hati putihku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;namun ketika rembulan mulai beranjak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menghilang dibalik awan kearah timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiba-tiba…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku terjaga dalam tidurku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terpana sekejap dalam kerinduan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kulihat dirimu tersenyum disampingku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekasihku, bagaimana kabarmu hari ini? Sudah dua minggu lewat saat surat terakhirmu kubalas dan kamu belum mengirim surat lagi kepadaku. Ingin rasanya kupergi mengunjungimu saat ini, namun tugasku di Desa rangkat ini masih belum selesai. Kadang dikala aku sedang sibuk, aku ingin mengajakmu berjalan-jalan bersamamu menyusuri pematang sawah yang terbentang dikaki gunung yang indah ini. Agar kepenatan yang sering singgah di hatiku hilang bersama pelepasan rasa rindu. Semua itu telah membuatku selalu terjaga dalam tidur yang amat panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setelah senja bermega kelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walau tanpa gemuruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hening…….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada guntur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada halilintar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiba-tiba hujan merintik tajam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiada henti……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu gerakku menjadi lengai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kaki bagai tak berpijak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;langkahku yang tak searah lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendadak terhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak dinyana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kau jalan menghampiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lepas kutanya makna rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiada suara…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setelah malam larut bergerak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kendati tanpa bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hening…….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kumelangkah lagi tanpa berpaling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiba-tiba jiwaku runggas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kini kutahu makna itu setelah aku jauh…………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sayangku, aku tahu kamu marah padaku, tapi aku juga tahu kalau kamu rindu padaku. Ketika aku mengunjungi kotamu yang kini mulai kemarau, terasa panas saat siang hari namun amat dingin ketika malam tiba. Apapun alasanmu marah padaku kau selalu tetap dihatiku. Selama ini disetiap malam di desa tempatku bekerja saat ini, aku selalu merenung menatap langit dan di sana kulihat bintang rindumu bergermerlapan. Semuanya membuatku amat bahagia, karena terlalu banyak bintang yang bersinar di langit itu. Saat itu aku merasakan genggaman tanganmu yang lembut dan membayangkan wajahmu yang selalu menyejukkan hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hembusan angin sendalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di bawah hujan menderas tajam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saat ini……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengiring getar emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengantarkan gelora renjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nan teramat sangat……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;adalah gumpalan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berpacu dalam waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiada tertahankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku rindu…………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasihku, aku ingin waktu ini berhenti saat kuhitung hari untuk kembali. Sungguh lama sekali rasanya kita berpisah. Bukan lagi sehari rasa seminggu tetapi sehari rasa berabad-abad yang harus kulewati. Namun aku selalu berusaha bersabar sehingga terlatih untuk senantiasa menikmati proses kehidupan yang fana ini dan kuingin selalu begitu selamanya. Aku juga berharap kamupun sudi sabar menunggu. Dua bulan lagi tugasku akan selesai di sini. Bila tiba saatnya, aku akan langsung menemuimu. Akan kucurahkan rindu yang telah kusimpan dalam kalbu ini. Untuk itu kirimkanlah kabar kepadaku. Janganlah marah kepadaku. Mungkin kamu dapat mengirimkan foto bunga yang kita tanam bersama di Yogyakarta. Tempat yang selalu mengangankan kebahagiaan di masa depan. Sungguh aku tidak sabar untuk segera melihat bunga itu bersamamu. Mudah-mudahan ada bunga yang bisa kupetik dan kupersembahkan kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat pertama kali aku mendengar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku rasakan hadirnya getaran hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku tak mengerti apa yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku amat tak berdaya........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat itu lalu aku melihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku sangat bahagia mengenalnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku ingin langsung memelukmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku sadar kendati terjadi........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat ini akhirnya aku hanya mendengarmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;entah apa jadinya hati ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku rasakan selalu gempa kalbuku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku tak mengerti mengapa kerap terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku senantiasa tak berdaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;namun…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku selalu sadar adanya pengorbanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku selalu sangat bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku selalu ingin ini tetap berlangsung……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Desa Rangkat, 13 Agustus 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salam sayang selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari kekasihmu yang selalu rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis : Edy Priyatna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;No. Peserta : 249&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Festival Surat Cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1942897709537422720?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1942897709537422720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1942897709537422720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/fsc-aku-selalu-rindu.html' title='[FSC] AKU SELALU RINDU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2425375989323497106</id><published>2011-08-21T01:02:00.001-07:00</published><updated>2011-08-21T01:07:05.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Malam Renungan Suci HUT Kemerdekaan RI Ke-66 di Desa Rangkat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pukul 23.00 WIB tanggal 16 Agustus 2011, semua warga Desa rangkat berkumpul di halaman Balai Desa. Mereka yang terdiri dari Bapak Kades Rangkat, Bu Kades Rangkat, Sesepuh Rangkat, RW Rangkat, RT Rangkat, Bu RT Rangkat, Sekdes Rangkat, Dalang Rangkat, Hans Sip Rangkat, Guru Rangkat, Pengamat Rangkat, Penari Rangkat, Bocing Rangkat, Kembang Rangkat, Penyair Rangkat, Calon Artis Rangkat, Pocong Rangkat dan seluruh warga Rangkat lainnya. Disana mereka melaksanakan acara renungan suci dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-66 yang dipimpin langsung oleh Bapak Kades Rangkat selaku inspektur upacara kehormatan dalam renungan suci tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tepat pukul 23.40 WIB, seluruh lampu di sekitar Balai Desa dipadamkan. Penerangan di sana hanya berasal dari tujuh belas buah obor. Bahkan, ketika pembawa acara membacakan panduan acara hanya diterangi dengan baterai kecil milik Hans Sip Rangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan yang dipimpin oleh Sekdes Rangkat, seluruh warga melantunkan lagu Indonesia Raya dengan penuh khidmat dan semangat. Kemudian tepat pukul 00.00 WIB dengan dipimpin langsung oleh Bapak Kades Rangkat mengheningkan cipta untuk mengenang dan menyatakan rasa hormat yang sebesar besarnya atas keiklasan dan kesucian para pahlawan yang telah memerdekakan negara republik Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan kepada jasa- jasa para pahlawan saat merebut kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengheningkan cipta, acara dilajutkan dengan wejangan atau sambutan Bapak Kades tentang arti renungan suci di Desa Rangkat ini sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah gugur, dalam menjalankan tugasnya, membela tanah air dari bangsa penjajah. Menurut Bapak Kades, bahwa kita semua wajib memberikan penghormatan sebesar-besarnya kepada pejuang atas pengorbanan dan jasa-jasanya. Akhirnya Bapak Kades pun mengatakan berjanji akan meneruskan perjuangan mereka bersama-sama warga Desa Rangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Bapak Kades memberi kesempatan kepada Sesepuh Desa Rangkat, Bapak Astoko untuk tampil di podium memberikan sekilas tentang sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia, sebelum acara itu ditutup dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada warga Desa Rangkat yang saya cintai……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salam sejahtera……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salam Desa Rangkat……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merdeka……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebenarnya saya tidak begitu tahu persis secara keseluruhan awal dari proses Kemerdekaan Republik Indonesia, namun ada beberapa yang saya ketahui tentang Kemerdekaan tersebut sebagaimana kita semua mengetahuinya. Kita semua tahu bahwa pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima di Jepang, oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Lalu sehari kemudian BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bung Karno (Soekarno), Bung Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah. Syahrir mengetahui hal itu melalui siaran radio luar negeri, yang ketika itu terlarang. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selanjutnya pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan ‘hadiah’ dari Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemudian Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol no. 1. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 malam 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan UUD yang sehari sebelumnya telah disiapkan Hatta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pengikut Syahrir. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita tahu Peristiwa Rengasdengklok, Dimana para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka menculik Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada tanggal 17 Agustus 1945, pagi hari di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor. Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah….begitulah cerita singkatnya proses Indonesia Merdeka, mudah-mudahan ini akan bermanfaat. Kiranya bila ada kata-kata yang tidak berkenan saya mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akhir kata tak lupa dalam kesempatan ini saya ucapkan kepada warga Desa Rangkat yang melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merdeka….Merdeka….Merdeka!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas tentang Kemerdekaan Indonesia yang mendapat aplaus dari seluruh warga Desa Rangat yang ikut memekikan kata Merdeka dan akhirnya acarapun ditutup dengan doa oleh Kang Hikmat serta diselesaikan dengan sebuah gita Kebangsaan ‘Syukur’.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semangat Hari Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 16 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2425375989323497106?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2425375989323497106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2425375989323497106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/malam-renungan-suci-hut-kemerdekaan-ri.html' title='Malam Renungan Suci HUT Kemerdekaan RI Ke-66 di Desa Rangkat'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8233935771342802287</id><published>2011-08-21T00:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T00:56:16.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>INDONESIAKU (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga ratus lima puluh tahun kau dikuasai bangsa lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga setengah abad kau ditindas,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga ratus lima puluh tahun kau diremehkan ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga setengah tahun dikuasai bangsa yang lain lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga setengah tahun dipaksa mengikuti budaya yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga ratus lima puluh tiga setengah tahun dijajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga puluh dua tahun dikuasai bangsa sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi tetap maju……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada pernah merasa letih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada mengenal rasa lelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada ada kata lesu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;takkan pernah lusuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;takkan lagi lemah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak akan menjadi layu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan tak lekang oleh waktu……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senantiasa maju penuh kesuksesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi penindasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negeri nan pandai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi kebodohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selalu penuh dengan kedamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi permusuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bangsa yang kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daerah yang indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi yang kosong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tempat yang hebat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi keterbelakangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semuanya telah dikuasai……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi penindasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi kebodohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi permusuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi kelaparan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi keterbelakangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semuanya telah musnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dilenyapkan oleh pejuang bangsa……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini telah maju dan sukses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini sudah pintar dan pandai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini selalu ramai dan damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini menjadi kaya dan raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini sangat indah dan cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini hebat dan canggih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selalu tetap maju ke depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disukseskan oleh pejuang bangsa……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesiaku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga ratus lima puluh tiga setengah tahun dijajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dikuasai bangsa lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lalu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiga puluh dua tahun dijajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dikuasai bangsa sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;enam puluh enam tahun merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kau telah dikuasai bangsa sendiri yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi tetap maju……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 17 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8233935771342802287?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8233935771342802287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8233935771342802287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/indonesiaku-2.html' title='INDONESIAKU (2)'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7045364341882650275</id><published>2011-08-21T00:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T00:51:43.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>INDONESIAKU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untukmu aku menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada sepi bersembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sungguh hati jadi haru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk melihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bahkan mendengar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sungguh aku tak bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada darah yang mengalir deras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada suara tangis menggema&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada rasa selalu mencekam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada banyak korban yang jatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tergambar dalam benak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semua kejadian dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika bambu runcing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan senjata tajam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di tangan-tangan yang kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengayun rentak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memporakporandakan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiba-tiba saat terjaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membuyarkan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;merubah keadaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menambah kesedihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terlihat langsung pada kasat mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semua……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;teman-temanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sahabat-sahabatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saudara-saudaraku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menghancurkan bumi pertiwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mereka tunduk patuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada para penggoda abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sehingga……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa rasio lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa pikir lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa hati lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mereka merasa benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berkuasa penuh dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;satu tarikan pemicu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyebabkan ribuan nyawa terkapar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kembali aku menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kali ini tanpa air mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membayang dalam benak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada dua waktu bersamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk melihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bahkan mendengar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sungguh aku tak bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terlihat dengan kasat mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;para pejuang datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mereka telah kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan tanda janur kuning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan jiwa merah putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berkata : “Aku ingin Indonesia merdeka sampai kapanpun!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 10 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7045364341882650275?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7045364341882650275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7045364341882650275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/indonesiaku.html' title='INDONESIAKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7913614451007541301</id><published>2011-08-21T00:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T00:30:16.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SEJARAH BANGSA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada jalan menuju kediamanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selorong dekat perkampungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di timur ada telaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku sempat rehat di tepi dan mandi……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di atas desa itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tampak kau tersenyum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di pekarangan yang hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku sambut cepat dengan berseri……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kini telah tiada tanah adat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sungai yang dulu benyanyi deras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tinggal genangan retak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sunyi gersang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak ada lagi orang-orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bermain disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mereka pergi mencari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tempat bermain yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di lorong-lorong jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di kolong-kolong jembatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di pasar-pasar terminal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang buat desa ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjelma kota sunyi……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada jalan menuju kediamanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dahulu kala selorong dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perkampungan dan telaga di timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tapi kini sunyi gersang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hanya ada gemuruh tambang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;siang malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bagai menjaga rembulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengusir mentari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dari jalan menuju kediamanmu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kau tahu pertambangan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gemuruhnya benyanyi deras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perkampungan dan telaga luas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi Sirna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seketika……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tercebur lumpur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Hancur leburlah masa depan kami”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kata suara kecil yang ketakutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku mengenang-ngenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suatu masa tentang raja penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan sakti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada tongkatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan hanya menunjuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dapat meraih tempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membajak sawah orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menindas……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata dalam hikayat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sang raja penguasa adalah penyayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;entah kepada siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lalu dengan tongkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dia berputar deras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maka keluarlah kekayaan bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lumpurpun meluap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rakyatnya sekarat melarat……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata dalam hikayat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;waktu terus meluncur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lumpur terus menjulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;raja penguasa menghilang bersama tongkatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perkampungan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;desa……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;telaga……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi rata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gemuruhnya mencekik rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kini kutahu beritanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dari buku sejarah bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok petir, 09 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7913614451007541301?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7913614451007541301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7913614451007541301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/sejarah-bangsa.html' title='SEJARAH BANGSA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3763853160900073053</id><published>2011-08-21T00:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T00:24:25.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RAMADHAN 6</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adalah bulan untuk melatih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jiwa nan sadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rendah hati pada sesama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada merasa paling mulia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hindari bertentangan pada saudara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pantang angkuh di muka bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;takut meremehkan orang lain……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adalah bulan untuk mengetahui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hati nan murni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bertujuan hidup mencintai dicintai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah nan Maha Pengasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang tidak menyukai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;laga pertikaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lagi pertentangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lagu kesombongan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adalah bulan untuk meraih segala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anugerah Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rachmat nan suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengampuan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pembebasan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lahir dan bathin…………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 11 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3763853160900073053?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3763853160900073053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3763853160900073053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ramadhan-6.html' title='RAMADHAN 6'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3004136980818204983</id><published>2011-08-21T00:20:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T00:22:44.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RAMADHAN 5</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang datang kemarin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adalah rachmat nan tiada henti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bertabur bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di setiap bidang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senantiasa terang benderang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang masuk hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adalah pintu nan selalu terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan keikhlasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di dalam kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sarat pengampunan suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang menunggu esok lusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adalah hari pembebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju kemenangan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di setiap jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kembali dalam fitrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila waktu telah hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat kan sirna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;raga meregang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jiwa melepas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada lagi ikhtiar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila tangan menggenggam biji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak perlu ragu menanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena sesungguhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia tak melihat hasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia selalu menghargai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;upaya diri atas petunjuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seperti kiat menahan nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam bulan yang datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kemarin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;esok lusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disiplin diri jalani norma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sebagai bukti usaha jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk selalu tunduk kepadaNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 10 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3004136980818204983?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3004136980818204983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3004136980818204983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ramadhan-5.html' title='RAMADHAN 5'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6961065669235068948</id><published>2011-08-07T13:24:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T13:25:47.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RAMADHAN 4</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari hulu mengalir deras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;butir-butir cahaya jernih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;limpahan rachmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju pengampunan jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;demi meraih pembebasan diri……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada muara menyeruak lepas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bias sinar rembulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menghilangkan kegelapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menampakan jejak alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;guna menerangi gejolak kalbu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hingga akhirnya asa menjelma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nyata dengan indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adalah upaya mengenal jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bersihkan seluruh raga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;makin meyakinkan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada sang penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melalui revolusi benak pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sadar mendekatkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kepada Sang Pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 04 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6961065669235068948?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6961065669235068948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6961065669235068948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ramadhan-4.html' title='RAMADHAN 4'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-5380930948838164707</id><published>2011-08-07T13:21:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T13:23:23.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RAMADHAN 3</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai ramadhanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lumatlah ragaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan sejuknya sahur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan panasnya lapar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan keringnya dahaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kebenaran……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar diri menjadi putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jiwa terlapis mental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melepas semua noktah hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai Ramadhanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;basuhlah hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan mata airmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan nikmatnya lapar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan nikmatnya dahaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pahalamu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar semua dosa-dosaku larut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tersapu aliran sungai beningmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang penuh dengan cahaya indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senantiasa mengalir siang dan malam……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 02 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-5380930948838164707?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5380930948838164707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5380930948838164707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ramadhan-3.html' title='RAMADHAN 3'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-361555615275046589</id><published>2011-08-07T13:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T13:19:31.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RAMADHAN 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sungguh taman itu telah tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan pintu gerbang putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dihiasi bunga-bunga kebajikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dilindungi hamparan rumput sedekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dilengkapi kolam ringan tangan pada sesama……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sungguh kutelah masuk ke taman itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;paginya disejukkan doa fajar menyingsing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;siangnya dihangatkan sinar mentari menahan nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;malamnya diterangi rembulan shalat malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nikmatnya hidup di taman indah segala bulan…………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 01 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-361555615275046589?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/361555615275046589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/361555615275046589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ramadhan-2.html' title='RAMADHAN 2'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-394276640849479529</id><published>2011-08-07T13:14:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T13:16:59.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malam ini kulihat bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;walau kadang samar terlihat sinarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melengkapi langit berhias bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanda-tanda malam-malam suci tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sedang berbaris menunggu giliran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bertemu kembali denganku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membawa catatan-catatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang akan dipersembahkan pada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap pagi menjelang……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akankah catatan-catatan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku goreskan dengan segenap cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dapatkah kumerajut amal soleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;doa dan dzikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ilmu nan bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kitab suci dan sujud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bahagiakan kaum fakir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berbuat baik terhadap sesama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;persembahan diriku pada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ataukah aku akan alpa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membiarkan malam-malam suci berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sambil mengucurkan air mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada hingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akibat rasa malu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika harus mempersembahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;catatan-catatan kosong pada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang telah banyak memberi……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 29 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-394276640849479529?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/394276640849479529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/394276640849479529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/ramadhan.html' title='RAMADHAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7806636732823378215</id><published>2011-08-07T13:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T23:49:26.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>[MPK] CURAHAN HATI NUNIL</title><content type='html'>Senja telah mulai sirna ketika udarapun tidak begitu bersahabat. Hujan turun dari mulai rintik-rintik hingga menjadi lebat bercampur badai. Mencekam sekali rasanya, apalagi listrik padam pada saat itu. Sehingga dapat dibayangkan betapa gelapnya keadaan desa Rangkat malam itu. Dan cukup lama keadaan tersebut baru mulai berbeda. Setelah hujan agak reda, Nunil mengambil HP nya lalu langsung menghubungi seseorang yang sudah lama sekali tidak pernah ia temui.&lt;br /&gt;“Hallo… !”&lt;br /&gt;“Ya, hallo…… !”&lt;br /&gt;“Assalamu’alakum”&lt;br /&gt;“Waalaikumsalam…..”&lt;br /&gt;“Bisa bicara dengan Edri ?”&lt;br /&gt;“Ya, saya sendiri !”&lt;br /&gt;“Hey, Dri! Aku Nunil masih ingat ?”&lt;br /&gt;“Hey, kamu rupanya ! Tumben baru telepon lagi ? Apa kabarnya nih ?”&lt;br /&gt;“Baik-baik Dri, kamu bagaimana ?”&lt;br /&gt;“Sama, cuma sedikit pusing karena cuaca agak buruk ya ? Ada kabar apa nih?”&lt;br /&gt;“Dri, malam ini kamu sibuk nggak?”&lt;br /&gt;“Nggak tuh, kenapa?”&lt;br /&gt;“Bisa terima pengaduan nggak?”&lt;br /&gt;Edri tertawa mendengarnya. Ia jadi teringat kalau sahabatnya yang satu ini - Nunil - memang selalu suka meminjam istilah-istilah lucu. Seperti pengaduan tadi misalnya. Pengaduan bagi Nunil artinya bahwa dia lagi punya uneg-uneg yang akan dibaginya dengan Edri.&lt;br /&gt;“Bisa, glek saja langsung !”&lt;br /&gt;Nunil gantian ketawa. Ia merasa cukup terhibur. Setelah seharian tadi kepalanya mumet dan merasa nyaris pecah gara-gara pertempuran dengan Adi, cowoknya.&lt;br /&gt;“Begini Dri, kayanya aku nggak bisa langgeng sama Adi …..”&lt;br /&gt;Nunil mulai melaporkan pengaduannya. Lalu ceritanya segara meluncur seperti sebuah cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau mau bubaran, ya bubar saja Mas ! Kita nggak usah bertele-tele”.&lt;br /&gt;Siang itu kemarahan Nunil sudah sampai ke ubun-ubun. Ditendangnya batu kecil yang ada di jalanan yang dilewatinya berdua Adi.&lt;br /&gt;“Kamu itu bicara apa ?”&lt;br /&gt;“Bicarain kita, Mas kira sekuat apa aku menahan kesal yang sudah menumpuk sejak lama ?”&lt;br /&gt;“Kamu kesal sama saya ?”&lt;br /&gt;“Sama semuanya ! Tapi yang penting sama kelakuan Mas. Mas selalu mau menang sendiri.&lt;br /&gt;Selalu menyalahkan aku, sementara kalau Mas yang salah, Mas nggak merasa bersalah. Seolah-olah Mas nggak pernah bersalah terhadapku”. Adi mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;“Bisa kamu sebutkan ?”&lt;br /&gt;“Bisa, banyak sekali !”, sambar Nunil cepat&lt;br /&gt;“Yang paling gres seminggu yang lalu. Mas menyalahkan aku ketika aku pergi dengan teman-temanku dan melarang aku untuk pergi dengan orang lain ! Sementara kemarin, Mas ngobrol sama cewek dengan seenaknya. Seolah-olah aku dianggap nggak ada”.&lt;br /&gt;“Kapan ? Saya nggak merasa seperti yang kamu tuduhkan ! Sayang saya tak berkurang kan ? Kamu saja yang lagi senang marahin saya !”&lt;br /&gt;“Aku nggak mau dengar rayuan Mas lagi, pokoknya aku ingin kita bubaran !”&lt;br /&gt;“Lho ! Itu kan maumu, keinginan sepihak. Berarti kamu memaksa saya ?”&lt;br /&gt;“Pokoknya bubar !”&lt;br /&gt;“Nunil, kita kan sudah lama bersama. Hampir satu setengah tahun. Bukan saatnya lagi kita ribut-ribut kayak begini dan ingin bubar lagi. Pasti ada solusinya, kita bisa bicarakan baik-baik”.&lt;br /&gt;“Justru karena sudah lama aku sudah mencoba berdiam diri, biar Mas merasa. Tapi nyatanya Mas masih nggak mengerti juga !”.&lt;br /&gt;“Kamu marah, Nil ?”&lt;br /&gt;“Marah sekali !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus, terus ……..”, Edri mendengarkan cerita Nunil dengan tekun. Cewek memang suka begitu kalau marah ledakannya sungguh hebat !&lt;br /&gt;“Terus, terus. Memangnya cerita bersambung ?”, Nunil kesal. “Kayaknya kamu lagi nanggapin aku deh, Dri”.&lt;br /&gt;“Bukan begitu, Nil. Kalau kamu ceritakan semuanya nanti bisa plong. Aku kan cuma ingin kamu baik-baik saja”.&lt;br /&gt;“Aku baik-baik aja, koq. Sudah lega dan senang bisa cerita sama kamu. Ya, begitu deh, kalau pacaran sama Adi. Dia mau menang sendiri. Adi itu merasa benar terus. Semua cowok sifatnya begitu, ya ?”&lt;br /&gt;“Nil ….”, Edri mengingatkan. “Aku juga cowok, lho.”&lt;br /&gt;“Sorry, deh ! Soalnya si Adi menyebalkan sih….”&lt;br /&gt;“Kamu itu mestinya membuat kepalamu dingin dulu, Nil. Jangan memutuskan sesuatu dengan keadaan emosi. Hasilnya pasti kurang baik”.&lt;br /&gt;“O, iya ?”&lt;br /&gt;“Iya, coba deh tenang dulu. Kalau besok atau nanti ketemu Adi, bicara baik-baik. Kamu pikirkan yang lebih dalam lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya dengan berbekal nasehat dari Edri, Nunil pergi untuk menemui Adi dengan hati yang senang. Maksudnya, dia berusaha mengusir rasa sebal dan segala sumpah serapahnya buat Adi. Nunil sengaja tidak menghubungi Adi lewat HP nya.&lt;br /&gt;Namun setelah tiba di rumahnya Adi, ternyata dia belum pulang sejak kemarin. Ia pergi entah kemana. Dihubungi lewat HP pun tidak ada jawaban. Dengan perasaan kecewa Nunil menitipkan pesannya. Dia berusaha habis-habisan untuk bertemu Adi. Sejam, dua jam, sehari, tiga hari dan berikutnya hanyalah harapan dan penantian yang tak berujung. Akhirnya Nunil mulai kesal karena tidak ada kabar tentang Adi.&lt;br /&gt;“Aku jadi nggak sabaran deh, Dri. Diharapkan ada, malah nggak ada. Dikangenin malah nggak mau tahu. Aku benar-benar kesal, nih !”&lt;br /&gt;“Wah, kamu saja yang suka emosi, Nil. Mungkin dia sedang sibuk atau kamu hanya selisih jalan sama dia”.&lt;br /&gt;“Nggak mungkin, Dri. Aku sudah ke rumahnya, koq. Barangkali dia menghindar dari aku, ya !”&lt;br /&gt;“Tuh, kan mulai lagi deh kamu berprasangka buruk. Itu nggak baik”.&lt;br /&gt;“Soalnya Adi dikangenin nggak mau. Kamu tahu aku kan ? Kalau aku rindu dan orang yang aku rindu nggak ada, aku selalu mengubur rinduku itu. Makin lama waktunya lewat, akau makin nggak mau membicarakannya lagi. Aku anggap sudah nggak ada rindu lagi”.&lt;br /&gt;“Kamu harus makin sering menyabarkan hatimu, Nil. Orang sabar itu selalu dikasihani Allah…..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi datang ke rumah Nunil seminggu kemudian, setelah Nunil menelepon Edri. Saat itu perasaan Nunil kepada Adi biasa-biasa saja. Dia tidak kesal, dan tidak kangen kepada Adi. Perasaannya sungguh aneh, karena semuanya seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya. Biasa saja. Sangat datar.&lt;br /&gt;“Kamu nggak kangen saya, Nil ?”&lt;br /&gt;“Sudah nggak, tuh !”&lt;br /&gt;“Koq, bisa begitu ?”&lt;br /&gt;“Entah, ya. Itu diluar kehendakku”&lt;br /&gt;“Oh, Nunilku. Kamu pasti masih mendidik marah pada saya, ya ?”&lt;br /&gt;“Nggak tuh !”&lt;br /&gt;“Saya kangen kamu, Nil ! Saya sayang kamu” Lalu Adi menggandeng tangan Nunil. Cepat-cepat Nunil menepiskan tangan kokoh itu.&lt;br /&gt;“Aku tahu…” Malam harinya Nunil menelepon Edri lagi.&lt;br /&gt;“Bayangkan, Dri…. Aku sudah nggak punya kangen lagi. Pun ketika ia muncul di depanku. Boro-boro kangen, digandeng saja aku nggak mau !”&lt;br /&gt;“Kamu nggak boleh begitu, Nil. Kamu terlalu dihantui oleh perasaan kamu sendiri. Koq, sulit amat buat memaafkan kesalahan orang. Coba pikirkan lagi deh. Adi kan bukan orang lain buat kamu”.&lt;br /&gt;“Justru itu ! Aku nggak enak dong, kalau cuma pura-pura sayang sama dia”.&lt;br /&gt;“Cuma karena begitu, kamu jadi nggak sayang lagi ?”&lt;br /&gt;“Pokoknya aku telah kehilangan segala rasa sayangku pada Adi, Dri. Aku sudah lelah…”.&lt;br /&gt;Hening di seberang sana. Edri menunggu kelanjutan pembicaraan Nunil.&lt;br /&gt;“Edri, apa benar ya, kalau kita kehilangan rasa kangen itu artinya kita sudah nggak sayang lagi sama orang yang kita cintai ?”&lt;br /&gt;“Entah ya, Nil. Aku kan belum pernah mengalami seperti kamu itu”.&lt;br /&gt;“Aku telah membohongi Adi, Dri. Sebenarnya sudah lama rasa sayangku itu habis. Sejak dia mulai tidak memperdulikan aku lagi”.&lt;br /&gt;“Nunil, apapun yang akan kamu putuskan, kamu harus yakin benar akan semua tindakan itu, nggak cuma karena emosi. Itu saja. Rasanya aku sudah pernah bilang tentang hal ini kan ?”&lt;br /&gt;“Sudah, terima kasih ya, Dri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nunil baru saja tiba di rumahnya. Ia tampak lusuh setelah seharian penuh pergi ke kampus membantu persiapan lomba penulisan prosa disana. Gadis berambut pendek itu langsung ke kamarnya dan membaringkan dirinya di atas kasur. Ada sesuatu yang lebih melelahkan dirinya selain karena melaksanakan tugas kepanitiaan. Dalam perjalanan pulang, tanpa sengaja Nunil bertemu Adi sedang berduaan dengan wanita lain. Tapi disaat itu ia sudah benar-benar tidak merasakan kecewa lagi. Namun hatinya seperti telah merasakan kelelahan yang amat dahsyat, sehingga ia langsung terlelap tanpa sadar tidak seperti biasanya. Lama Nunil tertidur hingga ia terjaga ketika mendengar suara dering HP nya.&lt;br /&gt;“Selamat malam……..”, Nunil menyapa.&lt;br /&gt;“Malam, Nunil…”&lt;br /&gt;“Oh, kamu Mas”, Nunil segera mengenali suara Adi di seberang sana.&lt;br /&gt;“Ada apa ?”&lt;br /&gt;“Saya ingin menjelaskan kejadian siang tadi”&lt;br /&gt;“Ah, nggak perlu koq, Mas. Semuanya sudah jelas bagiku……”&lt;br /&gt;“Dengar dulu, Nil……”&lt;br /&gt;“Nggak mau, aku tahu pasti Mas akan bilang adalah sulit bagi seseorang buat mengubah pandangannya tentang sesuatu yang sudah biasa dialaminya. Aku kenal betul siapa Mas !”&lt;br /&gt;“Nunil…..”&lt;br /&gt;“Biar kamu tahu, Mas ! Aku sejak dari awal sayang sama Mas, tapi bukan dengan kelakuanmu yang tidak terpuji itu”&lt;br /&gt;Kata Nunil tegas sambil menahan gejolak emosinya.&lt;br /&gt;“Saya tahu”, Adi menghela napasnya. “Maafkan saya, Nil. Kalau cemburu saya sudah kelewatan. Dan kelakuan saya yang menurutmu tidak adil terhadapmu”&lt;br /&gt;Nunil diam sejenak. Dia harus tegas dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;“Sekarang saya mengerti semuanya, Nil”, Adi mencoba sabar. “Bagaimana kalau kita coba lagi, Nil ?”&lt;br /&gt;“Nggak perlu. Aku sudah lelah”, Nunil memegang dahinya. “Aku sudah terlalu lelah. Aku ingin semuanya berakhir………”.&lt;br /&gt;Tanpa menunggu kalimat Adi, Nunil memutuskan hubungan teleponnya. Tak lama kemudian, ia menghubungi Edri.&lt;br /&gt;“Ternyata aku benar, Dri. Aku langsung kehilangan kangen, itu berarti aku sudah nggak sayang lagi sama orang yang seharusnya aku kangenin………”&lt;br /&gt;“Kamu ngomong apa sih, Nil….. ?”&lt;br /&gt;“Aku sudah resmi bubaran sama Adi barusan, Dri. Besok aku telepon kamu lagi ya ? Sekarang aku sangat lelah…..”.&lt;br /&gt;“Halo, halo…….”, Edri masih memanggil-manggil waktu Nunil buru-buru mematikan HP nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat cinta dua antara insan.&lt;br /&gt;Terkadang senyap dan sesekali mejulangi&lt;br /&gt;Mengangkasa hingga tak dapat diraih lagi&lt;br /&gt;Semua ada karena kebersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang jauh di ujung sana&lt;br /&gt;Menanti dan mengharap pertemuannya&lt;br /&gt;Dalam gelisah tiada tara&lt;br /&gt;Meski batin tak bisa mengikat diantara keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika cinta itu ternoda&lt;br /&gt;Walau tiada kotoran yang merajahnya&lt;br /&gt;Semua terjadi karena salah yang tipis saja&lt;br /&gt;Hingga akhirnya menghapus rasa yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kebersamaan itu telah terganti&lt;br /&gt;Rasa cinta yang selalu terobati&lt;br /&gt;Karena ada dan selalu menemani&lt;br /&gt;Dalam setiap resah dan gelisah yang merajahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, disebuah taman yang indah terlihat dua sosok remaja yang sedang bercerita. Mereka terlihat senang bercengkrama. Kebahagiaan itu terpancar dari kedua senyumnya yang senantiasa saling membalas. Indah ditemani kupu kupu yang terbang diantara bunga-bunga yang berwarna-warni.&lt;br /&gt;Hijau dedaunan dan rumput disekitarnya. Melengkapi perasaan mereka yang baru tumbuh dan semakin memperkuat akar akarnya. Karena cinta diantara keduanya berawal dari akar persahabatan yang sejak lama bersarang. Mereka kini menyirami akar itu dengan perasaan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Kedua sejoli tersebut duduk ditaman saling berhadapan. Mereka saling berucap janji untuk selalu menjaga cinta diantara keduanya. Karena mereka telah memahami kelemahan dan kekurangan masing-masing. Mereka berjanji untuk saling melengkapi. Sebagai pasangan kekasih.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********O*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis : R-82 &amp;amp; Edy Priyatna   Nomor peserta: 228&lt;br /&gt;(10 Juni 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7806636732823378215?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7806636732823378215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7806636732823378215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/08/sahabat-sejati.html' title='[MPK] CURAHAN HATI NUNIL'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2806557233465755765</id><published>2011-07-27T11:37:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T11:38:39.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA SANG PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pakaian lengkap berdasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kendaraan mewah itu pasti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berkerja keras seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senantiasa mengabdi sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;padahal hanya untuk diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak banyak yang tahu mengerti………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sibuk tak berkeringat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gaji besar selalu nikmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dihormat karena pangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selalu senang berserikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jaminan sepanjang hayat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tapi selalu lupa kepada rakyat……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada yang rapi lengkap berdasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bersaing demi sebuah kursi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tak banyak yang tahu mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kepada yang sibuk tak berkeringat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bersaing berpacu kenaikan pangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tapi selalu lupa kepada rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adakah mata hati terbuka……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika rakyat butuh pakaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika rakyat butuh kendaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika rakyat tahu mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika rakyat butuh gaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika rakyat butuh jaminan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika rakyat butuh perlindungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dimanakah kebijaksanaanmu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Korupsi makin merajalela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;musibah selalu terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pejabat semakin senang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rakyat selalu menderita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sampai kapankah ini akan terjadi……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pakaian lengkap berdasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kendaraan mewah itu pasti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berkerja keras seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senantiasa mengabdi sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;padahal hanya untuk diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apakah sudah tahu mengerti………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sibuk tak berkeringat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gaji besar selalu nikmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dihormat karena pangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selalu senang berserikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jaminan sepanjang hayat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apakah segera ingat kepada rakyat……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada yang rapi lengkap berdasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berhentilah berkerja untuk diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ingatlah kini sudah banyak yang tahu mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kepada yang sibuk tak berkeringat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berhentilah berkerja mencari harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ingatlah selalu kepada rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukalah mata hati……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;marilah kita bersatu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berdoa bersama demi kemakmuran negeri……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 23 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2806557233465755765?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2806557233465755765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2806557233465755765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/kepada-sang-pemimpin.html' title='KEPADA SANG PEMIMPIN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6761251148537956229</id><published>2011-07-27T11:35:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T11:36:32.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>LUKISAN NEGERI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebuah realisasi kehidupan yang berjalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suka dan duka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam cerah membentang mega kelabu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam kegembiraan ada kesusahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam suka terbesit kesengsaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi hidup tidak untuk disesali……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langit terkadang tak seindah yang terlihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;biru dan hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam gulungan kerap mangsai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam senyum besar para pemimpin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada tangisan kecil rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat epidemi tiba dari muka hingga ke batas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat itu pula penyelewengan naik ke permukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hati ini ingin menjerit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jiwa terasa bergejolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ragapun ingin beranjak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi kaki tidak dapat digeraki……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunung nan selalu ramahpun menjadi murka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sejuk dan membara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam gelap tangannya berdarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam menuntut rasa kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penuh perjuangan hidup hingga mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap bala bantuan datang bagi rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap itu pula kebahagiaan pemimpin tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;masuk ke dalam kalbu nan resah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jiwa ingin berontak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mulutpun ingin berteriak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;namun lidah ini terasa kelu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidup kita penuh cita-cita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suka dan duka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kehidupan adalah bangkit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dari putaran dan keterpurukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;betapa beruntungnya kita ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;telah hidup di negeri berdaulat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;walau keadilan masih belum begitu dijunjung tinggi……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Enam puluh enam tahun kita belajar hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kendati belum maksimal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kesinambungan berjalan perlahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bertahan dalam damai tanpa perang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negeri sejuk karena kerukunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menciptakan kebersamaan nan indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju masa depan dengan keihklasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam perlindungan-Nya pada setiap waktu……………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 21 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6761251148537956229?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6761251148537956229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6761251148537956229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/lukisan-negeri.html' title='LUKISAN NEGERI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1701985445476224111</id><published>2011-07-27T11:33:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T11:34:34.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SAHABATKU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat yang datang dan pergi dalam terangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rintikan gerimis deras yang turun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyirami setiap jengkal tanah lama berdebu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hingga mampu menciptakan taman bunga dedaun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam kesucian hati……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat yang datang dan pergi dalam terangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kumpulan air mata air telaga suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengalir setiap saat tiada hingga berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melepas rasa dahaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ke dalam kesegaran jiwa……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat yang datang dan pergi dalam terangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dia tetesan embun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjatuh basahi kekeringan jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyuburkan seluruh mahligai sanubari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di dalam kehijauan bumi……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada para pengembara alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mampirlah di saungku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kabarkanlah padaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tentang dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat yang datang dan pergi dalam terangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pohon rindang sejuta dahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melindungi sengatan mentari nan tak tertahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sampai mampu menyampaikan keteduhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam keindahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keramaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kesejukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedamaian……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat yang datang dan pergi dalam terangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bintang gemerlap di malam raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menemani rembulan luka nestapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menerangi luas hitam semesta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan kebersamaan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat yang datang dan pergi dalam terangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kumpulan mutu manikam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bercahaya indah anugerah hati sang pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mampu menebar pesona jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pada kemuliaan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada burung-burung terbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;turunlah di tangkaiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ceritakanlah padaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tentang hadirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sahabat yang datang dan pergi dalam terangku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 19 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1701985445476224111?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1701985445476224111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1701985445476224111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/sahabatku.html' title='SAHABATKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8102275488300117640</id><published>2011-07-27T11:31:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T11:32:41.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RASA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat aku tutup mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semua terasa sunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kosong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa suara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tenang……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Namun…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat aku buka mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terlihat keramaian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terang benderang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riuh rendah……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tetapi…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;belum bersih…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;belum dingin…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;belum menyenangkan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ingin aku tutup mata ini selama mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi aku tak mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keramaian itu memanggilku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menarik perhatian……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku hanya bisa mencuci mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sukma mulai sesak,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hati terasa penat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harap ramai jadi ketenangan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terang benderang penenang kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riuh rendah pendamai jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak menjadi pertikaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak pula permusuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetapi persaudaraan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Jakarta, 15 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8102275488300117640?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8102275488300117640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8102275488300117640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/rasa.html' title='RASA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4463314460127946441</id><published>2011-07-15T22:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T22:03:31.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA YOGYAKARTA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bumi nan mengalir dalam hembusan alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negeri satria nusantara istimewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pelepas lelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyejuk hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bagi pendatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negeri indah nan damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kota sejuk nan ramai……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bumi nan mengalir dalam hembusan alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kota ramah untuk disinggah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;panasnya memberi kehangatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dinginnya memberi kesejukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;damainya memberi kenikmatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;walau kerap prahara datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetap tegar memberi harapan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kota yang telah menyambutku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat melepas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di detak jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;desa rangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;takkan bisa kulupakan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 05 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4463314460127946441?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4463314460127946441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4463314460127946441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/kepada-yogyakarta.html' title='KEPADA YOGYAKARTA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8097003021928457302</id><published>2011-07-08T19:34:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T19:36:00.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Doa Buat Sahabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari ini langit terlihat mendung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;udaramu mengabu tanpa cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;angin lamban telah mengabarkan duka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mentari telah terselimuti……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalbuku ruah dengan semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membumbung ke atas mega&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ingin menyentuh jiwamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar kamu tak lelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar kamu terjaga……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika hari-harimu genap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diseparuh bentang hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suaramu pun terbang jauh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;namun masih terdengar nyata……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku menengadahkan wajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sambil memanggil namamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa henti berharap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar didengarkan……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada rindu buatmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang muncul dalam kesunyian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerap membangunkan jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agar dapat melewati mimpi……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuhanku……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berikanlah dia sinar cahayaMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berikanlah dia suaraMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berikanlah dia jalanMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berikanlah dia nafasMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia yang selalu tersenyum dalam mimpiku……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat sahabatku : Aryaning Tyas, semoga cepat sembuh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Jakarta, 08 Juni 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8097003021928457302?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8097003021928457302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8097003021928457302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/doa-buat-sahabat.html' title='Doa Buat Sahabat'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7282714870329205465</id><published>2011-07-04T18:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T18:23:15.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Desa Yang Kudatangi Hari Ini</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sawah tak membuat jejak jadi patah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada saat akan menyatukan renggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mendekati jarak-jarak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kemudian kembali kita berbincang-bincang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sambil menghirup udara hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melepas dahaga mengurai rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyanyikan gita sukma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;esokkan masih ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di desa kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan sejuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nan ramai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;desa dunia……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rupa dan wajahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sudah tertanam dihati………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yogyakarta, 02 Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7282714870329205465?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7282714870329205465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7282714870329205465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/07/desa-yang-kudatangi-hari-ini.html' title='Desa Yang Kudatangi Hari Ini'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2017803159405083410</id><published>2011-06-30T21:06:00.001-07:00</published><updated>2011-07-27T11:41:41.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERJALANAN 6</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kini aku melangkah kembali&lt;br /&gt;ke desa yang pernah aku singgahi&lt;br /&gt;karena kehilangan segala&lt;br /&gt;termasuk kenang-kenangan……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dusun hijau&lt;br /&gt;saat pagi menjelang&lt;br /&gt;menyampaikan kabar para petani……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap semangat&lt;br /&gt;setia kembali menyusuri&lt;br /&gt;lekuk tubuhmu&lt;br /&gt;kendati habis asa&lt;br /&gt;sekali jatuh tanpa pergi……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kau tetap gugusan&lt;br /&gt;tempat rembulan dan bintang&lt;br /&gt;yang hadir setiap waktu&lt;br /&gt;membuatku terjaga&lt;br /&gt;memandang wajah terangmu&lt;br /&gt;menerima segala……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun waktu terus belalu&lt;br /&gt;aku tetap melangkah&lt;br /&gt;tanpa bosan&lt;br /&gt;melihat kenangan kian berkesan&lt;br /&gt;pada pagi yang sejuk&lt;br /&gt;pada pagi yang damai&lt;br /&gt;pada pagi yang indah&lt;br /&gt;pada pagi yang ramai……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tetap desa&lt;br /&gt;dan aku setia&lt;br /&gt;menikmati liku sawahmu&lt;br /&gt;mengecap manisnya tubuhmu&lt;br /&gt;hingga habis waktu……………….&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 01 Juli 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2017803159405083410?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2017803159405083410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2017803159405083410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/06/perjalanan-6.html' title='PERJALANAN 6'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-3264042669944851484</id><published>2011-06-23T15:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T15:18:24.420-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PERJALANAN BINTANG</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabatku, lihatlah bintang-bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan langit yang terus membiru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tengadah dan lihatlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bintang-bintang hidup di angkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bintang-bintang hidup di bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;engkaulah itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bintang-bintangku……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..Engkaulah bintang yang telah hadir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..bersinar dengan ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..bercahaya dengan Sang Pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Engkaulah yang terindah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tercantik dan sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gemerlap dan benderang……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..Engkaulah itu, bersamaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..yang sedang disalinkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..engkau sendiri yang menyalinkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..seperti cita-citamu menjadi bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada kalanya membulat penuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat dikitari biasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sekali lagi permainan dimulai……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..Ada waktunya naik setelah turun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..ada saatnya sang kelana kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..pulang kegubuknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alang-alang tumbuh kerontang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menitis menjadi perdu-perdu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi pohon-pohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang mati menitis pada satwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjelma menjadi orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lalu ditempa api membara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lalu ingat akan gubuknya yang jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lalu mengenang dirinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang rindu rasa menyatu……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..Ada saatnya orang merasa puas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..menjadi orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..menjadi bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..yang siap menjadi penuntun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diriku berputar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dari dataran rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam kesadaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi kesempurnaan sosok jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dari nyata ke wujud cahaya……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..Bagai kepompong yang menjelma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..dari merayap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..menjadi haru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..dari berat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..menjadi sukacita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..hinggap di pohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;……..melayang terbang…………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pondok Petir, 22 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Edy Nawir) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-3264042669944851484?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3264042669944851484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/3264042669944851484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/06/perjalanan-bintang.html' title='PERJALANAN BINTANG'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8840544994704677170</id><published>2011-06-23T15:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T15:15:37.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SELAMAT ULANG TAHUN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semalam orang-orang berdiskusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sebuah kamar besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bicara tentang kado&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk esok hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buat kota kesayangan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sebagai ungkapan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanda terima kasih……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mereka semakin hebat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membahas dengan debat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saling berteriak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saling berkelit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saling berebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saling ambisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika malam mulai larut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cuaca tengah cerah merekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sang kota tersenyum mendengarkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;merubah wajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi haru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tatkala terdengar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suara satu mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berharap besok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kota akan terkejut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terperanjat bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika membuka buku-buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hadiah orang-orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena isinya meledak………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mungkin sang kota akan sedih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atau akan bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atau akan terperanjat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atau mungkin akan terkejut juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena tidak ada kado……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jakarta, 22 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sajak buat Kota Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirgahayu Kota Jakarta yang ke-484&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Edy Nawir) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8840544994704677170?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8840544994704677170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8840544994704677170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/06/selamat-ulang-tahun.html' title='SELAMAT ULANG TAHUN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-1707961777468555600</id><published>2011-06-15T05:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T05:06:35.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PROSA KOLABORASI DALAM PUISI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angin malam kerap mengibaskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rambutmu jadi layarku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;arungi samudera demi laut pertemuan kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerlingkan mata hingga tertutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bibir tipismu turuti jiwa bergetar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menangkap rasa nan bergelora&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam raga riakpun menepati janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dia datang ke pantai ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bersama jemari mengurai kembang, rambut tergerai lembut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;serta bibir yang dahaga akan nyiur hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sekelebat hilang dalam pipa putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dirimu seranum nyiur, diriku setajam sabit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;begitu bisikan yang terdengar datang dari ujung laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;entah siapa……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita balik kembali setelah lama ditinggalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;orang-orang pinggiran yang acuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tempat peraduan kasih kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memadu rasa dan menyimpan duka kesejukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang terancam gelombang besar bergemuruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiba dari ufuk kasat penglihatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang menelan setiap tegak disisi lautan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membawa ikan-ikan berenang jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menggulung apapun yang ia inginkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sehingga menghasilkan sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan rasa sunyi yang senyap……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita tak terpengaruh siang atau malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tetap datang ke pantai nan selalu menyambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;emosi yang sama melumat ujung pangkal tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menelan tumbuh kita memuntahkan seribu petaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mungkin akan ada yang terlahir disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bagai perompak laut berambut gimbal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berdoa memohon titipanNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Tuhanku……….tolong kirim titipan untukku……titipan yang cocok dengan emosiku……”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lalu berkata kecil, sesuatu tentang kebun indah dan musim semi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;namun berubah bisikan tentang orang yang lari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju lautan yang menganga melumat sesaat…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita tak pernah gelisah menggenggam tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bersama-sama melangkah menuju samudera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menentang prahara gelombang dahsyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bagai bahtera jiwa diatas lautan luas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan badai ganas bergelora kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memporakporandakan kerang dari titik yang dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hingga melarutkan sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena rasa kasih yang membatu dihati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam ketenangan jiwa masih terdengar suara sayup-sayup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“…dimana suaramu, masih sirnakah?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;entah siapa……..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita akhirnya pulang meninggalkan pantai kelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa nyiur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanpa sunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tapi dengan senyum dan dengan sinar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cerah dari tepi goresan pasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;putih lambang cinta kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang perlahan-lahan terhapus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ombak-ombak mengejar kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menguap terbang kedalam jantung hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat mentari datang mengintip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kaupun tertunduk layu namun tetap gemulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;raut tampak sukacita kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika berbenah diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika menyisir rambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika mengusap mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam melanjutkan perjalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;waktu telah memainkan cinta kita…………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sajak ini dipersembahkan khusus buat selingkuhanku&lt;br /&gt;dan tim penggarap MPK Kompasiana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Edy Nawir)&lt;br /&gt;Pondok Petir, 10 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-1707961777468555600?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1707961777468555600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/1707961777468555600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/06/prosa-kolaborasi-dalam-puisi.html' title='PROSA KOLABORASI DALAM PUISI'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-749331253368324988</id><published>2011-05-10T12:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T12:45:52.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RINDU 4</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Belum beberapa jauh melangkah&lt;br /&gt;jejak telah terasa dekat&lt;br /&gt;melekat........&lt;br /&gt;walau seperti tak nampak&lt;br /&gt;rasa itu pernah singgah&lt;br /&gt;dan takdir tak bisa dinyana&lt;br /&gt;diri dan kerabat&lt;br /&gt;terus hidup terbayang&lt;br /&gt;dalam hati jadi gambaran&lt;br /&gt;sebuah keinginan jiwa&lt;br /&gt;kiranya nyata tertata&lt;br /&gt;bagai terlepas dahaga&lt;br /&gt;semoga……..&lt;br /&gt;ada getar asa peraduan&lt;br /&gt;membayar rasa kasihku pada semua………….&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;(Pondok Petir, 11 Mei 2011)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-749331253368324988?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/749331253368324988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/749331253368324988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/05/rindu-4.html' title='RINDU 4'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-8312778414152401160</id><published>2011-05-03T08:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T11:15:07.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>PEMILIHAN KETUA RUKUN WARGA DI DESA RANGKAT</title><content type='html'>&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah desa indah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang sejuk damai mulai ramai, Rangkat mulai sibuk dengan penduduknya dan pak Kades &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Yayok Haryanto&lt;/b&gt;, telah menetapkan sistim organisasi desa yang dianggap penting demi kemajuan desa tersebut. Pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) pun akhirnya telah dilaksanakan dengan aman dan tertib. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistim, tata cara, dan mekanisme pemilihan umum (pemilu) di Indonesia tampaknya telah mengakar hingga pada pemilihan Ketua RW yang baru. Hal ini terjadi di RW 01 Desa Rangkat. Kecamatan Elok. Kompasiana Pusat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;Ibu Kades &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Mommy&lt;/b&gt;, menjelaskan kepada seluruh warga, bahwa Desa Rangkat adalah wadah komunitas warga Kompasiana dalam menuangkan segala ide dan imajinasi kreatif akan sebuah desa yang tumbuh kembang bersama rasa Toleransi, Kesamaan, Persaudaraan dan Persahabatan juga rasa Kekeluargaan yang dijunjung tinggi. Desa Rangkat adalah desa yang dibangun dan dibesarkan melalui hati dan rasa dengan prinsip ‘diskusi elok sarat asah-asih-asuh dalam merangkai kata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;Dalam kesempatan di sebuah pertemuan warga desa, Ibu Kades Mommy pernah membacakan sajak tentang Desa Rangkat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Sawah itu terbentang dalam ingatan…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;hijau royo royo terhampar jauh di kaki bukit&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;itulah karunia Tuhan yang mencipta&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;jadilah, dan semuapun jadi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;tanah dengan air&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;langit dengan udara&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;makhluk pun juga&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Maka petanipun membentuk tanah jadi sawah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;benihpun tumbuh diatasnya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;aku bersyukur&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;diciptakan dari tanah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;yang memberi makan bagi tubuh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;yang menyediakan tempat bagi mati&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;(Mommy, 25 October 2010 10:34:29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2010/10/25/desa-rangkat-suatu-misteri-atau-keajaiban/"&gt;&lt;span style="color:windowtext;"&gt;http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2010/10/25/desa-rangkat-suatu-misteri-atau-keajaiban/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pelaksanaan pemilihan Ketua RW 01 yang baru disambut gembira oleh seluruh warga desa. Gelaran pemilihan disulap layaknya pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres). Ada dua tempat pemungutan suara (TPS) atau bilik pencoblosan suara pun dibuat rapi sejajar. Setiap wakil warga yang telah memilih pun ditandai dengan tinta pada Jarinya. Luar biasa !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam pemilihan ketua RW tersebut telah diatur sesuai dengan peraturan desa bahwa yang berhak memilih adalah wakil dari setiap RT. Walaupun tak semua warga memilih karena telah diwakili 6 orang setiap RT-nya, peristiwa yang baru pertama kali ini di RW 01, mengundang antusias seluruh warga. Sejak pukul 08.00 pagi mereka sudah berdatangan untuk menyaksikan pemungutan suara hingga penghitungannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TPS atau Bilik suara dan panggung kecil yang dibangun di Jalan Cinta. RT 01/01 Desa Rangkat, itu dipenuhi warga. Dari 5 RT ada 30 pemilih yang akan menentukan Ketua RW 01 Desa Rangkat yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketua Panitia Pemilihan Ketua RW 01 &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sdr. Ade Supriadi&lt;/b&gt; (Ki Bodo Ade, Pemilik Klinik Cinta Rangkat. Awalnya sih tukang servis senter), mengungkapkan, mereka bekerja sejak 16 Maret 2011. Mulai dari penyaringan bakal calon hingga pendaftaran pemilih dilakukan secara intensif. Menurutnya, mulai dari kertas suara, pembuatan bilik dan panggung kecil tempat penghitungan suara dibuat secara swadaya oleh seluruh warga RW 01. Dana yang dihabiskan sekitar Rp 1 Juta. Sebagian diambil dari kas RW sedangkan sebagian lagi sumbangan warga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam penyaringan bakal calon (balon) Ketua RW 01 ini, akhirnya ditetapkan 3 calon yakni: &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sdr. Ibay&lt;/b&gt; (Ketua RT 05, punya usaha sampingan warung pojok Lebay), &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sdr. Triansjah PJ&lt;/b&gt; (Komandan Hansip yang punya pentungan keramat, kadang-kadang nyambi jadi tukang jualan kompor), dari RT 02 dan &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Sdr. Edy Nawir&lt;/b&gt; dari RT 01. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebenarnya ada dua balon lagi yang lolos penyaringan, tapi dia telah mengundurkan diri, yaitu &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sdr. Halim Malik&lt;/b&gt; (dari RT 03) dan &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sdr. Helmi Budiprasetyo&lt;/b&gt; (dari RT 04). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua balon harus memenuhi syarat tertentu yakni harus warga desa Rangkat RW 01, berumur cukup yakni di atas 17 tahun, serta yang terpenting diajukan oleh pengurus atau Ketua RT-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Warga Desa Rangkat saat ini berjumlah 159 orang, yang tersebar di 5 RT yaitu RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 dan RT 05. Sehingga secara keseluruhan hanya ada 30 orang warga yang mempunyai hak memilih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anggota Dewan Desa Rangkat, &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Elvaretta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:black;"&gt; / &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Perawan Alas&lt;/b&gt; (Neng Acik, Sekdes yang mondar-mandir bawa stempel. Hobi nya main ke hutan)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, yang juga warga RW 01, mengungkapkan 6 orang perwakilan dari setiap RT dianggap oleh warga sudah sangat mewakili mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ini keputusan musyawarah RW dan semua warga menerimanya," kata Neng Acik, menjelaskan kepada seluruh warga yang hadir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itulah banyak warga yang ikut menyaksikan pemilihan RW tersebut, sekalipun mereka tidak memberikan suara tetap antusias datang untuk melihat penghitungan suara karena merasa sudah terwakili. Ke-enam orang perwakilan warga setiap RT-nya yang berhak memberikan suara Itu terdiri dari 3 orang pengurus RT (yakni ketua RT, sekertaris dan bendahara RT), perwakilan ibu PKK. perwakilan Karang Taruna dan seorang tokoh masyarakat setempat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pelaksanaan pemilihan pun akhirnya dimulai pada jam 10.00 setelah pak Kades memberikan sepatah dua patah kata dan sekaligus memberikan tanda dimulainya pemilihan. Sementara para warga yang hadir menyaksikan menyambut gembira dengan semangat memberikan support seperti layaknya menonton pertandingan sepak bola, dimana mereka dengan serunya meneriakan yel-yel mereka. Setelah pelaksanaan pencoblosan usai dilanjutkan dengan pembukaan dan pembacaan suara yang syah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari 30 orang pemilih yang mewakili warga dan berhak memberikan suaranya akhirnya Sdr. Edy Nawir sang incumbent terpilih menjadi Ketua RW dengan 16 suara. Sedangkan Sdr. Triansyah PJ mandapat 8 suara dan Sdr. Ibay mendapat 6 suara. Spirit demokrasi memang sangat tampak. Sejak awal kandidat yang duduk di depan panggung tampak sangat santai dan mengumbar senyum. Tak ada wajah tegang dan persaingan di antara ketiganya. Bahkan sesaat setelah acara penghitungan suara berakhir dengan terpilihnya Edy Nawir dua kandidat lain yakni Triansyah dan Ibay langsung memberi selamat kepada Ketua RW 01 terpilih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah selesai pemilihan tersebut, tepat jam 12.00 semua warga yang hadir makan siang bersama sebagai tanda gembira dan kebersamaan Desa Rangkat.Ini merupakan suatu fenomena yang positif. Harapan seluruh warga RW 01 dengan kepengurusan baru ini, yang berawal dari pesta demokrasi kecil menuju ke arah yang lebih baik, demi terciptanya masyarakat madani di Desa Rangkat yang indah dan damai ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya selesailah sudah pemilihan Ketua RW 01 Desa Rangkat yang juga telah mencerminkan demokrasi dengan rasa toleransi, kebersamaan, persaudaraan, dan persahabatan juga rasa kekeluargaan yang telah dijunjung tinggi di Desa Rangkat.-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salam Manstaf Selalu.........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salan De rangkat !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 03 Mei 2011).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-8312778414152401160?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8312778414152401160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/8312778414152401160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/05/pemilihan-ketua-rukun-warga-di-desa.html' title='PEMILIHAN KETUA RUKUN WARGA DI DESA RANGKAT'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4250398380543524448</id><published>2011-05-03T08:09:00.001-07:00</published><updated>2011-05-03T08:17:53.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Pendek'/><title type='text'>MIMPI MENJADI MENTERI PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;     Pada sebuah desa&lt;/strong&gt; yang indah dan damai serta sejuk,  ketika mentari mulai terbit di ufuk timur, Khade terjaga dari tidurnya.  Dia duduk termenung di dalam kamarnya yang mulai terang dengan sinar  yang cerah dari jendela di sudut dinding. Dia telah tersadar dari sebuah  perjalanan yang panjang, dalam mimpi saat ia tidur sejak semalam.&lt;br /&gt;Dalam  benaknya Khade mencoba mengingat-ingat kembali kejadian yang telah ia  alami. Semalam dia merasakan sesuatu yang sangat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah  aku tamat sekolah dasar kemudian belajar di sekolah lanjutan namun  dalam mimpinya itu, aku tidak dapat mengikuti ujian akhir karena sakit.&lt;br /&gt;Kemudian aku bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar di sebuah kotanya.&lt;br /&gt;Selama  bekerja aku menjadi seorang penulis yang hebat. Tulisan-tulisanku  sangat komunikatif, aktual, inspiratif, menarik dan bermanfaat. Bahkan  mampu membangkitkan semangat bagi pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebagai  wartawan yang aktif membuatku juga aktif dalam berbagai organisasi  sosial dan politik. Ia menjadi seksi propaganda pada sebuah komunitas BO  selalu mensosialisasikan dan menggugah kesadaran warga desanya untuk  kepentingan persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Bersama  teman-temannya Dekker dan Cipto, Khade mendirikan partai, namun dalam  mimpinya itu partainya ditolak oleh Pemerintah karena dianggap dapat  menentang Pemerintah. Setelah ditolak akhirnya partai tersebut membentuk  Komite BP. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite  Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Pemerintah. Komite BP itu melancarkan  kritik terhadap Pemerintah yang bermaksud merayakan seratus tahun  bebasnya negeri dari penjajahan bangsa lain dengan menarik uang dari  rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sehubungan  dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul  “Seandainya Aku Seorang Pemerintah” dan “Satu untuk Semua, tetapi Semua  untuk Satu Juga”. Tulisan Seandainya Aku Seorang Pemerintah yang dimuat  dalam surat kabar de Expres milik temannya Dekker itu antara lain  berbunyi:&lt;br /&gt;"Sekiranya aku seorang Pemerintah, aku tidak akan  menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri  telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan  saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander  memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karangannya  itu mengakibatkan, Pemerintah menjatuhkan hukuman tanpa proses  pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah  hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang  untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke sebuah pulau (PB).&lt;br /&gt;Sahabatnya  Dekker dan Cipto merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil.  Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Khade. Tetapi pihak  Pemerintah menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan  memberontak pada pemerinah. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman  internering. Dekker dibuang di Kupang dan Cipto dibuang ke pulau Banda.&lt;br /&gt;Namun  mereka menghendaki dibuang ke Negeri Pemerintah karena di sana mereka  bisa memperlajari banyak hal dari pada di daerah terpencil. Akhirnya  Khade, Dekker dan Cipto diijinkan pergi ke Negeri Pemerintah sebagai  bagian dari pelaksanaan hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tiba-tiba Khade tersadar  dari lamunannya, “Wah, hebat sekali mimpiku ini !” katanya dalam hati  sambil melihat pemandangan yang indah di luar jendela kamarnya. Tak lama  kemudian ia kembali lagi ke dalam mimpinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah menjalani hukuman tersebut (selama lebih kurang 5 tahun), aku dan sahabat-sahabatku pulang kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;Selama  dalam pengasingan Khade menyempatkan diri  untuk mendalami masalah  pendidikan dan pengajaran, sehingga Khade berhasil memperoleh  Europeesche Akte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lalu Khade bersama rekan-rekan  seperjuangannya, mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional,  Perguruan Taman Siswa. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa  kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah  air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.&lt;br /&gt;Tidak sedikit  rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah telah  berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada  waktu itu. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga  ordonansi itu kemudian dicabut.&lt;br /&gt;Khade juga tetap rajin menulis.  Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan  kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah.  Ternyata dengan tulisan-tulisan itu dia berhasil meletakkan dasar-dasar  pendidikan nasional bagi bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Waktu terus berjalan  hingga sampai pada masa Pemerintahan yang lain, Pemerintah Baru, Khade  tetap melajutkan kegiatan di bidang politik dan pendidikan. Waktu  Pemerintah Baru itu membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Dan Khade  duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Bung Karno, Bung Hatta  dan Mas Mansur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan ketika Pemerintah Baru itu akhirnya  diusir oleh rakyat, Bung Karno dan Bung Hatta menjadi pemimpin Negara,  Khade diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan  yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Khade kembali terjaga, “Nah, ini yang menurutku aneh itu,” katanya dalam hati, “Ternyata aku semalam telah menjadi Menteri !”&lt;br /&gt;Lalu ia mengambil gelas air minumnya, air putih, dan meneguknya hingga habis.&lt;br /&gt;Khade  pun tersenyum sejuk, kemudian ia mengambil handuk yang ada di gantungan  handuk di sebelah tempat tidurnya. Khade langsung segera mandi pagi dan  siap menuju ke tempat kerja. Khade adalah seorang guru sebuah sekolah  lanjutan atas di desa Rangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terlihat di atas sebuah bantal Khade, sebuah buku biografi&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Ki Hajar Dewantara (Yogyakarta, 2 Mei 1889 – 28 April 1959) :&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ki  Hadjar Dewantara” bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan  pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal  kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga  ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan  Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan  lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas  Gajah Mada pada tahun 1957.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah mendapat  gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April  1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Pihak  penerus perguruan Taman Siswa, mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya,  Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar  Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki  Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan  berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan  risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar  sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah  direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip  Nasional.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bangsa ini perlu mewarisi buah  pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara  keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat,  kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus  didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;  Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya  yang terkenal ialah tut wuri handayani, ing madya mangun karsa, ing  ngarsa sungtulada (di belakang memberi dorongan, di tengah menciptakan  peluang untuk berprakarsa, di depan memberi teladan).&lt;/em&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------&lt;br /&gt;SEMANGAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;BO = Boedi Oetomo&lt;br /&gt;BP = Bumi Poetra&lt;br /&gt;Pemerintah = Belanda&lt;br /&gt;PB = Pulau Bangka&lt;br /&gt;Pemerintah Baru = Jepang&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4250398380543524448?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4250398380543524448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4250398380543524448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/05/mimpi-menjadi-menteri-pendidikan.html' title='MIMPI MENJADI MENTERI PENDIDIKAN'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-6704071798296062929</id><published>2011-05-03T07:35:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T07:47:08.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KARTINIKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-a1-fCpLIWfg/TcAUZjGAamI/AAAAAAAAABc/UVIs811Hlkw/s1600/kartini03.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 170px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-a1-fCpLIWfg/TcAUZjGAamI/AAAAAAAAABc/UVIs811Hlkw/s320/kartini03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602500365598616162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kau masih tetap rahasia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;biar berkali kerap kupandangi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;parasmu sejuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dalam ingatanku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kau tetap sejati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kau cambuk bumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;melucuti taman gelap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;memberiku terang…………………&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sosok senantiasa sabar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;membayang kembali dalam puisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kelembutan penurut nan suci&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;membekas di seluruh hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dalam pingitan jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;terungkap goresan tinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dari kumpulan-kumpulan lembaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kiriman curahan kalbu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menembus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ruang dan waktu....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kau tampak jelita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kendati tanpa kuamati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;wajahmu ayu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dalam benakku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kau selalu ada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kau bahkan hidup…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;saat kududuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;saat kumenatap….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;saat kumerenung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;di desaku nan indah ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang ramai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang sejuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang damai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ku telah melihat dirimu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sejak dulu hingga sekarang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sudah banyak menjelma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tak dapat dipungkiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kini ku akui&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;rahasia hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sungguh sejak kecil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aku cinta padamu…………………&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Pondok Petir, 21 April 2011)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-6704071798296062929?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6704071798296062929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/6704071798296062929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/05/kartiniku.html' title='KARTINIKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-a1-fCpLIWfg/TcAUZjGAamI/AAAAAAAAABc/UVIs811Hlkw/s72-c/kartini03.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-2367896259568396110</id><published>2011-04-16T11:59:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T12:02:10.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEMBANGKU</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Takkan hinggap&lt;br /&gt;dan tanpa kumbang&lt;br /&gt;mesti sirna…….&lt;/strong&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Takkan risau&lt;br /&gt;pada bulan-bulan&lt;br /&gt;kerap gugur…….&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Takkan janji&lt;br /&gt;berbunga merah&lt;br /&gt;pada kupu-kupu&lt;br /&gt;pasti merekah…….&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Sajak khusus buat Kembang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; (Pondok Petir, 16 April 2011)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-2367896259568396110?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2367896259568396110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/2367896259568396110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/04/kembangku.html' title='KEMBANGKU'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-5664124257062280885</id><published>2011-04-16T11:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T11:58:46.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SINGGAH KE DESA RANGKAT</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ke desa ini kau singgah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;desa yang penuh hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;dan tumbuhan dimana-mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;seakan menjadi saksi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;berapa lama kau berjalan……….&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Setiap sungai, hutan dan pegunungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;seperti hendak merebutmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;merunggasmu……….&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Gemercik air-air&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; sesekali meledak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;laksana teriakan penghuni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;di tubuh sawah telanjang membentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;kau bubuhi rasa cinta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Lalu kau mandi di pancuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;di liku batu-batu kepil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;melewati……….&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sampai di mana kau melangkah……….&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ketika tiba di pondok bening&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;yang sejuk damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;yang ramah ramai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;tak dapat kau pungkiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ke Desa Rangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;hanya Tuhan yang hantarkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;(Pondok Petir, 30 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-5664124257062280885?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5664124257062280885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/5664124257062280885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/04/singgah-ke-desa-rangkat.html' title='SINGGAH KE DESA RANGKAT'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4969612550547145738</id><published>2011-03-03T08:54:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T09:08:42.223-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA NUNIL 2</title><content type='html'>&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Ada yang tertinggal padaku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;setelah kulepas semua hasrat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;setelah kau pergi sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;setelah aku tak tahu apapun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;seperti yang ada dimatamu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;suatu upaya melupakanku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;untuk kebebasanmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;barangkali begitu….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;rasa kasih nan abadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Aku titip rasa itu padamu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;biar tak ada gelap dalam hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;biar selalu ada nyanyian kalbu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;biar ruh tetap terang benderang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;walau langit tak pernah ada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;tak pernah merah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;tak pernah putih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;tak pernah biru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;kau pasti tahu itu……………..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 14 Pebruari 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4969612550547145738?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4969612550547145738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4969612550547145738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/03/kepada-nunil-2.html' title='KEPADA NUNIL 2'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-4565133136073235051</id><published>2011-03-03T08:40:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T01:04:54.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MENUNGGU HUJAN REDA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Menunggu hujan reda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;entah sampai kapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kulupakan setiap rautmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang pernah datang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada setiap rintik hujan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang jatuh mendetak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sentak sepiku dalam kalbu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menuliskan kata-kata &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Lamakah derasmu……..”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada setiap rintik-rintik hujan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang kulihat sebagai barisan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;seperti mengiring kepergianku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ketika grahapun jadi sampan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;orang-orang sebagai pendayung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mengarung ke seribu arah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Barangkali gerimis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang kini menjadi lebat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;seperti sedang melihat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;seperti sedang mengantar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;diriku yang hanyut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;hingga ke laut jauh……………&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pondok Petir, 22 Januari 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-4565133136073235051?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4565133136073235051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/4565133136073235051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/03/menanti-hujan-reda.html' title='MENUNGGU HUJAN REDA'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487455218016799793.post-7728695919301356080</id><published>2011-03-03T08:38:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T08:39:46.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEPADA YANG MAHA AKBAR</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kepada yang maha Akbar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;harimau semua ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;pengambil ruh tiada ampun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepada Engkau yang amat dekat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;datang dan peluklah aku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dalam dekapan dada lapangMu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dalam sinar rasa hatiMu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terkamlah aku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;rajanglah aku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;santap kelamku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang sangat gelap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang mengalir dalam darahku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hancurkan tulangku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;lumat dan uraikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;seluruh wujud rendahku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tunjukkan muka asliku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;biar dapat ku tatap murni&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;wajah kehidupan perkasa abadi sepertiMu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Pondok Petir, 11 Januari 2011)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7487455218016799793-7728695919301356080?l=edynawir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7728695919301356080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7487455218016799793/posts/default/7728695919301356080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://edynawir.blogspot.com/2011/03/kepada-yang-maha-akbar.html' title='KEPADA YANG MAHA AKBAR'/><author><name>Edy Nawir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12114134217576305968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_wMrZj0XY2Yc/TJbuf_ZXILI/AAAAAAAAAAw/N_nmEILqj0w/S220/edyp121209k2.jpg'/></author></entry></feed>
